Pekerjaan Rumah Yang Membosankan!

71 2 0
                                        

   Anika sedang duduk di depan kursi terasnya saat Kirana memanggilnya untuk menyapu.

“ nikaaaaaaa….nyapu udah beloom? “ teriak Kirana di tengah lamunan Anika. Anika langsung terlonjak kaget saat mendengar kakak perempuannya berteriak-teriak tidak jelas.

“ iya, udaaaah. Diem napa…kaget tau. Kalo perlu pake toa sana tambahin. Biar lebih bikin orang jantungan. “ kata Anika yang berteriak tidak kalah kerasnya juga.

“ kalo gitu, nyuci piring sono…ntar si mama marah marahin mba kiki lagi…capek tau dengernya. “ balas Kirana lagi.

“ yaudah sih…mba kiki kan bisa tolongin gantiin dulu. Bisa kan. “ ujar Anika agak jengkel karena sedari tadi dia selalu diganggu oleh celotehan kakak perempuannya yang sudah kapok kena marah mama mereka. Lagi pula Triana juga tidak bisa tenang mendengarnya.

“ yee, kalo gitu namanya bukan tugas kamu…tapi tugas mba kiki…gimana sih kamu. “ balas Kirana lagi.

“ bodo’ amat ah…” bisik Anika. Ia sudah tidak peduli dengan suruhan kakak perempuannya itu. Baginya, pusing sekali setiap hari mendengar suaranya yang memualkan.

   Sekarang, Anika ingin pergi ke kamar untuk baca buku yang belum dia selesaikan kemarin. Dia memang gemar membaca buku…apa lagi meminjam buku cerita milik Ardhi yang menurutnya menarik.

   Dia melangkah ke kamar dengan gontai saat melihat kakak perempuannya memelototinya.

“ katanya iya, iya mau nyapu…tapi malah mau ke kamar. yang bener yang mana sih? “ tanya Kirana geram melihat adik bungsunya yang menurutnya nyolot sekali.

“ iya, iyanya nanti kali mba…” ejek Anika sambil memelototi kakaknya kembali.

“ eh…eh, mau ngapain masuk ke kamar? “ tanya Kirana lagi.

“ mau nguppiiil…” semprot Anika kesal karena, tak kunjung lelahnya itu kakak yang sedari tadi meneriakinya untuk mengerjakan tugas rumah.

   Anika langsung menutup pintu kamar mereka berdua dengan kasar. Tidak peduli rusak atau apalah…yang penting kakak perempuannya ini bisa diam.

“ teriak, teriakan aja sono…ntar juga capek sendiri…” bisik Anika yang marahnya mulai ingin tertumpahkan.

   Anika memilih buku yang berjudul  Kapten Kolor…di pertengahan buku yang dia baca, dia sedikit tergelak…dia ingin tertawa. Tapi dia ingat, kalau dia berisik pasti akan di beri tugas lagi. Akhirnya, dia terus membaca sampai-sampai dia tidak menyadari, kalau dia sudah di panggil beberapa kali oleh mamanya.

   Di saat-saat yang terakhir kesalahannya tidak menjawab panggilan mamanya, dia kaget bukan main. Dia mendengar suara dobrakan pintu yang menurutnya sangat menakutkan.

“ adek…adek ngapain di kamar malah baca buku?...bukannya tadi udah di suruh sama mba kiki buat nyuci piring?...” tanya mamanya langsung dengan muka yang menurut Anika gak ada maksudnya.

“ lagi baca buku ma…emangnya kenapa ma? “ tanya Anika polos. Mungkin dia tidak ingat kejadian beberapa jam lalu saat dia bertengkar dengan kakak perempuannya. Karena dia habis baca buku yang lucu sih…jadi tidak tahu apa penyebab mamanya yang tiba-tiba marah seperti ini.

“ emangnya kenapa ma, emangnya kenapa ma…dari tadi kamu ngapain aja? Malahan baca buku…kan udah di suruh mba kiki tadi. Kenapa gak langsung di kerjain? Kan malah tambah banyak tugas kamu…” semprot mamanya langsung. Seketika, Anika melongo. Lho…bukannya tadi dia sudah minta tolong sama mba kiki buat kerjain tugasnya dulu, baru nanti di ganti?

“ lha…kan si mba kikinya yang mau gantiin nika dulu…gimana sih mba kiki. Salahin dia dong ma. “ kata Anika membela diri.

“ ya kan tetep tugas kamu. Gak bisa di ganggu gugat…inget kan perjanjiannya. “ ujar mama geram mendengar jawaban anak bungsunya yang jelas-jelas tidak merasa bersalah.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 25, 2014 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Pekerjaan Rumah Yang Membosankan!Where stories live. Discover now