Derap langkah kaki terdengar, terlihat seorang wanita yang tengah berjalan di lorong toko-toko menuju sebuah mobil bus jemputan, sambil mendengarkan musik sesekali ia menyapa para karyawan toko lainnya.
Ketika dia hendak menuruni tangga, seorang laki-laki memanggilnya, karna tengah mendengarkan musik dengan headphonenya dia tak mendengar panggilan itu.
"Nay tunggu dong.. " sebuah tangan kekar menarik tangan gadis tersebut.
Sontak gadis tersebut hampir menampar laki-laki yang menarik tangannya itu.
"Ya ampun mas, kirain aku siapa, untung ga labas nih tangan "ujar gadis itu
Gadis yang mempunyai nama Nayla Desfriana atau sering di panggil Nanay atau Nay itu langsung mematikan headphone nya.
"Abis kamu di panggil dari tadi sama mas gak nyaut "balas pria itu
Mas adalah panggilan khusus untuk Raka.
Ya Raka Alitsir Hutagalung yakni anak dari seorang Pengusaha yang tengah merintis usaha di toko besar tempat Nayla bekerja. Pria tampan dan terbilang mapan di usianya saat ini, banyak yang jatuh hati pada Pengusaha muda itu tapi dapat di sayangkan dia hanya menyukai satu orang , yang baru kenal dekat dengannya.
Nayla Desfriana gadis yang baru lulus SMA beberapa bulan yang lalu, gadis yang begitu cerdas, tak hanya cerdas, dia juga periang, mudah bersosialisasi dan juga sangat menyukai musik sehingga membuat raka jatuh hati kepada nya.
"Nih (sambil menunjukkan headphone yang tengah di pakenya) jadi mau denger gimana? orang aku pake ini "
"Mmm.. Ya pantesan "ujar raka "oh iya mau pulang sekarang? "
"Iya, tuhkan sampe lupa, udah dulu ya busnya udah mau berangkat tuh "
"Kamu pulang bareng mas aja ya" ajak raka " mas pengen ngajak ke suatu tempat dulu. "
" gak bisa mas sepulang dari sini aku harus siap-siap kuliah " kata gadis yang baru masuk kuliah semester pertama itu.
Selain bekerja di hari libur dan sip pagi atau siangnya nya Nayla mengikuti kuliah kelas karyawan, dia merupakan Mahasiswa jurusan Ilmu Hukum di salah satu universitas di Bandung.
Bandung bukan kota asal dan tempat kerjanya, hanya saja dia menyesuaikan dengan tempat dia kuliah.
"Iya nanti mas antar "bujuk raka "ya mau ya "sambung nya
"Tapi jangan lama-lama ya mas "
"Iya gakan lama ko,paling pulang subuh, hahaha "goda raka
"Gapapa nyampe subuh asal nanti semua tugas aku selama satu semester ini mas yang kerjain "
Raka pun tertawa kecil.
"Yuk pulang "ujar raka sambil menarik Nayla ke tempat parkir dan pulang.
•••
Selama beberapa menit perjalanan suasana sangat sunyi, tak ada yang memulai pembicaraan, dan Nayla pun terlihat sangat betah melihat pemandangan di balik jendela mobil.
"Udah makan? " tanya Raka memulai pembicaraan
Nayla pun berbalik menghadap Raka dan hanya menggeleng.
"Kenapa belum makan coba? "
Nayla memutar bola matanya kesal.
"Tadi ga nafsu makan, masa tadi ada si geng Cabal " Nayla mengadu seperti seorang anak kecil, meski Nayla sudah menginjak 18 tahun tapi sikap dia masih seperti anak kecil karena kemanjaan nya dulu kepada orang tua khususnya kepada ayahnya yang dia sayangi, dan apalagi Ketika bersama Raka, orang yang telah dia anggap kakak sendiri, yang sudah mengajarkan kemandirian kepada Nayla sehingga sifat manjanya kini perlahan mulai hilang.
BẠN ĐANG ĐỌC
NAYRA
Lãng mạnNayla atau yang sering akrab disapa Nay, adalah seorang mahasiswi ilmu hukum di kota Bandung, karena jauh dari orang tuanya saat ini Nayla bekerja di sebuah Restoran besar untuk membiayai uang kuliahnya, biaya kost dan makan sehari-hari sendiri. Nay...
