Jam berdering keras saat seorang wanita masih tertidur dibalik selimut tebalnya.
"Aduuh gue baru tidur jam 3 dan sekarang harus bangun lagi." Ocehnya sambil menutup telinganya yang terganggu oleh suara bising alarmnya.
"Win kamu mau kapan bangun! Udah siang loh kamu ga kerja?" Teriak seseorang dari balik pintu. Yang mau tak mau membuatnya harus terbangun.
"Iya ma ini udah bangun kok" teriaknya.
Ia pun mematikan alarm dan meregangkan seluruh badannya. Terlihat sudut mata yang menghitam karena kebiasaannya yang sulit tidur.
Tak berselang seorang wanita paruh baya membuka pintu kamarnya, siapa lagi kalau bukan ibunya.
"Baru bangun nak?" Tanyanya lembut.
"Iya ma." Jawabnya singkat.
"Sepertinya kamu harus merubah kebiasaanmu itu nak. Tidak baik kalau kamu harus terus-terusan tidak tidur sepanjang malam seperti itu." Ucap ibu winny sambil duduk disisi ranjang anaknya itu. Winny hanya tersenyum saat ibunya menceramahinnya. Bukan kali ini saja ibunya mengingatkan hal itu. Winny memang memiliki pola hidup tidak sehat. Ia terlalu gila kerja sampai-sampai jika ia pulang kerumah hingga larut ia bahkan tak bisa memejamkan matanya dengan cepat.
"Kamu mandi sana. Ibu sudah siapkan nasi goreng dan susu dimeja makan." Seru ibunya. "Makasih ya bu ibu memang ibu terbaik sedunia" rayu winny sambil memeluk dan mencium ibunya sebelum ia bergegas untuk mandi. Ibunya hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu.
•••
"Bu winny mana?" Tanya rendy saat mereka sedang berada diruang makan.
"Itu adikmu masih dikamar. Sedang mandi sepertinya." Jawab ibu sambil menyendok nasi goreng buatannya.
"Aku heran sama tuh anak. Umurnya udah tua tapi kelakuannya kaya anak kecil." Oceh rendy kakak laki-laki winny. Mereka bertiga memang hanya tinggal bertiga dirumahnya. Tidak, ada mbak ina yang membantu ibu mereka didapur dan membersihkan rumahnya. Namun ibunya tak pernah mau berpangku tangan karna ada seseorang yang membantunya. Ia selalu menerapkan kediplinan terhadap anak-anaknya. Meski rendy dan winny sudah lelah bekerja, tapi mereka juga punya rasa tanggung jawab untuk mengurus semua kebutuhan mereka masing-masing dirumah. Sedangkan ayahnya sudah pergi meninggalkan mereka dua tahun lalu karena orangtua mereka bercerai. Kini rendy menjadi kakak sekaligus penjaga untuk ibu dan adiknya.
"Apa sih bang. Gue tuh ga tua tapi matang." Ucap winny berjalan mendekati mereka.
"Matang? Lo mangga?" Jawab kakaknya itu sambil menyeruput kopinya.
"Baaaaang elo yaaa"teriak winny saat ia sudah duduk berhadapan dengan kakaknya itu. Rendy tertawa puas meliat wajah winny yang cemberut dengan bibir yang mengerucut.
"Sudah sudah kalian ini sudah pada besar masih saja bertengkar. Mending sekarang kamu makan win. Ini sudah siang. Kamu juga abisin makannya ren." Ucap ibu menyudahi pertengkaran mereka.
Drrt drrt
Annisa
Win lo cepet kekantor. Si bos 1 jam lagi dateng kekantor.
Winny pun yang sedang menengguk susu coklatnya itu tersedak.
"Aduh nak pelan-pelan minumnya." Ucap ibu yang melihat anak perempuannya.
"Iya minum lu kaya kuli sih." Tambah rendy asal.
Winny yang mendengar ucapan ibu dan abangnya itu pun hanya menyengir kuda.
To : annisa
Oke setengah jam lagi gue bakal nyampe kok santai aja 😎
"Bu aku berangkat ya." Pamit winny sambil merapikan roknya.
"Loh ini makanannya ga dimakan?". Winny menggeleng. "Nanti aja ya bu bosku bakal datang satu jam lagi. Kalau aku telat aduh habislah bu." Ocehnya.
"Yasudah ini ada roti ibu buatin aja ya buat kamu bawa kekantor." Winny tersenyum senang, ia tahu bahwa ibunya pasti khawatir jika dia tidak sarapan jika sampai dikantor. Makanya ibunya selalu menyiapkan satu box berisi roti untuk winny.
"Nah ini nak." Ucap ibu sambil memberikan tupperware pada winny.
"Makasih ya bu." Jawab winny lalu berpamitan dengan ibunya.
"Bang gue jalan." Pamit winny sambil mengerlipkan matanya.
"Ehm" jawaban singkat rendy.
•••
"Selamat pagi pak." sapa lucky saat seorang berjalan masuk dilobby kantor. Seorang laki-laki bertubuh tinggi besar dan memiliki wajah yang tampan serta tegas.
"Pagi." Jawabnya singkat.
Terlihat seluruh karyawan yang berada di lobby itu pun terdiam. Bahkan seluruh wanita yang berada di sana pun terlihat terhipnotis oleh kedatangannya.
"Segera siapkan seluruh bahan untuk meeting nanti siang." Suruhnya pada lucky saat mereka berdiri didepan lift.
"Semuanya sudah selesai pak. Hanya menunggu satu berkas lagi." Jawab lucky.
"Memangnya masih ada berkas yang belum beres?" Tanyanya dengan tatapan tajam yang membuat lucky merasa terintimidasi.
"Berkasnya ada ditangan winny pak." Jawabnya lagi yang membuat lelaki dihadapkannya mengerutkan keningnya. "Kalau begitu suruh winny keruangan saya" suruhnya lalu masuk kedalam lift.
Sementara itu..
"Aduh ini si karyo kenapa mogok sih." Gerutu winny yang sedang mencoba menyalakan mobilnya lagi. Terdengar suara pesan masuk dihandphonenya.
Lucky
Win, dimana?
Si bos nyariin lo. Dia minta berkas yang ada ditangan lo buat meeting ntar siang.
"Aduh gue lupa." Ucapnya sambil menepuk jidatnya. Dia mencari nomer kontak dihpnya
To : My cerewet bro
Bang tolongin gue dong.
Tak lama berselang rendy membalasnya.
My cerewet bro
Apa?
Mobil gue mogok. Dan gue lupa berkas buat meeting nanti siang. Tolong anterin ya gue ada dipersimpangan deket kantor gue bang. Please lo ganteng deh. 😊😊
Kalo ada maunya aja lo rayu gue.
Yaudah lo tunggu disitu.
Senyum lega terpancar dari raut wajahnya. Tinggal menunggu orang bengkel dan rendy maka masalahnya akan selesai.
Terlihat sebuah mobil putih terhenti didepan mobil winny. Siapa lagi kalau bukan rendy. Rendy keluar dari mobilnya sambil membawa sebuah map merah yang sudah pasti itu punya winny. Winny keluar dari mobilnya.
"Aduh abang gue yang ganteng makasih ya lo penyelamat gue bang." Ucap winny mengambil map merah itu lalu memeluknya.
"Pagi-pagi denger gombalan lo gue jadi mual." Jawab rendy meledek adiknya. "Oh iya kenapa mobil lo?" Tanya rendy sambil melihat mobil winny.
"Gatau pas jalan tiba-tiba mati. Tapi gue udah telepon bengkel sih." Jawabnya yang dijawab anggukan kecil rendy.
"Terus lo telat dong?" Tanyanya lagi.
"Oh iya!" Ucap winny kaget. "Bang please gue minta tolong lagi anterin gue bang. Bos gue nunggu berkas ini." Ucap winny memohon.
"Yaudah masuk mobil." Ajak rendy. Mereka meninggalkan mobil winny lalu bergegas pergi kekantor winny. Dan kini ia berharap bosnya tak akan menerkamnya karena ia terlambat datang dan telat memberikan berkasnya itu.
•
•
•
Tbc
ESTÁS LEYENDO
my random girl
Chick-Lit"Sepertinya kamu harus merubah kebiasaanmu itu nak. Tidak baik kalau kamu harus terus-terusan tidak tidur sepanjang malam seperti itu." Ucap ibu winny sambil duduk disisi ranjang anaknya itu. Winny hanya tersenyum saat ibunya menceramahinnya. Bukan...
