*Author POV*
Jeon jungkook seorang namja manis yang berasal dari Busan. Ia tinggal bersama adik semata wayangnya bernama Jeon jeno, semenjak orang tua mereka meninggal setahun yang lalu akibat kecelakaan, jungkook harus banting tulang mencari nafkah untuk membiayai hidupnya dan adiknya, maklum saja keluarganya hanya keluarga yang sederhana appanya hanya seorang pegawai swasta biasa dan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa, sedangkan jungkook hanya tamatan senior high school karena ia memutuskan untuk bekerja daripada meneruskan pendidikannya. Dan sekarang jungkook bekerja disebuah cafe sederhana yang berada di seoul. ya, jungkook dan adiknya memutuskan untuk pindah ke seoul dan mengontrak rumah sederhana dengan harga yang cukup murah, karena rumah mereka dibusan harus disita oleh pihak bank karena appanya memilliki hutang yang terbilang cukup besar nominalnya.
*Jungkook POV*
"JEON JENO CEPAT SARAPAN NANTI KAU TERLAMBAT!!!!" Teriakku dari arah dapur "aisshh anak itu lama sekali, dia laki-laki tapi berdandan saja lamanya seperti wanita yang akan pergi berkencan" gerutuku kesal.
"Yak! hyung kenapa kau cerewet sekali sih, aku pusing mendengar teriakanmu setiap pagi" kesalnya sambil duduk diatas meja makan.
"Bagaimana aku tidak kesal kau berdandan saja seperti perempuan, kau tau ini sudah siang, 30 menit lagi kau kan masuk kelas. Hyung tidak ingin kau terlambat dan dihukum oleh guru, bagaimana nanti kalau kau kena masalah lalu dikeluarkan dari sekolah bagaimana??? kau tau uang sekolahmu tidak murah" ucapku, entah kenapa raut wajah adikku berubah murung "Mian hyung, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucapnya sambil menundukkan kepalanya. Seketika aku merasa bersalah atas apa yang aku katakan padanya, lalu akupun menghampirinya dan memeluknya dari belakang. "Hyung juga minta maaf sudah memarahimu, hyung hanya tidak mau kau putus sekolah, aku ingin kau melanjutkan pendidikanmu sampai sarjana agar appa dan eomma kita bangga diatas sana" ucapku.
"Ne hyung, aku akan bersekolaah dengan rajin" ucapnya sambil memandangku. Aku pun mengacak rambutnya gemas "Ya sudah cepat kau sarapan lalu lekas berangkat nanti kau ketinggalan bus"
"Ne Hyung" ucapnya.
Kamipun mulai sarapan dengan tenang.
*Jungkook POV End*
~Manggo Cafe
Jungkook memasuki cafe tempatnya bekerja, lalu ia disapa oleh beberapa pelayan disana.
"Hey kook kau baru datang???" tany salah satu pelayan disana yang bernama min yoongi.
"Iya hyung, tadi aku mengurus adikku dulu" jawab jungkook.
"Oh ya sudah, cepat ganti bajumu nanti bos datang kau dimarahi lagi" ucap yoongi, jungkook hanya menganggukkan kepalanya lalu ia kebelakang untuk berganti pakaian.
Beberapa jam kemudian
Jungkook yang sedang melayani pelanggan, tiba-tiba saja ponselnya bergetar
Dddrrrtt ddrrtt ddrrt
"Yoongi hyung bisakah kau layani pelanggan di meja no.3, aku ingin mengangkat telfon dari sekolah jeno aku rasa ada hal penting" ucap jungkook.
"Ya, baiklah kook" jawab yoongi.
Setelah berterima kasih pada yoongi, jungkook pun mengangkat telfonnya.
"Yeobseo" ucap jungkook
"Apakah ini dengan hyungnya jeno?" tanya suara diseberang
"Iya saya jungkook, hyungnya jeno. Apa jeno berbuat salah?" tanya jungkook
"Ah tidak jungkook-ssi, sebenarnya tadi saat pelajaran olahraga jeno tiba-tiba pingsan sambil mimisan dan sekarang ia dibawa ke seoul hospital" ucap orang tersebut, seketika membuat jantung jungkook seperti berhenti berdetak.
ESTÁS LEYENDO
SLAVE
FanfictionJJK : Lebih baik aku menjadi pengemis daripada harus menuruti kemauanmu KTH : Kau turuti kemauanku atau adikmu tak akan selamat Rated : M Warning: NC🔞
