We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

64 10 2
                                        

Namaku Ajax Vittore. Kalian pasti mengenal nama ku dengan baik. Kurasa itu pasti. Mengingat Ayahku seorang pengusaha sukses yang juga salah satu anggota parlemen yang cukup berpengaruh.

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan sepertiku. Kaya, tampan, dan pjnya banyak pelayan yang siapa mempersiapkan segalanya.

Tapi tidak denganku. Aku membenci hidupku disini. Dirumah ini. Mungkin hanya wajah ibuku yang kurindukan dari rumah sialan ini.

Ayahku bernama Aj Vittore. Tapi jika kalian tahu dulu sebelum dia seperti sekarang, namanya lebih panjang dari ini.

Ajax Azz jefferson Vittore. Itu namanya. Nama pria yang sampai saat ini sangat kubenci.

Lilly Deby Vittore. Itu nama ibuku. Wanita yang menurutku Ibu terbaik di dunia. Ada sejuta alasan mengapa aku menyebutnya berelebihan begitu.

Banyak orang bilang hidupku sempurna. Ingin sekali ku tendang bokong setiap mulut sialan yang mengatakannya.

Aku tertekan. Aku gelisah setiap hari.setiap jam. Membuatku pergi meninggalkan rumah di usia 14 tahun. Aku tinggal halte halte Bus, terkadang petugas Sosial mengusirku dan berteriak ' Kau gelandangan Bodoh, enyahlah'.

Hidupku berubah 720 derajat. Dulu segala sesuatunya tersedia untukku. Kini aku kelaparan. Kedinginan. Tapi ini lebih baik dari pada kembali kerumah itu. Rumah sialan itu.

Waktu berlalu membuatku tumbuh kuat. Menjadi pria kekar bagai singa kelaparan.

Ini lah kisahku. Kisah pahit kehidupanku.

Namaku adalah Ajax vittore.

AJAXStories to obsess over. Discover now