Prolog

5 3 0
                                        

•Hello, ini cerita pertama yang aku post. Yes I'am newbie
Hope you like it.
Ditunggu krisarnya qaqaa ^^
enjoyed~

••••••••••••••••••
Bukan ku tak tau ataupun tak ingin, tapi karna ku tau ini tak mungkin. Memaksakan hal yang seharus berjalan tulus itu tak baik.

~~•••~~~

"Kenapa lagi?" tanyanya pada gadis yang baru saja duduk disebelahnya. "Biasa, nuntut lagi dan gue yang disalahin" jawab gadis itu sambil berusaha menutupi lengannya yang di plester.Entah kenapa ia menutupinya padahal itu sia-sia karna orang yang disebelahnya sudah mengetahuinya.
"Gini yaa, gue tau lo ada masalah tapi jangan kaya gini lah,lana" tukasnya ke gadis yang dipanggilnya lana. Sedangkan yang dimaksud malah menyumpal telinganya dengan earphone.
"Ah lu mah nyebelin, kebiasaan tau gak! lan,lanaa,oi lanaaaa!!"rengeknya. "Alana lo mau jadi pacar gue?" tanya seorang pria tiba-tiba. "Hah? kalah ToD lagi lu Ngga? duh kita ini udah putus nyambung 18x loh. Lo kalo gabisa main yaa gausah ikutan dah" cerocos Alana langsung bangun,bukannya ia pake earphone? "Eh nyet gue tadi ngedumel lu ga nyaut lah ini kingkong datang langsung lo sautin, mery gabisa diginiin qaa :(" protes Mery. "Berisik lu mer, masih pagi juga. Oke Angga gue mau tapi nanti pas bell bunyi kita putus yaa, udahkan sanah sanah gue mau tidur. Elu juga mer ambil aja buku fisika gue lu contek aja jawabannya daripada bacot mulu lo" jelas Alana. Karna tak ingin ribut mereka pun mengikuti intruksi Alana.

"Gimana ngga, si doi mau?" tanya doni
"Maulah tapi pas bell masuk bunyi katanya putus" jelas Angga. "Duh hahaha elu sih triknya basi" olok romi. "Iya gue tau, tapi gue seneng banget dia inget berapa kali putus nyambung sama gue" tukas Angga senang. "Btw, nanti istirahat si Adi ngajak kumpul" duh ini romi mau mengalihkan kali yaa. "Ayuk aja sih gue mah lagian si lana kayanya bakal milih bertapa di ruang guru kalo diliat dari moodnya" tebak angga.
kringgggg...kringggg
"Ngga kita putus ya!" teriak alana sambil menggosok muka bangun tidurnya. Angga pun hanya menggumankan kata ok padahal dia nyesek banget. "Yang sabar yaa bro! nanti akan ada saatnya doi peka" ujar doni menyemangati.

Sedangkan Alana, ia menganggap biasa saja. Ia memang tau kalo Angga suka padanya tapi ia tak bisa atau ia tau tak mungkin karna ia tak bisa membalas. Karna ia tahu, memaksakan hal yang seharusnya berjalan tulus itu tak baik.

----
* terimakasih telah membaca, ditunggu krisarnya qaqaa ^^

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 01, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Heartbeat Where stories live. Discover now