Hai Emma! Apa kabarmu sekarang? Tak terasa musim t'lah berganti. 10 tahun telah berlalu dan sekarang..abad 23!! Bagaimana jika nanti aku bertamu ke rumahmu? Ada yang hendak kubicarakan. Dan tak perlu terlalu repot. Seperti biasa, satu cangkir teh pahit cukup untuk menjamuku.
PS:Aku akan ke rumahmu dengan Flymo 3370 nantikan ya. Hihihi:D
Flymo 3370? Sekaya apa dia sekarang? Setahuku motor keluaran baru itu seharga 300 juta rupiah!! Wah, wah si kecil Frans sudah sukses sekarang.
Tok!Tok!Tok! "Iyaa sebentar," kataku sambil berjalan menuju pintu. Siapa sih di jam-jam segini?Cklek. Sesosok laki-laki berdiri tepat di depan pintuku. "Sudah kubilang tunggu aku di depan pintu. Kalau begini bagaimana aku bisa memamerkan flymo 3370 padamu?"
"FRANS!" Terlalu senang, aku memeluknya. Dia memandangku sejenak, lalu berkata, "Baiklah tuan putri, silahkan naik ke kendaraan agung ini. Secepatnya kita akan ke tempat reuni."
"Haa? Memangnya reuninya sekarang?"tanyaku. "Ehm..tidak,reuninya 100 tahun lagi,"katanya dengan muka mengejek. Aku merengut. "FRANS!!" "Bercanda, kalau kau kebanyakan merengut mukamu nanti jadi jelek loh. Hahaha! Cepat naik atau kau akan terlambat."
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Emma! Sudah jam berapa sekarang? Kebiasaan jelekmu itu ya, tak pernah berubah!" omel Victoria. "Maaf, maaf." kataku sambil nyengir. "Berterimakasihlah padaku kalian semua, karena kalau aku tidak menjemputnya, dia akan datang ke tempat ini tahun depan,"kata Frans sambil mengibaskan rambutnya.
"Hei! Penyakit lupaku tidak separah itu!"kataku sambil memukul lengannya. Frans meringis sambil memegangi lengannya. "Tapi, kau bisa saja datang besok atau minggu depan karena lupa tanggal dan hari pertemuannya bukan? Atau mungkin kau datang hari ini tapi 8 jam setelah waktu pertemuan! Hahahahaha!"katanya dengan suaranya yang makin lama makin keras. "Emm...jadi bisakah ledek-ledekannya ditunda dulu dan kita langsung membahas topik pertemuan hari ini?"
"Baik, nyonya Victoria." kataku dan Frans. "Kalian berdua...AKU TIDAK SETUA ITU!!!" teriaknya marah. "Hahahahaha!!!" Kami semua tertawa. "Sudah, sudah bisa-bisa Victoria penyakitan karena selalu diledek kalian." kata Axel yang tiba-tiba keluar dari dalam cafe. "Axel!" teriak kami berdua. "Hai, Emma. Hai, Frans. Lebih baik kita masuk sekarang, di luar dingin." katanya dengan tenang.
"Kalian lama sekali..." kata April dengan muka muram. "Hai, Dylan. Hai, April." sapaku riang. "Sudah lama ya, nona kura-kura," sahut Dylan sambil tersenyum sinis. Kura-kura? "Hei! Aku tidak selambat itu!" Kenapa semua orang meledekku hari ini? "Ya, ya duduk saja dahulu karena keterlambatanmu itu membuat kita harus menunggu lama untuk memesan makanan," katanya dengan nada yang tidak peduli.
"Hei, April kenapa Dylan menyebalkan sekali hari ini?" bisikku. "Karena sudah sejak lama pelayan wanita yang ada di kasir itu memperhatikan kita. Curiga kalau-kalau kita hanya menumpang duduk dan Wi-fi gratis tanpa memesan apapun,"jawabnya. "Ups..aku tidak tahu," kataku sambil melihat ke arah pelayan wanita yang berdiri di balik kasir. "Oke! Karena semuanya sudah lengkap, kita mulai rapat kita,"kata Axel. "Sebentar!"putus Dylan tiba-tiba. "Ya,kenapa Dylan?" "Kau tak lupa dengan pelayan wanita di kasir itu kan, Axel?"katanya sambil menunjuk ke arah kasir. "Oh iya, kita pesan makanan dulu..."
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ok, kita sudah memesan makanan, aku akan memulai rapat ini. Pertama, kita akan mengadakan reuni di villa Bougenville di pulau Tamara. Villa itu milik April dan dilengkapi dengan fasilitas Wi-fi gratis.." jelas Axel. "UWOO!!"teriakku dan Frans bersamaan. "...pantai pribadi..." sambung Alex "UWOO!!" "Ok,tidak usah kau bacakan semuanya, Axel, karena Emma dan Frans akan lebih berisik nanti," kata April
"Okay...aku lanjut ke waktu saja, kita sudah sepakat tanggal 29 September. Itu berarti minggu depan. Kita berkumpul di pelabuhan Aerosea jam 09.00 dan aku harap kalian semua khususnya Emma..." kata Axel sambil memandangku. "Ya?"tanyaku. "Jangan datang terlambat."
