"Lo apa apaan sih ?" Aku benar benar kesal dengan cowok di depan ku ini, bayangin aja dia berani main kasar sama perempuan! Gila! Udah sarap nih orang!
"Gak usah ikut campur urusan gue! Urus aja urusan lo sendiri, nih cewek emang berhak buat dapet ganjaran dari apa yang udah dia lakuin." Dia mengucapkan dengan lantang dan penuh dengan kobaran emosi. Begitu juga dengan aku, dari dulu aku paling gak suka kalo ada orang yang melakukan kekerasan. "Eh, denger ya mas yang terhormat. Gue sih gak peduli lo mau kaya gimana gimana, tapi apa lo gak malu ? Lo itu COWOK dan dia itu CEWEK. MAU DITARO DIMANA TUH MUKA ? ANJIR, GUE EMOSI SETENGAH MATI SAMA LO" tanpa menunggu jawaban dari dia aku langsung menarik cewek gak berdosa itu menjauh dari cowok sarap ini. Tapi sayang saat aku sudah mengambil dan menjauhkan cewek itu dari cowok tengil ini, malahan tangan ku yang dicekal oleh nya. "Awas lo cewek yang suka ikut campur urusan orang lain" aku memasang muka nyolot tanpa harus menjawab ucapan cowok ini.
"Lo gapapa ?" "Eng... engga aku gapapa" "itu siapa sih ? Lo ada masalah sama dia ?" "Emm, salah faham aja. Sebelum nya terima kasih kamu udah nyelametin aku dari cowok itu" "iya sama sama, gue paling gak suka cowok yang suka main kasar ke cewek" dia mengangguk dan pamit untuk pulang. Sebelum nya aku sudah mengajukan diri untuk mengantar nya pulang takut kalo cowok sialan itu mengikuti cewek ini.
Aku berjalan gontai menuju kamar ku yang ada dilantai 2, seperti biasa mami dan papi sedang ada perjalanan bisnis sedangkan aku hanya ditinggal berdua dengan bibi pembantu keluarga kami. "Non, mandi dulu ya nih bibi udah siapin air panas." "Ok bi makasih ya" bibi hanya tersenyum dan meninggalkan aku di kamar. Hari ini aku mau santai sebelum besok masuk sekolah baru. Arrggh permintaan mami emang aneh.
Keesokan hari nya aku bangun pukul 05.00 setelah mandi aku langsung sarapan. Aku melihat di meja makan sudah ada mami dan papi. "Mami, papi" "selamat pagi sayang" ucap mereka berbarengan. Aku mengangguk heran dengan tingkah laku mereka. "Nat berangkat ya mam, bye"
Aku menginjak kan kaki ku di SMA permata. Sekolah yang gak pernah aku lirik sama sekali setelah aku kembali dari jerman. "Mau cari siapa dek ?" Tanya salah satu satpam sekolah itu. "Saya natalia wilson pak, mau ber—" "ayo masuk saya antar" potong nya, sikap nya aneh banget. "Ini ruangan nya, adek tunggu disini ya sebentar lagi ibu noni datang" aku mengangguk dan duduk di sofa empuk di dalam ruang kepala sekolah.
Aku mendengar suara pintu terbuka dan melihat seorang wanita yang sangat kharismatik, wajah nya cantik dan masih terlihat sangat muda. Aura pemimpin terlihat jelas dari wajah dan mata itu, apa mata itu begitu mirip dengan mata cowok sialan tengil itu ? Entahlah.
"Selamat pagi, saya noni permata, saya kepala sekolah SMA Permata" "natalia wilson ma'am" ucapku sambil tersenyum ramah ke lawan bicara ku. "Bagaimana sudah siap bertemu teman baru mu ?" "Ya, saya siap!" Ucapku mantap dan mengikuti bu noni, dia sangat ramah dan sangat bersahabat. Dia yang mengajukan diri untuk mengantar aku langsung ke kelas, aku ada di kelas XI-2. "Nah sudah sampai, sampai sini saya mengantarkan kamu. Setelah nya biar guru yang sedang ada di kelas yang mengambil alih, saya permisi nat" "terima kasih bu" aku mengetuk pintu kelas ternyata guru yang sedang mengajar sudah diberi tau sebelum nya. "Silahkan perkenalkan diri kamu" "morning guys, perkenalkan nama saya natalia wilson saya pindahan dari jerman. Mohon kerja sama nya, terima kasih." Ucapku. "Ck!" Semua mata mentap ke sumber suara. Menatap heran. "Gak nyangka gue bisa ketemu sama cewek yang suka ikut campur urusan orang" aku menatap tajam cowok sialan ini, jengah dengan kata kata nya. "Bu, saya boleh duduk ?" "Iya kamu duduk di samping cowok yang ngomong tadi" "WHAT ? saya gak mau bu, saya em duduk ditempat lain aja." Aku menyelidik satu satu ternyata bangku yang kosong cuma bangku anak tengil itu. Arrrgghhh cobaan apa lagi ini.
Aku melangkah lemah ke arah bangku yang akan aku tempatin dua tahun ini. "Diem lo! Gak usah banyak ngomong gue cuma mau lulus dari sekolah ini selamat dan sehat wal afiat" ucapku tanpa menatap ke lawan bicara. Dia tidak bersuara dan hanya menatap ku. "Jadden willy permana" aku menatap langsung ke manik mata nya, heran! Sumpah heran! Kemaren mau kasarin cewek, tadi comment ucapan gue, sekarang tiba tiba manis banget. FIX NIH COWOK PUNYA KEPRIBADIAN GANDA! hiiiii ngeri. Aku hanya menatap tanpa bicar apa apa ke dia dan mulai megikuti pelajaran bu siti, ya nama nya jadul emang.
Kringg kringg kring
"Baik sampai disini pelajaran kita, selamat pagi anak anak" "pagi bu" semua berbarengan. Aku bangkit dari bangku, tangan ku tiba tiba dipegang seseorang. "Lepas!" "Lo mau kemana ? Nanti lo gak tau jalan balik ke kelas lagi" "gue bisa nanya ke orang atau guru" dia melepas tangan ku. Huft selamat. Aku berjalan cepat keluar kelas di belakang dia mengikuti ku, halah sama aja boong deh. "Lo ngapain sih ?" "Ngikutin lo. Takut lo nyasar" "Ck, lo pikir gue anak TK apa ? Gue bisa sendiri." "Emang lo mau kemana ?" "Toilet, mau ikut ?" "BOLEH" ucapnya dengan semangat 45. "MESUM LO NAJIS SONO SONO GAK USAH IKUTIN GUE" aku berlari menginggalkan dia cepat. Jadden hanya tertawa melihat tingkah laku nya. Dia seperti mengingat cewek yang dulu sering sekali dia goda dengan segala keusilan nya. Dia belum puas kalo cewek itu belum sampe nangis. Ya nat nama nya, dia selalu mengingat nya.
"Jad, ikut bunda" "iya bun" jadden mengikuti bunda keruangan nya. "Duduk sayang, udah makan ?" Jadden menggeleng. "Nih bunda bawa bekel, kamu sambil makan yah" "iya bun" "bunda tau kamu udah ketemu dia kan ?" "Siapa bun ?" "Nat kecil kamu" jadden kaget melotot kan mata nya ke arah bunda, tidak percaya. "Nat kecil aku bunda ? Disekolah ini ? Jangan bercanda bunda. Jadden lagi gak mau bercanda" "no jadd, bunda serius" "aku gak percaya" jadden meninggalkan ruangan bunda nya dan tidak bernafsu untuk menghabiskan makanan yang diberikan oleh bunda nya. "Jadd.. jadd" ani berlari kencang ke arah jadden. "Apa ?" "Jadd, kamu belum makan kan ?" "Pergi sana lo." Usir nya, cewek ini bener bener benalu banget di kehidupan nya. Ya, ani. Gadis imut dengan tinggi 160cm punya wajah blasteran indonesia arab. Bisa bayangin dong wajahnya gimana apalagi hidung mancung nya itu lho. Bikin iri cewek cewek indo. Dia sudah 2 tahun ini selalu mendekati jadden. Mungkin punya perasaan, tapi jadden seperti nya sangat jiji dengan cewek ini.
"Woy" tegur ku melihat si cowok sialan ini sedang bengong. "Apa si ? Gak usah ganggu. Gue lagi mikir" "yaelah mikir apa sih lo ? Kaya yang dipikirin nya berat banget" ucapku, sudah hampir seminggu aku duduk di samping cowok ini. Dia masih tetep jadden yang nyebelin kadang menyenangkan. Jarang yaa, bukan kadang. Hampir setiap hari menganggu aku. Apapun yang dia lakuin. "Gue mau dijodohin" "WHAT ? masih jaman ya di jodohin ? Ck, ortu lo kolot banget jadd" "arrgghhh frustasi gue will" ya, dia memanggilku dengan nama belakang, disaat teman teman ku memanggilku dengan 'nat atau natalia' cuma dia yang manggil aku 'will dari wilson'. Cowok luar biasa aneh!
******
Hai hai haaiii saya kembali dengan cerita kedua saya yang judulnya nat and me. Cerita ini dijamin bagus.
JANGAN LUPA VOMENT NYA YAAA DITUNGGU.
BACA JUGA CERITA SAYA YANG JUDUL NYA KAMU, JANGAN LUPA DI VOMENT JUGA YA. DITUNGGU SEMUA NYA.
TERIMA KASIH SEMOGA KALIAN SENANG DENGAN CERITA SAYA YANG INI.
SALAM
Ken
YOU ARE READING
Nat And Me
FanfictionApa jadi nya kalo lo harus hidup sama orang yang dari masih kecil udah jadi musuh bebuyutan ? nasib itu sekarang ada di gue. dan sial nya gue harus ada di perjanjian konyol dua keluarga. Dengan orang itu yang jadi bahan perjanjian nya. Gue harus...
