Woi... liatin apaan sih lo?" Sial, ganggu keasyikan aja nih si kampret.
"Ngapain sih, kepo banget lo!" seruku kesal padanya. Bagaimana nggak kesal. Saat aku tengah asyik memperhatikan cewek, eh malah dia ganggu. Padahal lagi seru liatin si doi.
"Yaelah. Tahu gue, liat si Airin kan?" tebak si kampret yang sayangnya bener banget. Iya aku emang lagi liatin si Airin. Cewek yang kata temen-temen yang lain tu, culun, cupu, entah apalagi istilahnya.
Tapi buatku dia itu istimewa. Dia cantik, tanpa perlu dandan yang aneh-aneh. Kecantikan Airin tu alami. Dan yang paling penting, dia mandiri dan pemberani. Bisa di bilang sedikit agak tomboy.
"Masalah buat lo?"
"Gue bilangin ya, daripada cuma liatin mending samperin trus bilang kalau lo itu suka sama doi. Cemen banget sih lo," Sialan si kampret, aku di katain cemen.
"Suka-suka guelah, repot amat lo."
Braakkkk...
Aku terkejut saat tiba-tiba ada suara gebrakan meja dari arah kantin sekolah. Dengan masih berdiri dari kejauhan, aku melihat apa yang terjadi. Ku lihat Airin sedang bertengkar dengan Tania, salah satu cewek yang katanya paling cantik di sekolah, tapi kalau buatku biasa aja.
Tania pernah bilang kalau dia suka padaku, tapi aku tolak. Sifat sok bosynya membuatku muak. Lihatlah, saat ini dia sedang ngata-ngatain Airin.
"Masalah lo apaan sih sama gue?" Airin bertanya pada Tania.
"Lo, mau tahu apa masalahnya? Elo udah ngrebut Jorgie dari gue. Gara-gara lo, Jorgie nolak gue!" Dari mana Tania tahu kalau aku suka sama Airin. Selama ini hanya si kampret Doni yang tahu. Dan aku yakin Doni gak akan pernah bilang ke orang lain.
"Jorgie? Suka sama gue? Ya nggak mungkinlah. Selama ini gue nggak pernah berinteraksi sama Jorgie. Jangan ngarang deh lo!" Anak pintar. Tapi sayangnya yang di bilang Tania itu bener Rin, aku suka sama kamu. Seandainya aku bisa teriak saat ini.
"Lo nggak sadar apa kalau selama ini Jorgie selalu liatin lo dari jauh." Damn... Jadi Tania tahu kalau aku diam-diam merhatiin Airin? Oh god kenapa Tania pake nunjuk kesini sih... Dengan terpaksa aku mendekat kearah mereka dan menyapa Airin untuk pertama kalinya.
"Hai, Rin," sapaku dengan canggung. Astaga... aku nggak kalau akan segugup ini. Damn it!! Come on Jorgie, jangan bilang apa yang di bilang si kampret itu bener. Loser... No... I'm not a loser. Oke tarik napas, buang. Hufft.
"Hai juga Jorg." Damn... Suaranya bikin jantung berdebar. Sial hari ini aku harus banyak minta amoun pada Tuhan karena sudah tak terhitung berapa banyak umpatan yang keluar.
"Stop! Kalian berdua. Oh, ya ampun Jorgie. Gue heran apa yang lo liat dari Airin. Jelas-jelas cantikan gue kemana-mana, mata lo buta ya?" seru Tania yang masih aja dengan pedenya memuji diri sendiri. Enyah saja kau jauh-jauh.
"Airin, bisa kita bicara berdua nanti habis pulang sekolah?" Say yes please... And... yesss dia mengangguk, itu artinya dia mau. Thank's God. Katakanlah aku gila, sinting or whatever, i don't care, because i'm happy. "Tania, terima kasih karena lo udah bantuin gue buat ngomong sama Airin. Sekarang gue masuk kelas dulu. Sampai nanti Rin, gue tunggu di gerbang sekolah ya".
***
"Katanya mau ngomong sesuatu ke gue, Jorg?"
"Apa yang di bilang Tania tadi bener, Rin. Gue suka merhatiin lo dari jauh. Anggaplah gue ini stalkerin lo, dan sekarang gue jujur kalau gue suka sama lo."
"Kenapa gue?"
"Kenapa lo? Gue juga nggak tahu alasannya. Hanya hati gue yang bisa jawab kenapa saat liatin lo dia selalu berdetak nggak wajar, bekerja lebih keras dari biasanya."
"Sorry, Jorg. Untuk saat ini gue belum mikirin soal pacaran atau apalah itu. Saat ini gue mau fokus sama study gue. Tapi kita bisa berteman untuk sekarang. Oya, happy b'day Jorg. Sukses selalu buat lo. Kalau saat ini nggak bisa bersama sebagai pasangan, kita bisa bersama sebagai sahabat." ucap Airin. Dan betapa terkejutnya diriku. Dia tahu hari ini ulang tahun aku. Dan betapa bodoh dan dunggunya aku kalau sampai menyia-yiakan kesempatan untuk berteman dengan Airin. Menjadi lebih dekat dan mengetahui banyak hal tentang dia. Semoga di ulang tahunku di bulan april yang akan datang dia merubah status sahabat jadi pacar.
***
Dan inilah kisahku, apakah kalian tahu. Aku dan Airin tidak akan pernah bersatu di kehidupan sekarang. Tapi aku minta pada Tuhan, semoga bisa menyatukan kami di kehidupan yang akan datang. Airin dan april adalah satu hal yang akan selalu terkenang. 4-april-2017 hari ulang tahunku dan hari dimana Airin pergi untuk selama. End
Selesai juga tugasku. Maaf kalo masih banyak yang salah.
Panggil member BlueR
Icha_rizfia Awwal_Nrl IinRains Reszani aydahana maaf yg lain gak bisa ngtag. Jaringan lemot euyy.
