Pagi itu aku datang lebih awal dari biasanya. Jarang, aku ingin datang lebih awal,tapi entah kenapa ada hal yang sontak membuat aku ingin lebih awal berangkat ke sekolah. Awal yang indah, aku langkahkan kaki kananku di tangga menuju kelas.
Dikelas sudah cukup banyak temanku yang datang. Aku menaruh tasku di meja dan lekas ke luar kelas. Itulah rutinitas ku setiap pagi setelah sampai di sekolah.
Aku mendengar dentum kaki seseorang. Hm sepertinya aku tahu itu siapa. Tak lain tak bukan, dia adalah orang yang dulu adalah teman terbaikku. Sudah masuk minggu kesekian aku sulit untuk memulai menegurnya terlebih dahulu, selalu seperti itu dipagi yang ke dua minggu ini. Namun dentuman itu mulai tak lagi ku dengar, ternyata dia semakin jauh dariku.
Pagi ini adalah pagi ke 27 dimana aku semakin sulit untuk memulai menegur atau sekadar berpapasan. Hal yang mulai aku biasakan setiap harinya, yang dulu jika setiap bertemu selalu bergurau kini aku hanya bisa bungkam. Sudah pukul 10:15, ini adalah waktu istirahat pertama di sekolahku. Aku jarang sekali belanja di kantin sekolah, tapi entah mengapa kali ini aku sangat ingin ke kantin. Tepat sekali, sesampainya disana aku bertemu teman yang dulu sekelas denganku di kelas X. Dia menyapaku dengan pertanyaan yang engganku jawab.
"Hai ron, kok akhir-akhir ini ku dengar kau tidak lagi seakrab dulu dengan teman mu itu?."
Sejenak aku terdiam, dengan teh es ditanganku yang rasanya ingin mulaiku tuangkan ke mukanya. Huffgh.
"Segitunya memperhatikan ya hehe."
"Lah kok kau ga jawab ron."
"Aku duluan ya, keburu masuk nanti."
Aku mulai gelisah. Ini kali pertama aku malas menjawab pertanyaan, biasanya jika teman-teman bertanya akan ku rasa respon baik jika pertanyaan itu dijangkauan yang bisa ku jawab. Ah entahlah, aku semakin muak dengan hal ini.
Brakkk!!! Sekarang ia tepat di depanku. Jelas saja tangga dipadati anak-anak kelas, ini adalah jam istirahat. Kini ia hanya menatapku, aku pun begitu. Entah ada makna apa dimata ku dan matanya. Tapi yang jelas, aku punya banyak tanya atas diam mu ini.
ESTÁS LEYENDO
27
Historia CortaMungkin, waktu lah yang seolah membuat kita terkadang dekat atau bahkan amat jauh.
