Dear "MANTAN"

39 1 0
                                        

Mantan, seseorang yang slalu ingin dilupakan tapi terkadang dikenang, tapi bukan seperti pahlawan. Seseorang yang ingin dijauhkan, tapi dapat di pertemukan tanpa kesengajaan..mungkin...

Namanya lilis fitriwati biasa di panggil lilis, nama yang indah bukan, seindah pemilik nama tapi, itu dulu sebelum ia benar-benar memporak-porandakan hati ku. Aku telah mengenalnya begitu jauh, Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, itu yang pepatah bilang. Tidak salah memang, tapi kenapa harus dibenarkan.

aku pernah mengenal sekaligus mencintai wanita ini, bahkan sudah benar-benar dibikin lupa dengan urusan lain. Pertemuan yang tidak diinginkan tapi ku harapkan. Dan dia lah orang yang telah mengajarkan pada ku, apa itu kasih sayang dalam hubungan dan apa itu rasa sakit hati yang mendalam. sejak masih duduk di bangku SMP, aku memang telah menyimpan perasaan padanya, namun itu masih biasa aja. Setelah lulus SMP, kami benar-benar hilang komunikasi, sampai aku kembali berkomunikasi dengannya melalui Facebook. Akhirnya kita bertukar no.hp, mulai saat itu hubungan kita menjadi semakin dekat, dan aku memutuskan untuk mengungkapkan
perasaan padanya yang dulu pernah aku rasakan sejak SMP.

akhirnya kita jadian pada tanggal 17 agustus 2013, beda 7hari dengan ulang tahun ku, 1bulan hubungan kita baik-baik saja, sampai di bulan-bulan berikutnya. masuk bulan ke 11 aku mulai merasakan ada sesuatu yang membuat sikap lilis pada diriku sedikit berbeda, namun itu aku anggap hal yang lumrah dalam menjalin hubungan.

Sampai memasuki bulan ke 15, 3bulan setelah aku anniversary yang ke 1tahun. Tiba-tiba aku melihat elis jalan bergandengan tangan berdua dengan seorang pria yang aku tidak pernah mengenalnya, pada awalnya aku biasa saja, tapi aku mulai merasa ada sesuatu yang ia tutupi dari diri ku, akhirnya ketika aku jalan bareng dengannya, aku menanyakan hal tersebut.
"3hari yang lalu kamu jalan kemana say" tanyaku
"aku dirumah aja kok, gak jalan kemana-mana" ia menjawab dengan nada yang agak heran ditambah tatapan sinisnya ketika melihatku
"oh dirumah aja"
"kenapa memangnya?" tanya lilis dengan curiga
"hmm, gak sih, aku waktu itu main ke mall sama temen-temen aku, dan aku ngeliat kamu bergandengan tangan dengan pria yang aku tidak kenal sama sekali."
"kamu ini terlalu curigaan sih orangnya, jadinya ngeliat orang mirip aku dikit aja,udah di sangka aku."

Entah itu hanya 1001 alasan yang ia gunakan untuk menutupi kesalahannya atau memang aku yang terlalu begitu mencintainya dan tak rela ia diambil orang lain...hhhmmm mengapa cinta serumit itu ya ?
Tapi, biarlah.. aku hanya menganggap bahwa aku memang salah liat, biar masalahnya tidak tambah rumit.
Dalam beberapa bulan ini, aku sangat jarang bertemunya, mungkin 1bulan hanya 1 atau 2 kali saja aku bertemu dengannya.

Dari pertemuan yang semakin jarang itu lah, perasaan cinta sedikit demi sedikit hilang. Klimaksnya, aku pun selingkuh dengan teman di kampus ku. Tapi, itu tidak berlangsung lama, karna lilis dengan segera mengetahuinya. Ia merasa salah, mungkin perselingkuhan yang aku lakukan di dasari karna kurangnya perhatian dan kasih sayang yang ia berikan padaku. Dari situ lilis berubah, menjadi lebih perhatian dan makin sering ingin bertemu dengan ku. Aku dan kedua orang tua lilis juga sangat dekat, bahkan stiap ada kegiatan keluarga lilis, pasti aku selalu di minta untuk datang menemani lilis.

Tapi, pria tetaplah pria, yang tidak bisa bertahan pada satu hati saja. Akhirnya aku memutuskan hubunganku dengan lilis. Dan untuk beberapa kesempatan kita masih bertemu, ketika lebaran, bahkan ketika nenek ku meninggal. Aku memutuskan hubunganku dengan lilis karna tak ingin terlalu lama menyakitinya. Karna aku sudah tidak mencitainya lagi, meski ia selalu menunjukkan rasa sayangnya padaku.

Untuk kalian, komunikasi dalam hubungan itu sangat penting. Meski hanya sekedar memberi kabar singkat. Karna pasangan kita butuh kepastian akan keadaan kita sekarang.

Trima kasih semoga ceritanya seru ya..
Follow IG saya ya ; @priatampan_106

Dear "MANTAN"Where stories live. Discover now