Chapter I

15 2 0
                                        

Aku berjalan menuju balkon istanaku dengan dikawal para jendral setiaku disampingku. Bunyi Terompet kerajaan mengantarkanku menemui seluruh rakyat kerajaanku.

"My king... my king.... my king..." bergumuruh seluruh kerajaan menyambutku.

" thanks to my peoples's ".

Lambaian tanganku menjadikan suasana hening seketika. Aku mulai berpidato kepada rakyatku. Begitu tenang rakyat mendengarkanku. Bagaikan suara harmoni suaraku ketika melihat expresi raut mereka mendengarkanku. Tiba-tiba balkonku runtuh seketika.

"Ahhh...."

Tersentak aku seketika dari tempat tidurku.

"Sial, lagi-lagi hanya mimpi".

Berulang kali aku bermimpi seperti itu. Ini menandakan kerinduanku pada kerajaanku. Karena adanya insinden beberapa tahun lalu, aku dibuang dari kerajaanku. Aku kini tinggal disebuah gubuk pemberian salah satu warga yang sudah meninggal.

Keseharianku, aku hanya mencari tanah liat dan aku kumpulkan di dekat gubuk ku. Tanah liat ini bukan sekedar tanah liat biasa, aku mencarinya dikaki gunung yang mistis dan aku percaya bahwa sebuah pintu mistis menuju kerajaanku ada disalah satu tempat yang sering aku gali ini. Tanah liat ini juga bisa digunakan untuk mengusir para goblin yang selalu mengincarku.

Untuk makan dan minum sendiri, warga sekitar selalu memberi suka rela padaku. Akan tetapi mereka selalu ketakutan padaku, mungkin karena aku dulu seorang raja dan selalu di incar oleh para goblin.

Hari ini aku tidak pergi ke kaki gunung lagi. Hari ini para goblin akan datang kembali. Gumpalan-gumpalan tanah liat aku siapkan untuk menghadapi serangan para goblin.

" yah... akhirnya mereka datang juga."

" tangkap!!! " seruan dari komandan pasukan goblin.

Mereka tidak berani mendekat karena aku terus melempar tanah liat ini. Hingga mereka menggunakan tameng kaca kembali. Tameng itu cukup efektif untuk menahan serangan tanah liatku. Aku pun menggunakan rencana keduaku yaitu bersembunyi di salah satu tempat yang akan membuat mereka berhenti mencariku.

Kehidupan berat ini aku jalani karena aku sadar, aku adalah raja terakhir dari kerajaankun bila aku telah tiada, tidak ada lagi penerus dari kerajaanku. Maka dari itu, aku harus tetap bertahan hidup seperti ini hingga aku bisa menemukan pintu mistis yang menghubungkanku dengan kerajaanku.

End.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 30, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Last KingWhere stories live. Discover now