We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

prolog

174 6 0
                                        

Di gelapnya malam terdengar koakkan burung gagak yang menari-nari di sekitar bulan . kelelawar yang biasanya mencari makanan di malam hari kini terlihat mengerubungi langit yang kian terang dengan bulan yang bersinar.
Purnama yang memancarkan sinarnya menembus di antara jendela-jendela yang terbuka, angin yang menerpa semakin menusuk-nusuk kulit ketika dinginnya malam di rasakan oleh kulit yang tak terlindungi .

Di sela sela hutan bagian barat terdapat sebuah mansion yang sangat besar . suara jeritan dan erangan terdengar ketika sang wanita tengah berusaha mengeluarkan sang buah hati untuk melihat dunia .

"Arrgghhtt.." erangan terakhir itu adalah ketika sang bayi keluar dari rahim sang ibu .

Tidak ada tangisan seperti kebanyakan bayi yang baru lahir dan langsung menangis . mata kecil itu langsung terbuka , dan hazel sang ayah terlihat membulatkan matanya melihat keanehan terhadap anaknya yang baru saja terlahir.

"apa maksud semua ini" seru pria itu . ia menatap ke seorang tabib yang membantu istrinya untuk melahirkan tadi .

Hening.

Tidak ada jawaban dari sang raja yang bertanya kepada semua orang yang berada di sana

"Maaf lord , saya rasa ini adalah anak yang di ramalkan tersebut" tiba-tiba seseorang di antara mereka berucap kepada sang lord yang kini menatap tetua kepercayaannya .

" tapi aku tidak merasakan kekuatan itu di dalam dirinya " sang lord menatap heran kepada bayi yang belum bersuara tersebut .

"Mungkin saja-"

" maaf tuan, keadaan nyonya sangat kritis" sela seorang tabib yang bajunya di lumuri darah .

Ia menatap sang istri yang tengah tak sadarkan diri ,lalu ia menghampirinya dan menggenggam tangan sang istri yang mulai mendingin " segera lakukan sesuatu. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya!" teriaknya . langsung saja semuanya berusaha untuk menyelamatkan permaisuri sang raja yang sedang mentapnya khawatir . tiba-tiba saja semuanya terdiam , mentap sendu kepada raga wanita yang baru saja melahirkan putrinya .

"Kenapa kalian diam saja!!"

"Maaf lord , permaisuri sudah tiada " ucap tabib tersebut dengan lirih . ia tersentak lalu memejamkan matanya dan menunduk untuk menyembunyikan air mata yang menetes seiring tangan sang istri yang semakin mendingin .

War Of Devil'sStories to obsess over. Discover now