Part 1

18 1 0
                                        


"Mom, ini sudah jam 8! Apa dia belum datang?"

Aku panik dan tak terasa air mataku yang sudah tidak terbendung lagi, mulai jatuh mengalir dipipiku. Tepat hari ini pernikahanku dengan Rey, tapi lelaki itu tidak dating.

Reina, sepupuku memberitahu bahwa mempelai pria belum datang. Semua undangan telah hadir dari satu jam sebelum acara dimulai, memenuhi gereja tempat pernikahan kami akan dilangsungkan, jika dia benar tidak datang betapa malunya aku dan keluargaku dengan semua orang disini.

"Mom."

Pintu terbuka, terlihat seorang perempuan paruh baya yang masih cantik diumurnya sekarang menghampiriku beliau ibu mempelai pria.

"Nak, maafkan mama."

"Aku tidak tahan lagi! Na kemarikan telepon genggamnya, aku akan menelponnya."

Reina segera memberikan telepon genggam yang berada di tangannya dan langsung menghubungi Rey, tapi tidak ada jawaban sama sekali darinya.

Sampai akhirnya semua menjadi gelap seketika.

"Panggilkan Ambulance segera!"

~~~

Rey tampak frustasi dengan foto-foto yang sudah bertebaran di atas mejanya.

"Siapa yang berani mengirim foto murahan seperti ini?"

"Kau masih disini? Oh my God! She is?" tanyanya terkejut.

"Aku tidak percaya dia akan melakukan semua ini."

"Ya, aku pikir juga demikian tapi kenyataannya memang dia."

Rey berdiri dari bangku yang ia duduki dan berjalan menuju bar kecilnya.

"Dan kau percaya semua ini begitu saja? Oh, come on Rey kamu tidak sebodoh itu!"

Rey hanya terdiam memegang gelas wine merenungkan perkataan Theo.

~~~~~

Bau ini seperti rumah sakit, aku membuka mataku dan melihat sekelilingku untuk mencari sosok pria tersebut berharap bahwa dia akan datang.

"Kau sudah sadar?"

"Iya mom."

Mengingat kembali hari ini masih hari pernikahannya tapi bukannya bahagia malah dia terkapar di rumah sakit dengan perasaan menyedihkan sebagai seorang pengantin yang ditinggal di hari Pernikahannya.

Jane ibu Kiana segera memencet tombol untuk memanggil suster yang bekerja, memberitahukan bahwa Kiana sudah siuman.

"Bagaimana keadaanmu sekarang nona?" tanya dokter tersebut sambil mengecheck kondisi tubuh. "Besok pagi anda bisa pulang nona." lanjutnya

"Mom, dia tidak datang?"

------------

Bunyi telepon terus menerus berdering.

"Halo?"

--------------

"Apa?! apa yang kau katakan, tidak mungkin semua itu terjadi."

--------------

"Aku tidak mempercayaimu, tunjukkan buktinya! Selama bukti itu belum ditanganku, aku tidak akan pernah percaya!"

~~~~~~~~~

SceltaWhere stories live. Discover now