1

29 5 0
                                        

Aku alessia olivia firdaus lahir 16 tahun lalu, sedang memegang susu coklat berjalan dengan anggun. Menuju SMA merah putih serta rambut ikal di geraikan. Cantik!

"Yap sial bocor, kenapa harus bocor sih untung sekolah nggak jauh lagi" aku berbicara komar kamit dengan diri ku sendiri. Pagi ini memang hari pertama kembali ke sekolah setelah libur semester 2 kelas 10. Namun sial mobil ku bocor, dan untungnya sekolah nya nggak jauh lagi. Aku hanya menelfon tukang ban langganan keluarga. Trus sisanya yah jalan deh. Kuat kok!

Aku menghirup aroma susu coklat ku, harum sangat menggoda. Ku sruputkan ke mulut ku dan ku minum. Sesaat terdengar dari kejauhan bel masuk berbunyi.
"Yak bunyi" aku kembali berlari kencang, dan tepat aku tidak telat.
"Aduh capek gue, uhhhh" nafasku sesak tapi aku terus berjalan menuju kelas untuk meletakkan tas ku.

"Viaa... gue ada berita dingin pagi ini" teriak moca
"Apa an tapi gue udah dingin moca" aku tertawa liat teman sebangku ku itu.

Sebelumnya aku udah tau aku kelas dimana sekelas sama siapa. Karena sma ku ini update nya lewat sosmed ,jadi apapun berita kami mudah untuk mengetahuinya.
"Via, maksud gue tu berita terhangat" rengek moca.
"Yaudah gue juga bercanda, nanti aja ceritain nya,sekarang kita upacara dulu" aku memegang tangan moca menariknya kelapangan upacara.

Seperti pada senin biasanya agenda upacara hanya itu-itu saja. Yang bedanya amanat pembina. Aku berbaris sejajar di kelas XI ips 2, memang kelas nya di acak kembali dan syukurnya aku sekelas lagi sama si moca, yang mulutnya kayak beo, tapi aku suka.

*****
Upacara selesai, siswa siswi sma merah putih kembali ke ruang kelas masing masing. Begitu pun aku dan moca yang sejak tadi nggak sabar untuk menceritakan ceritanya kepadaku.

"Vi gini nih ceritanya" moca memulai
"Apa?" Aku mulai duduk saksama mendengar cerita moca.
"Jadi gini, ig gue di follow jb" mata moca melotot menerangkan ceritanya.
"Oo maksud lo justin bieber?"
" iya justin gue vi"
"Emang lo yakin, itu akunnya asli punya jb?, gue rasa sih nggak ya"
"Lo harus percaya gue vi, nih gue lihatin"
"Coba gue cek,"
"Coba aja"
"Hahahahahahahahahaha"aku tertawa lepas ya tertawa
"Kenapa lo vi," menarik hp nya
"Makan no jb palsu lo mo" aku menabok moca yang lagi termagun melihat ponselnya.
"Viaaaaaaaa gue malu" moca merengek
"Haha nggak papa kan cuman gue yang.tau kan aman!" Aku mengusap kepala moca.

Pak stefan masuk,"pagi anak anak"
"Pagi pak" serentak kompak kelas baru ku, kayaknya nggak akan membosankan.
"Baik kalian sudah tau bapak kan, bapak guru paling ganteng" pak stefan dengan pd nya berkata seperti itu.
"Kata siapa pak, wong aku lh yang paling ganteng". Diro angkat bicara
"Haha, ya ya kamu ganteng nggak sengaja"
"Hahahahahaha" satu kelas heboh bak stadion sepak bola.

Yap tepat pak stefan hermawan adalah wali kelas XI ips 2 saat ini. Syukur banget dapet bapak sekece dan nggak kiler kayak guru guru lain, yang super duper membosankan.

Pagi itu sekolah hanya memperkenalkan wali kelas baru. Sisanya hanya main, dan bagi anak kelas X hari perkenalan.

****
"Ke perpus yuk" ajak moca, "bosan di kelas lagian kita nggak ngapa-ngapain, mending liat anak futsal main,yuk!" Sambungnya.
"Lo sarap, orang kalau ke perpus itu baca buku bukan ngeliatin cowok main futsal" tegas ku.
"Iya baca buku sambil liat cowok main futsal emang nggak boleh" cemberut
"Iya iya boleh, cepet" aku mengambil ponsel ku.

Aku berjalan melewati koridor koridor sekolah bersama moca,yap sampai.
"Yuk,"
"Iya oh ya mau baca buku apaan?" Tanya moca
"Buku apa an ya?terserah" singkat jawab ku.

Brak!
"Lo hati hati dong, nggak ngeliat gue jalan, ha?" Moca membentak
"Sory gue nggak ngeliat lo,"
Terdengar moca marah, aku mencari nya di dalam perpus itu.
"Ada apa mo," tanyaku
"Ini liat,ni orang sengaja banget menabrak gue" jawab moca
"Ok, nama lo siapa?" Tanyaku pada cowok itu.
"Gue fino ferdinand" singkat
"Ok fino, gue minta maaf teman gue udah memaki lo"
"Ya, gue juga minta maaf" balas nya
"Sip"

aku langsung menarik tangan moca untuk keteras pustaka tempat santai membaca buku yang di depannya langsung di suguhi lapangan futsal dan basket. Tempat favorit para wanita membaca buku ,sangat indah.
"Lo kenapa sih nggak belain gue vi"
"Apa bukti gue harus bela lo?"
"Lo kan temen gue vi"
"Emang iya ,terus?"
"Ya lo harus bela gue dong"
"Moca sayang, gue ini teman lo yang mau lo tau situasi, gue sayang lo moca nggak mungkin gue biarin teman gue dalam keadaan sesat haha" jelas ku
"Tapi"
"Udah lupain aja masalah tadi, lo pun nggak apa apa tu?
"Mmm yaudah, kalo bukan lo teman sayang gue, gue udah ninggalin lo, muach" moca mencium ku.
"Ii najis"
"Hahaha"

Aku sudah duduk berhadapan dengan moca awalnya kami hanya diam.seketika berubah setelah bola futsal berwarna hitam putih itu mengenai kepalaku.
"Aw" memegang kepala
"Lo kenapa vi, hahaha kena tabok bola"
"Eh ketawa lo, sakit ni anjir siapa tu yang udah nendang bola ke kepala gue,awas" aku mengambil bola nya dan aku sembunyi kan.

Datang seorang cowok yang gue tau nggak salah namanya faizan.
"Maaf gue nggak sengaja lo nggak apa apakan?" Tanya nya
"Nggak gue baik" singkat
"Oh ya nama gue faizan,nama lo"
"Nggak penting"
"Nama gue aja, nama gue moca" moca yang menjawabnya.
"Oh iya" jawab faizan.
"Ada yang tau nggak kemana bola nya pergi?"
"Tu ada di via" moca memonyongkan mulutnya.
"Ooooh, via boleh gue minta bola nya?"
"Nggak, nggak boleh,yuk ca kita cabut bentar lagi juga udah jam pulang"
"Tapi bolanya vi"
"Biarin, siapa yang nyuruh menabok kepala gue" aku pun merasa jahat sekali pada saat itu ya,tapi apalah daya.
"Maafin gue vi, gue nggak sengaja"
"Mo lo mau ikut gue pulang atau nggak?"
"Iya gue ikut lo" moca menurut

Aku dan moca pun pergi, namun sesekali aku melihat faizan seperti patung membeku, aku rasa bola ini punya sekolah. Dan itu artinya faizan siap siap kena jatah hahahah, batinku!

Bel pulang berbunyi,.....
siswa siswi sma merah putih pun berhamburan keluar.
"Vi gue numpang naik mobil lo ya"
"Astaga mobil gue lupa, ada di bengkel"
"Trus kita pulang pakai ?"
"Taksi" aku menjawab singkat
"Tapi vi gue nggak a.."
"Gue yang  bayar" aku memotong
"Yeah ulala"

Aku pun pulang bersama moca dengan taksi,dan menggedong bola. Sebenarnya malas tapi ya sudah lah.

man trustWhere stories live. Discover now