"Bagaimana, Dok, keadaan ibu saya?"
"Operasinya berjalan lancar. Beruntung Anda segera membawa nya ke Rumah Sakit, karena jika saja Anda terlambat, usus buntu tersebut akan semakin parah, dan penderitanya sedikit sulit untuk tertolong," Ucap seorang dokter lelaki dengan wajah oriental.
"Tapi, bersyukurlah. Ibu Anda sekarang sudah baik-baik saja. Hanya tinggal menunggu beliau siuman. Kondisi nya akan kami cek secara berkala. Dr. Dy yang akan mengecek keadaan pasien selama pasien di rawat di rumah sakit ini. Baiklah, itu saja. Permisi."
"Baik, Dok, silahkan. Terima kasih."
Syukurlah, operasi bunda berjalan dengan lancar. Aku sangat khawatir ketika melihat bunda mengeluh kesakitan di bagian perutnya. Ternyata ia mengalami usus buntu.
.........
"Di sebelah sini, Dok," ucap seseorang di balik tirai rumah sakit ini.
"Oh, baiklah, Sus,"
Seorang suster membuka tirai itu, tirai yang menjadi sekat antara pasien satu dengan pasien lainnya. Di belakangnya, muncul seorang wanita dengan rambut hitam yang tergelung rapi. Ia memakai jas putih. Apa mungkin, ini Dokter Dy? Ah- aku kira Dokter Dy itu lelaki.
"Selamat siang, Pak. Ini Dr. Dy yang akan mengecek keadaan ibu Anda selama ia dirawat di rumah sakit ini."
"Siang, Pak. Saya akan mengecek keadaan pasien." ucapnya sembari tersenyum.
Manis sekali. Eh?
"Oh, silahkan, Dok," ucapku.
Mata ku terpaku, pada dokter yang dengan sangat cekatan memeriksa keadaan bunda.
Setelah melakukan beberapa hal yang tak ku mengerti, dokter itu menegakkan tubuhnya, dan tersenyum (lagi).
"Bagaimana, Dok?" ucapku.
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan, Pak. Sampai saat ini, keadaan pasien sangatlah stabil."
"Lalu, kenapa ia masih belum sadar juga? Sudah satu jam sejak operasi selesai, Dok," ucapku cemas.
"Itu hal yang wajar, Pak. Efek dari obat bius masih ada. Dan juga, kondisi tubuh pasien sedang lelah, hingga ia beristirahat cukup lama."
"Ohh, begitu, ya?"
"Yaa, Pak. Kalau ada sesuatu, harap beritahu kami, ya, Pak? Dan jika pasien siuman, tolong segera beritahu kami. Sebelum saya datang, tolong jangan memberinya apapun, termasuk air mineral. Itu saja. Saya permisi, Pak."
"Baik, Dok, silahkan."
Senyum itu, rasanya tidak asing, namun tak begitu ku kenal juga. Apa mungkin, aku pernah bertemu dengannya?
ESTÁS LEYENDO
Nothing to Something
Romance"Kejar aku, sebagaimana aku yang tetap mengejar kamu, meskipun telapak kaki ku sudah di penuhi luka. Perjuangkan aku, layaknya aku yang mati-matian membela kamu dihadapan semua orang, meskipun makian harus ku dapat setelahnya." "Aku sudah nggak pant...
