Prolog

19 1 4
                                        

"Astaghfirullah benoo.. ngeb*k*p terus dah lu" teriak salim dan dua orang teman di samping nya yang melihat mukaku yang terlalu fokus menatap layar handphone yang ku pegang , membuat seluruh siswa di kelas menoleh ke arah ku.

Salim dan dua orang temannya syafik dan sami adalah geng alim berandalan. mereka lulusan pondok pesantren al-hikmah bogor.mereka di pesantren adalah santri yang bados dengan segala aktivitas pelanggaran yang mereka lakukan dari kabur sampe pacaran. intinya mereka sangat tidak cocok berada di lingkungan pesantren. Dan sekarang mereka adalah bagian dari angkatanku di sman adi wijaya.

Anjiir.. sumpah gua gak nonton b*k*p, liat aja nih hp gua kalo kalian ga percayy..." sejurus kemudian syafik mengambil hapeku sebelum aku menyelesaikan perkataanku.

"Wah.. ini mah udah di ganti jadi game. Oke lu ambil ini hape ntar ye pas istirahat siang" kata syafik dengan muka sok cool-nya.dan langsung melempar hapeku kepada sami.

"Gak bisa. Siniin gak hape gua" aku protes dan berusaha merebut hp yang ada di tangan sami.

Akhirnya terjadilah lempar-lemparan hape di dalam kelas. Aku pun teriak-teriak gak karuan seperti anak monyet yang di permainkan singa di dalam hutan.ya. kelasku memang sangat cocok disebut hutan.mulai dari tembok nya udah seperti toilet-toilet terminal. penuh dengan coretan dan tumpahan es teh. Ketika geng alim berandal sedang asik-asiknya mempermainkanku. Hapeku terlempar ke arah pintu kelas. "Awaas peev"melihat hape ku yang terbaang ke arah pevita. Dan sebelum pevita menghindar benda itu sudah terlebih dahulu mengenai jidat pevita. Seketika pevita tepar terkena lemparan hape. aku menghampirinya tanpa mempedulikan hape ku yang sudah tak tau seperti apa nasib nya.

"Aduuh pev gapapa kan jidat lo. Omg pevii jerawat lu pecaah. Palalu juga benjol. Sumpah jackpot, lemparan nya si salim" akupun merangkul pundak  pevi yang sedang mengerang dan menggerutu kesakitan.

"Ciee benoo" muka beno memerah mendengar sorakan teman-teman nya sekelas.

"Eh mi gimana nih kena pevi noh. Bisa turun nih reputasi baik gua di pandangan dia" syafik pun panik memita saran dari sami.

Sami berfikir.

Syafik mengangguk anggukan kepala. Mendengar musik. Tak peduli.

Guru pun masuk. Istirahat selesai.

Mau tau kelanjutannya seperti apa ?
Ikuti terus ya setiap update nya dan jangan lupa ya vomment nyaa

Karena suksesnya ceritaku ini, ada di tangan kalian semua para pembaca setia wattpad :)

VerificationStories to obsess over. Discover now