Terlihat seorang gadis SMA sedang duduk di pinggir lapangan basket, seorang lelaki di sampingnya hanya bisa menatapnya heran
"Kamu yakin ngga
apa-apa?" tanya lelaki itu peduli
"Ngga apa-apa kok. Kamu ngga usah lebay deh" Jawab gadis itu ketus
"Nao ku sayang, aku ngga lebay, tapi aku cuma khawatir" Lelaki itu mengusap rambut gadis itu dengan tulus
"Itu obat apaan sih?" Lelaki itu kembali bertanya
" Cuma vitamin kok" Gadis itu lalu mengambil botol minumnya
"Nao, kamu adalah salah satu orang yg aku cintai, kamu jujur donk sama aku, dari dulu aku penasaran sama obat yg selalu kamu minum. Kamu yakin itu vitamin?"
"Jadi kamu ngga percaya sama aku? Aku bingung deh sama kamu, kenapa sih kamu selalu pengin tau tentang hidup aku? Kalo misalkan aku punya penyakit mematikan, lagipula aku ngga butuh belas kasihan kamu!" Gadis itu berdiri dari duduknya, lalu pergi meninggalkan lelaki itu
"Nao! Tunggu! Please jangan marah" Gadis itu tidak mempedulikan suara lelaki yang terus memanggilnya itu, ia segera menyetop taxi yang kebetulan melintas
NAOMI POV
Menyebalkan sekali, pria itu selalu saja ingin tau tentang hidupku. Tapi kenapa hatiku terasa sakit? Apakah karna ini adalah terakhir kalinya aku bertemu dengannya? Oh Tuhan...
AUTHOR POV
Gadis kecil berkucir kuda itupun masuk ke dalam rumahnya. Terlihat seorang pria bertubuh besar yang kelihatannya lebih tua 25 tahun darinya
"Naomi, kamu sudah pulang? Ayah sudah menyuruh Bi Imas untuk menyiapkan barang-barang yang akan kamu bawa. Nanti malam kita akan berangkat" Kata Marvel, Papa Naomi
"Pah, apa itu ngga terlalu cepat? Lagipula, setelah Papa dan mama bercerai, mama juga sudah pergi dari rumah ini, bahkan meninggalkan negara ini dengan calon suaminya yg baru itu" Jawab Naomi dengan wajah polosnya
"Itu masalahnya sayang, semakin lama kita tinggal di rumah ini, semakin sakit hati Papa jika mengingat itu" Lelaki bertubuh kekar itu mengelus rambut putrinya dengan kasih sayang
"Baiklah Pah, aku akan menuruti apa kata Papa, tapi bolehkah aku menemui Risky untuk berpamitan?"
"Tentu saja boleh sayang" Marvel kembali mengelus rambut putrinya
Hidup dalam rasa sakit yang ngga tahu kapan ilangnya itu ngga enak
NAOMI POV
Sejujurnya aku berat hati jika harus berpisah dengan Risky, sahabat kecilku, dia yang selalu ada untukku, ya walaupun kadang nyebelin sih
" Jadi kamu beneran jadi untuk ninggalin aku?" Tanya Risky dengan wajah muram
"Aku tahu ini berat Ris, kita udah sahabatan lamaaa banget. Tapi mau gimana lagi? Papa ngga kuat kalau harus tetap tinggal di rumah itu"
"Aku paham Nao, lagipula kamu cuma pindah ke Bandung kan? Aku janji aku bakalan sering-sering main ke Bandung. Tapi apa kamu udah bilang tentang ini ke Alvin?"
"Ke Alvin? Belum sih, aku belum sempet ngasih tau dia sekarang, apalagi..."
"Apa dia masih pengen tahu tentang penyakit kamu Nao?"
"Ya...Rasanya sakit banget Ris, tapi aku tahu kondisi aku kok, aku akan tetap ngubur 'rasa' itu"
"Tapi aku tau kalau Alvin cinta sama kamu bkn karna kamu cantik kok"
"Kamu ngga tau gimana rasanya ada diposisi aku Ris. Hidup dalam rasa sakit setiap detik. Kamu inget kan? Kalau aku pernah nolak 'perasaan cinta' kamu ke aku? Dan aku yakin pasti kamu msh ingat alasannya"
"Dan kamu harus tau Nao, setiap rasa itu muncul dihati kamu. Seengganya itu akan ngilangin rasa sakit kamu"
"Ris...aku kesini bukan untuk debat sama kamu, aku tahu kalo mungkin dalam beberapa hari ke depan, Alvin akan kesini untuk nanyain kemana aku pergi. Aku mohon sama kamu, tolong jangan kasih tau Alvin tentang penyakit aku sebenarnya. Kamu udah anggap aku kaya adik kamu sendiri kan? Dan aku percaya sama kamu, kakakku, sahabatku, tampanku. Aku titip ini ya, tolong kasih ini ke Alvin kalau dia kesini. Aku sayang sama kamu Ris, jangan lupa untuk main ke Bandung ya. Muach" Naomi berjinjit untuk mencium pipi kiri Risky
RISKI POV
Dia menciumku? Ah dasar lebay! Dia hanya menganggapmu sebagai sahabatnya sekaligus kakaknya, bego!
ALVIN POV
Kenapa dia ngga angkat telfonku? Balas sms aja ngga, apa dia beneran marah ya? Ok, aku akan ke rumahnya besok
YOU ARE READING
Lika Liku Cinta
Teen FictionJudul cerita ini sebelumnya Penyakitku Penghalang Cintaku. Berawal dari kisah cinta Alvin & Naomi hingga pertemuan Alvin dengan Naura, saudara kembar Naomi. Ini bukan tentang perjodohan gila dan perasaan iri seorang kakak kepada adiknya
