"Flow cepat pergi , lari nak ayo cepatt !!!!"
Flow terus berlari sambil sesekali menoleh kebelakang sebelum ia mendengar teriakan tertahan dan suara tembakan. Langkahnya terhenti , sebuah peluru menembus punggung wanita ringkih di sana.
Wanita itu jatuh tersungkur dengan darah membasahi baju tidurnya.
" ibu !! "
Mulut flow bergetar melihat ibunya tewas di depan matanya.
Tangannya terkepal menahan amarah , usianya baru 5 tahun tapi dia sangat cerdas dan bijaksana.
Dia memalingkan pandang dan berlari lagi meninggalkan jasad ibunya.
Flow mengikuti setiap langkah kakinya , melewati jalan sepi yang di samping kanan dan kirinya berdiri tembok yang kokoh.
Tempat ini tampak menyeramkan di malam hari karna hanya tertimpa sinar rembulan dari atas sana.
Ia tak peduli rasa sakit di kakinya , flow tetap berlari tanpa menghiraukan rasa lelah yang mulai merayapi tubuh kecilnya.
Flow berhenti dan memandangi sekelilingnya.HUTAN PINUS.
Dia berlari sangat jauh meninggalkan rumahnya. Sampai dia tak sadar sudah berada di hutan yang gelap ini.
Ada sebuah gubuk tua di tengah-tengah pepohonan pinus.Nampak Sepi.
Flow berjalan menuju gubuk itu , melangkahkan kakinya yang terbungkus sepatu berwarna coklat.
Perlahan dia mulai membuka pintu dan mengintip sedikit dari luar.
Tapi dia tak menemukan siapa-siapa di sana , lalu pria kecil itu mulai memasuki gubuk tua tadi dengan perasaan takut.
Ruangannya tak banyak hanya ruang tamu dan 1 kamar tidur.
Ada lukisan Bunga Ester di dinding ruang tamu.
Ini tak pantas di sebut gubuk tapi ini rumah yang bersih dan nyaman.
Dimana pemilik rumah ini ? Kenapa meninggalkan rumahnya tanpa di kunci ? Siapa yang tinggal di tengah hutan seperti ini ?
Beragam pertanyaan muncul di kepala Flow. Kepalanya kini pusing di buat memikirkan rumah ini.
Ia memijit pelipisnya pelan , rasa sakit di kakinya semakin menjadi lalu flow melangkah menuju sebuah kamar yang terdapat 1 buah kasur.
Tanpa pikir panjang , flow langsung saja membanting punggung ke kasur bersprai putih bersih itu dengan kasar.
" Aww "
Segera ia bangkit dan meringis sambil memegang punggungnya.
"keras sekali kasur ini , seperti batu bata."
meskipun begitu flow tetap saja mau merebahkan tubuh kecilnya di atas kasur itu , tapi kali ini secara perlahan.
Dia meringkuk , entah kenapa kejadian beberapa jam yang lalu seakan - akan berputar kembali.
Dimana dengan sadisnya perampok itu menusuk perut ayahnya.John Lebenzon.
Dan dengan kejamnya pula perampok itu melepaskan peluru di punggung ibunya.Elisabeth Lebenzon.
Mata birunya kini terpejam rapat-rapat seakan mencoba melupakan kejadian tadi tapi dia tidak bisa.
" Kau siapa ? Kenapa di kamarku ?"
Suara kecil itu menyadarkan flow dari ingatan pahitnya.
Perlahan flow membuka matanya dan mendapati gadis kecil dengan rambut coklat kemerahan sebahu sedang menatapnya polos.
Flow menatap manik mata gadis itu dengan tenang , seperti tak ada rasa takut lagi sekarang.
Hatinya serasa damai dan nyaman dengan tatapan mata coklat itu.
Mulut flow perlahan terbuka dan mengeluarkan suara.
"Namaku Flow Lobenzon , kau siapa ? maaf aku hanya menumpang tidur sebentar"
tanya flow pada gadis di depannya kini.
Flow bangkit dan duduk bersila di atas tempat tidur yang keras itu.
dengan senyum manisnya gadis itu menjawab
"Tidak apa-apa , Namaku Ester Sheen"
YOU ARE READING
A L O N E
General FictionDisaat semuanya hilang tak tersisa , Dia meringkuk di atas kasur yang keras seperti bata. Mencoba melupakan apa yang terjadi. Memejamkan mata birunya dengan erat. Seakan takut kejadian itu terulang lagi dan saat ia membuka matanya ada bidadari kecil...
