Suara adzan berkumandang menandakan waktu shubuh telah datang. Membangunkanku di pagi yang dingin dan sejuk, kubuka mataku perlahan dalam gelap kamar.
Ketukan pintu terus menerus mengetuk, "windy, ayo bangun.. "suara mamahku membangunkanku dari balik pintu, "iya mah, windy udah bangun nih" jawabku dengan suara baru bangun tidur, "windy ayo buruan, ini sekolah pertama kamu masuk SMA".
Akupun siap-siap untuk berangkat sekolah, tak lupa berpamitan dengan kedua orang tuaku.
Sesampainya di sekolah, yang kupikirkan hanyalah mencari kelas, di sekolah ini aku tak kenal dengan siapa-siapa wajar saja teman dekatku di SMP rata-rata masuk SMK. Saat aku sedang berjalan mencari kelas aku melihat seorang laki-laki yang sedang merokok menggunakan headset dengan santainya duduk di pinggir sekolah, ramai sekali menjadi perbincangan baik di medsos, maupun bahan gosip para siswa
Bel masuk sekolah, aku masuk ke kelas 10 mipa, keadaan kelas sangat ramai kulihat bangku kosong di belakang, langsung saja aku menuju tempat tersebut. Gurupun datang ke kelas, murid-murid yang tadi ramai mendadak hening seketika. Masing-masing dari kita memperkenalkan diri.
Namun, aku tertuju pada seseorang yang baru datang dengan wajah datarnya dia masuk tanpa merasa bersalah, "hey, kamu sini!! Kamu main masuk aja, mana sopan santun kamu, kesini kamu!!!!" Dengan wajah pa asep yang sangat marah, "maaf pa, saya nggak liat, bapa", "kamu tau salah kamu apa!!!" Dengan suara tinggi pa asep membentaknya, "tau, saya nggak salam dulukan ke bapa? " diapun langsung menghampiri pa asep yang duduk, dan langsung berlut dan salam langsung ke pa asep(anak-anak dikelas pun menahan tawa karna tingkah yang telah di lakukannya) "udahkan" dengan suara sombong, "kamu ini, kamu nggak tau salah kamu apa!!!!! Kamu sudah telat 1 jam, ingat sekali lagi, jika kamu seperti ini lagi, siap-siap kamu akan mendapatkan SP1, baru masuk " dengan suara pa asep yang tinggi pa asep membentaknya, dia hanya mengangguk tersenyum.
Dia pun menghampiri diriku yang duduk sendirian. "Gua duduk sama lu " akupun hanya mengangguk perlahan.
Tiba-tiba datang seorang perempuan tinggi, langsing, putih, cantik, seorang perempuan yang datang itu pun menyapa diriku "Windy, hai" "hm ?" Akupun memasang wajah kebingungan "Masa kamu nggak kenal sama aku" diapun berusaha mengingatkanku dengan wajah cantiknya "beneran, aku nggak inget kamu" "kamu tetep sama ya, tetep pelupa kaya biasa, padahal anak paling pinter di sekolah " " ko kamu tau ?" "Aku alika, temen kamu di SD melati, kamu orang yang pindahkan dati SD Melati ke SD Merdeka gara-gara kamu pindah rumah ya kan? , aku temen sebangku kamu, masa lupa" " iya iya. oh... Alika ya ampun baru inget " akupun langsung memeluk alika yang sedang berdiri di depan mejaku, "maaf Alika aku lupa, kamu berubah banget jadi cantik gini, Ih pingin deh" alika hanya tersenyum melihat tingkah laku diriku ,tiba - tiba Raymonpun langsung ikut dalam pembicaraan kita berdua, "hai Alika gua Raymon, cantik banget sih lo, mau nggak jadi pacar gua" dengan lantangnya Raymon berkata kepada alika.
"Apaan sih, kamu siapa, oh jadi ini yang namanya Raymon, orang yang mendadak populer di sekolah karna mberani nantang wakil kelala sekolah, dan orang yang berani ngerokok di pinggir lapangan " dengan wajah jutek alika menjawab Raymon
"Iya kenapa? lu sukakan sama gua dari tadi ngelirik gua melulu" "enak ajah ngelirik, sekalipun gua nggak ngelirik lu bahkan sedikit pun gua nggak ngelirik lu" dengan suara sebal Alika membalasnya. Akupun langsung merelerai mereka berdua "udah dong kalian jangan berantem lagi" "diem lu, ganggu amat, mau jadi pahlawan di siang bolong" "sewot banget jadi orang" aku pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua "gara-gara kamu sih, jadi gini semuanya, kacau tau nggak!" Suara alika membentak Raymon, "bodo amat gua nggak salah" alikapun pergi meninggalkan Raymon
Akupun memikirkan perkataan raymon di kamar mandi, aku pun langsung membuka kamera "kenapa aku jadi punya perasaan gini ya sama si Raymon, arghhhhh pokoknya ini nggak boleh terjadi" teriakku dalam hati . Suara bel pun berbunyi dengan kesal aku pun langsung menuju kelas.
Raymonpun bahkan nggak minta maaf ke aku, dia hanya bilang "kenapa lu pergi cemburu? Gara-gara gua ngegodain alika ? Lu suka sama gua? Jujur ajah nggak usah bohong keliatan tuh dimuka lu, merah amat muka lu" dia pun tersenyum melihatku.
Aku pun hanya bisa diam seribu bahasa . Bel pun berbunyi menandakan bel pulang. Hari yang melelahkan di sekolah baru, sungguh membosankan, untungnya tidak ada MPLS, karna program tersebut hanya menyiksa para murid di sekolah, jadi pihak sekolah tidak mengadakan kegiatan tersebut.
"Windy, sayang kesini" suara mamahku memanggil dari dapur, "ada apa mah ?" "Sayang tolong beliin telur ya" "oke mah". Aku pun siap-siap untuk pergi ke warung, saat aku pulang dari warung aku melihat dia lagi, "eh ada cewe cantik, ngapain lu kesini" "ya suka-suka aku dong mau kemana ajah, ngurusin banget sih hidup orang" "soalnya aku suka sama kamu" aku pun terdiam terpaku sesaat, tak menyangka dia akan berkata seperti itu. "Lu baper ya" dengan kesal aku pun pergi meninggalkan Raymon, dia hanya tertawa melihat tingkah diriku yang salah tingkah.
Sesampainya di rumah aku langsung meletakan telurnya di atas meja dan langsung menuju kamar. Aku pun langsung membuka laptop dan langsung menonton film. Tak terasa waktu telah menunjukkan jam 9 malam, akupun langsung siap-siap untuk tidur.
YOU ARE READING
Jusr A Show
Teen FictionRaymon dan Windy 2 sejoli yang di ambang perasaan apakah yang akan terjadi selanjutnya
