Hari ini hujan turun begitu deras membuat siapa saja enggan melewatinya.
Hujan yang dari tadi turun tak kunjung reda bagaimana dengan dirinya?
Hujan bisa kah kau berhenti, seperti aku berharap dia akan datang.
Hujan aku rindu dia, biarkan dia datang padaku. Aku hanya ingin dia.. hanya dia untuk di sampingku.
Hujan ... hujan
Seorang perempuan cantik berseragam putih dan ungu berdiri didepan gerbang dengan mengangkat tangan kanannya kedepan merasakan tetesan air yang jatuh dari atap gerbang. Terlihat bahwa sosok wanita itu jenuh menunggu hujan berhenti. Beberapa kali ia bergumam kesal karena sejak 1 jam yang lalu ia berdiri tapi hujan tak juga reda. Beberapa kali ia membuka ponsel pintarnya untuk memberi pesan kepada kakaknya, namun tak kunjung dibalas. Rasa kesal menyelimutinya, tubuhnya mulai menggigil karna bitir hujan tak sengaja menerpa tubuhnya. Tak semunya basah hanya saja baju yang di pakainya mulai lembab dan dingin. Harus sampai kapan dia akan menunggu?
Sebuah mobil BMW keluaran terbaru berhenti di dekatnya. Sang pemilik membuka pintu mobil dan berjalan kedepan sang perempuan cantik itu. Sang perempuan menoleh kearah samping dengan pandangan tak percaya. Kemudian sang laki-kali memposisikan tubuhnya agar sejajar dengan sang perempuan. Walau begitu sang perempuan harus puas dengan pandangan keatas, karena tubuhnya hanya setinggi dagu laki-laki jakung itu. Hening cukup lama karena meraka hanya saling tatap tanpa mengucap sepatah katapun. Hujan deras pun tak di hiraukannya, bagai ruang hampa dan hanya mereka berdua yang ada.
" haachiinn....ehh" keluh perempuan cantik itu sambil menggosok hidungnya
Upss ia mulai sadar baru saja bersin dihadapan laki-laku jakung itu, mukanya memerah karena malu. Sedangkan laki-laki itu tersenyum tipis
" maaf gue lama ya?" Sesalnya
" iya enggak papa kak." Dengan wajah yang masih menghadap kebawah
" liat lo langsung bersin gitu, pasti lo kedinginan kan nungguin gue dari tadi?"
" aku enggak nungguin kakak kok, aku nunggu jemputan dari kak Restu"
"Terus mana kak Restu? Masih di jalan?"
"Enggak tau kak."
" kok enggak tau?" Herannya
" kak Restu enggak bales pesan aku kak"
"Ya udah ayo gue anterin. Udah sore juga"
Sang perempuan hanya menganggukkakan kepala dan berjalan ke mobil sang laki-laki.
" nih pake jaket gue. Lo kedinginan kan" laki-laki itu menyerahkan jaket kearah perempuan
"Makasih kak" ucap perempuan itu dan hanya dibalas anggukan sang laki-laki
"Kak Awan abis ngapain kok pulannya telat?" Tanya sang perempuan, yah laki-laki yang ada disamping perempuan itu adalah Awan. Awan Leans Wijaya laki-laki tampan yang di puja banyak kaum hawa. Selain tampan ia juga punya sifat yang dingin dan cuek, termasuk kepada sang kekasih. Perempuan cantik yang sekarang duduk disebelah Awang adalah kekasihnya Monika. Monika shiveel Asbaha. Monika termasuk perempuan yang pintar di sekolahnya, sekarang dia duduk di kelas XIsedangkan Awan di kelas XII.
Mendengar pertanyaan sang kekasih Awan bergumam tak jelas
"Kak Awan ngomong apa tadi?" Tanya Monika
"Enggak ada. Gue tadi ada urusan" jawabnya singkat
"Urusan apa kak?" Tanyanta penasaran
" urusan OSIS sama Dinda" ujarnya
"Berdua?" Tanya monika dengan heran
"Iya" jawabnya cuek
"Sekarang kak Dindanya mana?"
"Udah gue anter pulang"
"Terus kalok kakak anterin pulang kok kakak masih di sekolah tadi?" Tanya Monika penasaran
"Hp gue ketinggalan"
"Owh.. kok aku enggak lihat kakak lewat ya. Padahalkan aku udah 1 jam lebih di gerbang" ujar Monik pelan
"Gak tau" ujarnya masih dingin
Sekitar 30 menit perjalanan mereka pun sampai, sebenarnya perjalannan enggak selama itu. Mungkin faktor hujan jadi dihimbau agar hati-hati dan pelan-pelan.
"Makasih ya kak. Mau mampir?" Monik menawarkan pada Awang
Hanya dibalas dengan gelengan
" ya udah aku masuk dulu ya kak. Daa"
Ujar Monika dan langsung berlari ke terass rumah, setelah itu dia berbalik dan melambaikan tangannya kepada Awan.
Mobil Awan perlahan pergi menginggalkan perkarangan rumah Monik, Monik pun masuk kedalam rumah dan berlari ke kamarnya.
Rumahnya sepi karena kedua orang tuanya sibuk dengan bisnis mereka. Sedangkan kedua kakaknya sibuk dengan urusan masing-masing
Tepat pukul 08.00 am Monik bangun dari tidur cantiknya karena sentuhan lembut sang kakak,
"Kak Restu baru pulang?"sambul mengucek keduam matanya
"Iya. Maaf ya kakak tadi enggak bisa jemput. Tadi kakak lagi pergi sama kak Putri, terus hujan dan kami terjebak di mall" ujarnya sedih
"Iya enggak papa kakaku tersayang" ujar Monik sambil memeluk sang kakak
"Ih manjanya. Pulang sama siapa tadi?" Tanya sang kakak
"Sama kak Awan kak"
Kak Restu hanya manggut-manggut
"Udah makan?"tanya sang kakak dan dibalas gelengan oleh Monik
"Ayok kita makan. Kakak bawain kami makanan tadi, cepet cuci muka kakak tunggu di bawah ya. Bentar... kamu udah mandi kan dek?"
"Udah dong kak tadi sore, habis itu aku malah ketiduran" curahat sang adik
"Ya udah sana cuci muka. Abang di bawah ya"
Dengan semangat Monik berlari ke kamar mandi. Dan beberapa menit kemudian menuruni tangga dan duduk cantik di meja makan.
Setelah santap makan yang super lezat. Monik mulai membuka handphone dan melihat pemberitahuannya. Dari sekian pemberitahuan tidak ada satupun yang di kirim dari kekasihnya. Monik hanya mendengus kecewan. Terbesit pikirannya untuk memberi pesan kepada sang kekasih.
Dibukanya aplikasi berwarna hijau dengan tulisan Line. Kemudian di sentuhnya nama sang kekasih.
"Kak aku kangen. Kakak kangen aku enggak?" Dengan perasaan malu Monik mengirim pesannya kepada sang kekasih. Biarlah seperti ini toh dia adalah kekasihnya jadi wajar kan bermanja- manjaan
"Iya" jawab Awan
"Maaf kalok aku ganggu. Kayaknya kakak lagi banyak tugas ya." Tanya Monik basa-basi
"Iya gue banyak tugas" balasnya
" Ya udah kak kolok gitu. Nanti aku ganggu" balas Monik
Hanya di READ, dan tiba-tiba air mata Monik tak dapat dibendung lagi. Monik menangis dengan sesak di dadanya. Di rebahkan tubuhnya ke kasur dan pikirannya menerawang jauh.
Kenapa sakit baget, aku merasa kak Awang enggak sayang sama aku. Tapi aku enggak bisa jauh dari dia, kenapa kak? Kenapa? Kenapa kakak sikapnya gitu sama aku, aku ini pacar kakak. Hatiku sakit kak, aku pengen kita pacaran kayak yang lain. Sayang sayangan, jalan bareng tapi kenyataannya kakak enggak pernah lakuin itu.
Terlelap dalam perasaan sedih. Monik berharap esok akan bahagia...bersamanya
My love Awan Leans Wijaya
CZYTASZ
Aways Love You (Menggapai Awan)
Krótkie OpowiadaniaAku jatuh cinta saat dia menjadi kakak MOS di Sekolah Menengah Atas, dia adalah laki-laki yang banyak di puja kaum hawa. Tapi dari semua itu aku lah perempuan beruntung yang bisa bersanding bersamanya. Dia kekasihku Awan Leans Wijaya. Monika Shivee...
