Maya Pov
Aku masih mengingatnya dengan jelas dan sangat jelas. Apa yang telah dia lakukan pada ku dulu. Dan sekarang dia kembali, mengorek luka lama yang sudah kering ini. Aku ta pernah tau kesalahan apa yan telah ku perbuat sehinga membuatnya begitu membenciku sungguh ini tak masuk akal. Berkali-kali aku menanyakan walaupun hanya di sela-sela perbincangan kita dulu namun dia tak pernah memberiku jawaban dan alasan. Dia hanya acuh dan memasang sikap dinginnya itu dan acuh pada ku. Malam ini aku tak bisa tidur. Aku terus memikirkannya. Entah, kenapa perih itu datang kembali. Apa luka ku telah terbuka kembali?
Arman Pov
Aku memikirkannya kembali. Setelah sekian lamanya aku memendam rasa ini dan sejenak lupa akan sosoknya. Kini,aku kembali merasakannya. Rasa itu masih ada dan masih sama padamu. Tapi, aku terlalu bodoh karena ingin membunuh diriku sendiri untuknya. Aku sakit dan teramat sakit. Bahkan saat hanya mendengar namanya sudah cukup menusuk ulu hatiku. Apalagi kembali bertatap muka padanya itu sudah cukup merobek hati ini. Ingin saat itu aku hampir mati. Ya mati menahan sakitnya hati karena mencintai dan mengagumi nya dalam diam dan kebisuan. Berpura-pura tak terjadi apa-apa dan biasa saja. Namun pada kenyataannya tidak. Hingga sampai saat akan berpisah aku hanya bisa diam dan membisu bahkan bersandiwara untuk acuh padanya. Dan saat ini akankah seperti itu, apakah aku harus menepis rasa ini dan menyakiti batinku lagi. Sepertinya lebih dari itu. Tuhan, kalopun dia baik untuk ku maka dekatkanlah. Dan biarkan rasa ini tetap ada.
***
"May,bisa gak sih loe diem!"bentak pria bernama Arman ini kepada gadis bernama Maya.
"Ma... Maaf,Man,"ucapnya lirik."Aku gak bermaksud buat banyak tanya. Kamu marah ya? Sorry",lanjut nya.
Sementara Arman hanya menghela nafasnya. Kemudian mereka diam dan tak ada pembicaraan yang serius. Saling sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sesekali mencuri-curi pandang satu sama lain. Arman terus melajukan mobilnya kali ini dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Membuat gadis yang duduk sampingnya merasa takut. Namun,ia hanya menelan luda dan menarik nafasnya agar tetap tenang dan tak ingin bertingkah apapun lagi.
Dalam hatinya terus menyebutkan nama Sang Pelindungnya. Dia memejamkan matanya dan terus beristigfar suaranya di pelankan agar pria di sampingnya tak mendengarnya suaranya. Kepalanya terasa pusing dan perutnya mual. Wajahnya yang tadinya merona kini tampak memucat bahkan bibirnya yang tadi berwarna merah muda segar kini berubah jadi biru. Pandangannya kabur dan berkuna-kunang. Keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya,nafasnya terasa sesak dan mencekik lehernya. Perlahan ia mencengkram kuat lengan pengemudi mobil tersebut. Dan kesadarannya pun tak bisa dia kendalikan. Dia tak sadarkan diri.
Sekuat tenaga Arman mengerem mobilnya berhenti di pinggir jalan dan terlihat tampak panik.
"Maya!!!!"pekiknya kaget melihat kondisi Maya yang sudah tak sadarkan diri itu.
Di goyangkan tubuh gadis itu namun tetap tak ada respon. Lalu ia mengecek denyut nadinya pada pergelangan tangan Maya. Dan matanya terbelalak ketika diketahui denyutnya sanagat lemah. Perasaannya kalut dan merasa bersalah pada gadis itu. Dia pasti sangat ketakutan? Pikirnya."Maaf!"Diangatnya kepala gadis itu dengan kedua telapak tangannya.
"May, kamu kenapa?"tanya nya panik namun tetap tidak ada respon. Diusapnya lembut kening gadis itu dan ditatapnya lekat. Direngkuh dan dipeluknya tubuh gadis itu. Air matanya menetes perlahan. Dikaitkan tangannya dengan tangan gadis itu untuk menenangkan perasaannya. "Bertahanlah,Maya!"lirihnya hampir tak terdengar.Setelah tenang dia melakukan mobilnya Ke Rumah sakit terdekat.
VOUS LISEZ
Apa Salah Ku ?
ChickLitSebelumnya cerita ini pernah saya publish di akun wattpad lainnya tapi karena saya lupa akun saya maka saya buat ulang dengan yang baru. untuk nama masih sama bahkan ceritanya pun juga sama. hanya judulnya ganti. untuk cerita dari awalnya beda karen...
