HE IS MY GIRLFRIEND

4 0 0
                                        


Aku duduk santai di sofa merah bersama seorang gadis cantik berambut sebahu di sampingku, dia begitu antusias melihat layar TV yang ada di hadapan kami.

TV itu sedang mempertontonkan Film Thai yang ku tak tau judul nya, tapi yang jelas Film itu berkisah tentang Laki-laki yang menyukai sesama jenis? Idih apa bagus nya film itu? Bikin aku mual saja. Tapi gadis di sampingku ini begitu menyukainya.

"Ahhhh!!!! Sweet banget ya ampun.." ucapnya dengan mata berbinar. Liat begituan aja berbinar.

"Idih apa bagusnya sih film begituan? Jijik Oppa liat nya."
"Aduh Oppa, mereka itu lucu banget. Greget-greget gitu. Oppa mah gak tau sih. Yaoi itu sensasinya beda loh.." jawabnya dengan muka menggemaskan. Aku menatapnya aneh.

"Jangan-jangan kamu Yuri lagi?"

"Dih enak aja. Nggk lah. Aku itu cuma suka aja Oppa, suka liat bukan berarti beneran kayak gitu loh. Malahan orang yang biasa kayak Oppa gini yang biasanya beneran Yaoi"

"Enak aja sembarangan. Oppa dari dulu juga ya suka kamu dong sayangku, jenongku.." aku mencubit gemas pipinya yang gak terlalu cubby itu.

"Emmm mana buktinya?" Tanyanya tersenyum penuh arti.

Segera ku lemparkan kerlingan mata nakal ku padanya, dan tanpa membuang waktu aku membalikan posisi dudukku menghadapnya, menarik dagunya dan menempelkan bibirku yang dingin ini menempel bibirnya yang hangat.

Dan.....

'Sambala.. sambala... samba.... sambalado.. terasa pedas.. terasa paanaassss'

Suara dering telpon itu membuat surga dunia pecah sudah dan gadis itu spontan mendorong tubuhku sampai terjengkang ke lantai. Gila, ini cewek kuat juga.

"Hadeuh ganggung aja orang lagi asik.." gerutuku kesal.

"Suutt!!! Ini Bundo..."

"Hah!! Bundo Intan????" Kataku kaget dan dia mengangguk dengan tatapan horor. Oh tidak, kenapa Nenek Sihir itu selalu mengganggu kami?

Diapun menjawab telpon dari Nenek Sihir itu dengan tubuh yang gemetar.

"Iya Bundo.. aduh jangan teriak dong nanti telinga Lani robek... Hah, Seung Hyun? Nggak kok, Lani lagi di rumah temen... iya ih bawel Bundo mah, lagian brangkat kuliahnya juga besok.. eh bundo sinyal nya ilang nih.. halo!!! Halo!!!" Segera dia tutup telponnya lalu kami berdua menghela nafas lega secara bersamaan.

"Kamu serius mau brangkat kuliah ke Bandung besok?" Tanyaku. Dan dia mengangguk pelan lalu tersenyum manis.

"Iya. Gak papa ya LDR-an juga. Awas loh kalo Oppa nyari cewek lain di kost-an baru Oppa, atau jangan-jangan mau cari cowok lagi?" Dia menatapku curiga namun dengan senyum.

"Emangnya Oppa cowok apaan? Jelas-jelas ada kamu.." aku tersenyum nakal dan kembali mendekatkan tubuhku padanya, tapi...

Bug!!!!

Dia menimpukku dengan tas nya. Lagi-lagi aku terjengkang, buset dah emang udah nasib.

"Ih Oppa apaan sih kan tadi udah... Ayo cepet anter aku pulang." Katanya sok galak lalu berdiri dan keluar dari ruang TV rumahku. Hadeuh padahal terakhiran kan sebelum dia pergi jauh.

Akupun mengantarnya menggunakan motorku sampai depan kompleks rumahnya.
Dia turun dan memberikan helm nya, aku membuka helmku dan menggenggam tangannya.

"Kamu serius mau ke bandung? Gak disini aja?"

"Itu udah keputusan aku Oppa, bukan karna di suruh sama Bundo. Yaudah aku duluan yah. Bye.." diapun berjalan pergi.

HE IS MY GIRLFRIEDStories to obsess over. Discover now