Bagian satu
Flasback on
"kamu bilang kamu benci melihat perempuan menangis,tapi hari ini kamu sendiri yang bikin aku nangis." ucapku pada reno
"kamu bener lis.aku pernah bilang aku paling benci liat perempuan nangis.tapi maaf untuk kali ini aku harus pergi.
Aku janji,setiap liburan semester aku bakalan pulang.dan nemuin kamu disini, ditempat ini" jawab reno
Flasback off
"yaampun,lis. Gue liat dari tadi lo ngelamun aja.ngelamunin apaan sih?"ucap amel pada calista
"tiap akhir semesterkan emang udah biasa dia ngelamun kaya gitu." tambah erika
"jangan bilang lo masih nungguin sireno?
Lo cantik kali lis,banyak juga yang nunggu lo.tinggal lo buka hati lo pelan-pelan untuk orang lain." ucap amel melanjutkan
"ga segampang itu kali ka,mel. Ngelupain orang yang emang gue sayang. toh reno juga udah janji bakalan balik tiap liburan semester."jawab calista dengan senyuman terpaksanya
"tapi nyatanya udah dua semester si reno itu gapulangkan?gadatangkan?trus buat apa disini lo nunggu dia. Cuman buang buang waktu tau ga."ucap erika
"mungkin buat lo gue nunggu disini hanya buang buang waktu. Tapi buat gue,engga.
Disini gue bakalan nagih janji yang dia buat.
"walaupun nyatanya,dia gadatang?"potong amel
"seengganya gue udah nepatin janji gue,buat nunggu dia disini. Ditempat ini"lanjutt calista dengan bergetar
"kasian gue liat lo lama lama lis,mending lo coba whatsapp dia.mau pulang atau engga"ucap erika
"lagian ngapain juga sih si reno pake pindah ke Amerika,kaya gaada sekolah yang bagus aja di sini."tambah amel.
"lebih baik kita pulang aja yu?udah sore jugakan. Ntar nyokap lo nyariin juga,kan bisa berabe."ajak amel
"gue,mohon.tunggu satu jam lagi,kalau dia gaada kita pulang"jawab calista memohon
Setelah satu jam mereka menunggu,tetapi reno tidak datang. Dan karna haripun sudah mulai gelap, Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dari taman.tentunya dengan sedikit paksaan pada calista
Pada perjalanan pulang, karna calista dan amel tidak membawa mobil. Akhirnya erikalah yang mengantarkan mereka pulang,dan karna jarak dari taman ke rumah amel lebih dekat erika memutuskan untuk mengantarkan amel terlebih dahulu.
Setelah itu,mengantarkan calista untuk pulang.
"makasii yah,ka. Lo mau masuk dulu ga?mumpung dirumah lagi sepi" ucap calista dengan mata sembab
"iya,sama sama.emm kayanya lain kali aja deh gue mampirnya."jawab erika dengan senyuman
"ohh yaudah kalau gitu,gue masuk yaa."jawab calista lagi
"okee. Tapi inget yaa lis,nunggu yang gapasti itu cuman buang buang waktu,bikin hidup lo jadi sia sia! Mau bilang ini demi cinta?yaelah pembuktian cinta engga kaya gitu juga kali lis.
Yaudah gue pulang dulu yaa,see you." ucap erika dengan iba,dan langsung pergi pamit dengan melajukan mobilnya
Setelah erika pergi dan calista pun memasuki rumah dengan fikiran kacaunya.
Melihat seisi rumah sepi,dia memutuskan untuk langsung pergi kekamar untuk beristirahat.
Namun sayangnya,fikiran nya tetap tidak karuan.
Disatu sisi apa yang diucapkan teman temannya tadi benar tetapi disisi lain dia pun tetap mengharapkan kedatangan reno.
"yang diucapkan,erika tadi memang benar.
Buat apa gue cape cape nunggu dia." ucap nya dalam hati
"tapiiiii gue juga,pingin nagih janji dia yang pulang setiap akhir semester." ucapnya dalam hati lagi
"ahhhh,benciii kata TAPI!!"teriak calista.
Toktoktok
"non,ada apa?non tidak apa apa kan?" tanya bi sarmi dengan panik karna mendengar teriakannya dari dalam kamar
"iyaa,engga apa apa bi.bibi lanjut kerja aja,kalau udah selesai langsung tidur aja bi. Gausah nunggu mamah sama papah" jawabku dari dalam kamar
"iyaa non,kalau ada apa apa langsung panggil bibi yaa non. Kalau gitu bibi mau lanjut kerja." ucap bisarmi lagi
"okee bii"jawabku
Setekah bi sarmi pergi, calista pun memutuskan untuk mencoba tidur. Tetapi semakin dipaksakan untuk tidur,matanya tetap tidak mau untuk terpejam.
Fikirannya pun masih sama dengan dua jam yang lalu,kacau.
Sudah pukul 24.00 WIB calista tetap tidak bisa tidur.
Dan tiba tiba hp nya berbunyi, tanda pesan masuk
"reno hermansyaputra"ucap calista pelan,saat membaca notif whatsappnya.
Dengan hati yang berdebar antara kecewa,malas,dan senang bercampur menjadi satu.
Hai,sayang.
Selamat malam, maaf semester kali ini aku gabisa pulang lagi. Disini lagi musim salju,jadi daada pesawat yang terbang menuju jakarta."
D
engan perasaan yang kecewa calista pun mem balas
"yaudah gapapa,udah bisa juga kan. Semester kemarin kamu bilang ini, sekarang kamu bilang itu."
Tak lama reno pun membalas
"maafin aku,lagi lagi ngecewain kamu."
Hanya bisa menghela nafas dengan tangisan, calista pun membalas
"yaudah ga apa apa.
Menurut kamu nunggu yang gapasti itu gimana sih rasanya?"
Tidak lama reno pun membalas
"kalau aku pribadi sih buat apa nunggu yang gapasti?mending milih yang pasti pasti aja.
Kalau kamu nanya gimana rasanya ya pasti gaenak"
Dengan senyum miris,calista membalas
"tapi kata orang itukan sebagai pembuktian cinta?"
Tak lama reno membalas lagi
"pembuktian cinta yaa gakaya gitu juga yang.
pembuktian cinta bukan seberapa lama siapa menunggu siapa.
Kalau aku sih lebih pake logika aja."
Sekarang,bukan hanya dengan senyum miris tetapi ia pun menangis sambil membalas
"karna,kalau pake cinta mulu lama-lama jadi bego ya.
Aku tau, kamu paling jago buat ngejawab dengan kata kata yang jangan diragukan lagi. Sayangnya kamu gapernah,nerapin kata kata cantik kamu buat diri kamu sendiri.
Kamu tau,maksud dari pertanyaan aku tadi?itu yang aku rasain,nunggu yang gapasti.
Kamu tau,jawaban kamu tadi?itu mewakili apa yang pingin aku lakuin.
MEMILIH YANG PASTI."
KAMU SEDANG MEMBACA
Couple(Love)
Teen Fiction"Jika mencintai tidak pernah butuh alasan mengapa meninggalkan harus punya beribu alasan?jika meninggalkan punya beribu alasan,kenapa gapunya beribu alasan untuk bertahan?"
