1. Febri : mahluk lamban dan polos berasal dari semak-semak (soalnya tidak ada yang mau mengaku sebagai orangtuanya). karena kepolosannya itulah menimbulkan percikan-percikan kekesalan para senior penghuni Camp.
2. Widia : Ibu angkat si Barong (kucing jalanan) seorang gadis yang mengaku jenius versi dia sendiri. Perawakan mirip ayu tingtong. Sering teriak-teriak ga jelas di kamarnya.
3. Rosma : Remaja imut (kelingkingnya), yang mandinya paling lama, kalo piket paling bersih. Kami tidak butuh harviks untuk membersikan kamar mandi. Cukup Rosma, kerak2 pudar.
4. Ayu : Anak fisika, semester akhir plus plus. Baik hati dan gemar mengaji. Suka dengerin lagunya bang Roma, tapi pas dia nyanyi pasti fals, tapi tetep minta dipuji. Pinter masak dan tukang palak.
5. Upiet : Anak gadis kurang nutrisi, tubuhnya cuma terdiri dari dua elemen, tulang dan kulit. Mempunyai kelebaran jidat diatas rata-rata dan langganan ingus.
6. Rahma : Hijaber magang beralis jarang. Kalo ngomong betawi banget, dan bisa terdengar satu kompleks. Sering bakar kemiri buat nebelin alisnya. Tapi hasilnya nihil sampe sekarang. Gue rekomendasiin pensil alis merk wardah, halal. Kalo takut luntur, yaudah, pake spidol permanen.
Aku : si penulis, yang pernah menjadi bagian dari mereka 😥
Cerita ini hanya imajinasiku!
YOU ARE READING
My Camp
HumorIni adalah imajinasi yang terinsfirasi dari keseharian sekumpulan remaja perempuan yang beda orang tua, bernaung dalam satu atap yang mereka beri nama .....
