BAHAGIA ITU SEDERHANA

26 6 1
                                        

Hello guys maklum Alur cerbung ngadat....

jadi gue bikin cerpen tapi gak tau nyambung atau enggak

nikmatin aja ya hahhah :D

Cekidot


Kaki itu melangkah dengan santainya mengikuti jalan setapak yang sedikir basah, udara lembab tanah menyeruak kedalam indra penciumannya membuat saraf organ dalam diri gadis tersebut terasa rileks. Hari masih pagi, jejak-jejak sisa hujan tadi malam masih terasa. Kenapa pagi begini gadis itu sudah berjalan? Yups gadis tersebut harus berangkat menuju sekolah dari pagi karena jarak rumah dengan sekolah yang cukup jauh. Sambil membawa keranjang berisi beraneka ragam kue-kue unik yang akan ia titipkan ditempat penjual makanan ringan. Suasana pedesaan menurut dia terasa menenangkan sambil bersenandung kecil lolos dari bibirnya. Saat gadis tersebut berpapasan dengan orang lain tak lupa suara lembutnya berserta senyumanya menyapa orang-orang tersebut.

SIVIA! Suara bass terkesan berat dari arah belakang memanggilnya.

Gadis yang berjalan di pagi-pagi buta adalah Sivia Azizah. Seorang gadis yang beranjak remaja, gadis yang sama bersekolah dengan seseorang yang menyerukan namanya. Sivia gadis tersebut menghentikan langkah, lalu menoleh sedikit memastikan siapa yang memanggilnya walaupun sebenarnya sudah hafal dengan suara bass seseorang tersebut. Kemudian dia melanjutkan langkahnya yang tertunda.

"Kebiasan deh itu cewek" gerutu seseorang tersebut sambil berlari mengejar gadis tersebut yang sudah melangkah lagi.

Setelah langkah mereka sejajar cowok tersebut langsung mengeluarkan kekesalannya.

"ya elah vi gak bisa ya nunggu gue sebentar aja" omel cowok tersebut.

"yah setidaknya tadi gue udah nengok sebentar kurang baik apa coba" sahut gadis itu seenaknya.

"iya deh udah nengok walaupun sepersekian detik. Wah kuenya vi pengen deh gue minta ya" kata cowok tersebut sambil ingin mengambil kue di keranjang.

"Gak. Kembaliin ini kan buat dijual! Loe mah bilangnya minta satu tapi ujung-ujungnya lebih dari satu" omel via sambil mengambil kue yang dipegang cowok tersebut.

"Yaelah vi pelit amat sih minta satu doang. Kalau ambil lebih karena kue loh aja yang terlalu enak. Jadi ya kalap deh ngambilnya hehhee" cengir cowok tersebut.

"sekali gak ya tetep gak. Udah deket juga itu sama warung ibu yang mau gue titipin, loe tunggu sini bentar ya" tegas via sambil menaruh kue kekeranjang dan beralari-lari kecil kearah warung tersebut.

Setelah sampai di depan warung tidak lupa via menyapa Ibu warung

"Pagi Bu Nina" sapa via dengan senyuman khasnya

"Pagi juga Via" sapa ibu warung.

"Bu Ini Via titip kue ya sekarang jumlahnya 30 biji bu, nanti sehabis pulang sekolah via ambil lagi ya bu keranjangnya."

"siap mbak via"

" oh iya. Sudah mau siang bu. Via pamit dulu ya bu mau berangkat sekolah nanti telat udah agak siangan juga hehhee" kata via sambil menyalami ibu Nina

"hati-hati nak Via." pesan bu Nina sebulm Via beranjak dari toko

Via dan cowok tersebut kembali berjalan beriring-iringan ke jalan raya menuju kota. mereka berdua berhenti di halte menunggu bus lewat yang biasanya mengantarkan ke sekolah. Kurang dari lima menit bus yang mereka tunggu pun berhenti di depan mereka. lalu, mereka menaiki bus tersebut. Beruntung bus tersebut masih sepi jadinya mereka mendapatkan tempat duduk. Bus pun mulai berjalan lama-lama bus mulai sesak. Cowok yang disampingnya pun mengeluh.

Ai ajuns la finalul capitolelor publicate.

⏰ Ultima actualizare: Mar 06, 2017 ⏰

Adaugă această povestire la Biblioteca ta pentru a primi notificări despre capitolele noi!

BAHAGIA ITU SEDERHANAPovești de care să fii obsedat. Descoperă acum