Dimalam hari, tepatnya hari selasa pukul 10:35pm.
Malam yang dingin, gerimis rintik-rintik, dan yang tersisa hanyalah lamunan.
Tik
Tak
Tik
Tak
Jam terus berjalan, namun isi hati dan fikiranku tetap sama.
" kenapa aku tidak bisa berhenti untuk memikirkan dia?lagi lagi dia, dan dia.dia.dia. rasanya aku lelah!tapi aku bisa apa, aku hanya bisa mengikuti perasaan dan hatiku saja"
Bunyi air sisa dari hujan yang lebat terus menerus menemaniku setiap detiknya...
Hawa dingin yang menusuk ketubuh semakin malam semakin terasa.
Lagi lagi, aku memikirkan dia. Tiada lelahnya aku memikirkan dia, bukan raut mukanya yang terbayang..namun bagaimana kondisinya saat ini, ketika dia jauh dariku. Bukan jauh karena jarak yang memisahkan kita, tapi takdir. Memang sudah saatnya aku dan dia tidak bersama lagi.
Hari demi hari ku lewati dengan kesendirianku.
Tapi aku yakin, beberapa orang yang mengenalku pasti akan berfikir aku adalah wanita yang punya kenalan laki-laki lebih dari satu.
Nyatanya..aku memiliki rasa takut yang besar untuk mencintai laki-laki lagi.
Bukan karena aku takut untuk memulai mencintai, tapi aku takut jika aku dipertemukan dengan lelaki yang salah seperti 'dia' yang selalu ada difikiranku sampai saat ini.
Aku hanyalah perempuan biasa, aku belum bisa menutup auratku dengan sebaik-baiknya, ahlak dan perilaku-ku juga belum baik, dalam diriku masih banyak yang harus diperbaiki lagi. Wajar saja, jika banyak lelaki yang mencintaiku dan tau kekuranganku bisa dengan mudahnya meninggalkan-ku begitu saja
Balik lagi kepada perasaanku saat ini.
Sedikit rindu padanya, ingin memberikan perhatian lebih lagi kepadanya seperti dulu, namun?apadaya, dia tidak suka bila aku perhatian padanya.bagi dia, aku adalah perempuan yang mengatur dia terlalu berlebihan hingga mengubah dirinya jauh dari pribadi aslinya, dan mengubah kebiasaan dia yang tadinya dia lakukan sebelum bersamaku.
Aku selalu berfikir, selama ini aku telah salah dalam bertindak kepadanya. Yang menurutku 'perhatian' justru bagi dia itu adalah 'penjara'. Dia bisa menerima perhatian dan aturanku, tapi seiring berjalannya waktu, dia menyadari bahwa akulah yang salah.aku yang berhasil membuat hidup dia menjadi tidak sebebas dulu saat sebelum bersamaku. Dan akulah yang salah disini menurut dia.
Aku ingin memesan padamu lewat mimpi, Maaf.bukannya aku tidak mau berbicara langsung, tapi aku hanya tidak mau mengganggu hidupmu lagi untuk yang kedua kalinya.
"Biarkan aku pergi dengan berat hati, aku tau jalan pulang terbaikku kemana. Ketika kamu berontak dari 'penjara' yang kubuat, yang menurutku itu adalah 'perhatian dan kasih sayang', aku hanya bisa menangis. Disini aku hanya berniat baik, tidak ada kesan jahat sama sekali. Aku memberikan perhatian lebih kepadamu karena aku tau bahwa akulah yang bisa mengubahmu jauh lebih baik lagi, nyatanya kamu menganggap aku 'terlalu mengatur hidupmu hingga kamu keluar dari dirimu yang asli'.
Maaf, aku yang salah. Aku terlalu menyayangimu hingga aku lupa bahwa yang aku atur adalah orang lain bukan diriku sendiri. Karna aku mencintaimu layaknya kamu adalah diriku.
Aku perduli denganmu, bukan maksudku ingin mengaturmu dan mengubah dirimu.
Aku sayang denganmu, karna itulah aku memberikan perhatian lebih untukmu.
Dan aku merindukanmu selalu, karna aku tidak bisa tidak bertemu denganmu meskipun hanya beberapa saat."
Pesanku terlalu banyak untukmu, aku hanya ingin melihatmu bahagia dengan kesendirian-mu yang kau pinta ini.
Dari kejauhan, aku selalu berdo'a dan memohon kepada Allah agar kamu selalu diberikan perlindungan, diberikan kesehatan, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Tentunya setelah aku mendo'akan orangtuaku, aku akan mendo'akanmu.
Kembali lagi kehatiku yang rapuh...
Bagaikan gelas yang berisi air penuh. Anggap saja bahwa gelas itu adalah wadah dimana aku menaruh isi hatiku.
Dan anggaplah bahwa air itu adalah rasa sayang yang ada dihatiku.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Apa Itu Adalah Air Mataku .....
RomantikSendirian itu ternyata dingin. tidak ada kehangatan sama sekali yang aku rasakan. Dan sekarang yang aku rasakan hanyalah Dingin yang menusuk kedalam tubuh hingga aku Lupa bagaimana caranya menghangatkan kembali diriku ini.
