Habis berbaris dari lapangan, semua siswa bergegas masuk ruangan masing-masing, dan sembari berDoa dalam hati semoga guru yang akan mauk gak datang, yah bisa di bilang itu lah surga nya kami anak sekolah.
Yah benar, waktu itu guru kami yang kiler gak datang "B.inggris" siapa yang suka coba. Ahh dari dulu emang gak suka tapi kalau Matematika yah bisa lah di bilang i like it. Meski bulan itu masa-masa gentirnya, Soalnya kami mau menghadapi UN.
Di sudut kanan terlihat sekumpulan sedang cerita, di tengah dan terakhir kami di sudut kiri ruangan. Aku dan temanku yang super duper punya darah kecoa, kenapa di bilang begitu karena gak ada yang punya mental kuat.
Kami bercerita dari itu ke itu, tapi "Selamat siang semua"
Dari balik pintu pak Briyan datang. "Pagi pak" kami kembali menyapa pak Brilian dan menperbaiki posisi duduk kembali.
" Bapa mau
YOU ARE READING
HOPE
Short StoryPengumuman pagi itu mendorongku untuk mencoba masuk mendaftar ke salah satu Politeknik Negeri. Namun saat semua sudah di urus dan hasil keluar, aku terkendala dalam dana, sempat berputus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Tapi Harapan ku tidak hi...
