Early {Lorong Pergantian Musim}

431 17 1
                                        

Hai semua
Ini cerita baruku
Maaf jika ada ff lain yang belum sempat aku lanjutkan. Aku hanya ingin menyisihkan waktu, untuk menulis ini. Abaikan aja Videonya bagi yang nggak suka, aku cuma butuh lagu sama artinya aja. Karena berhubungan sama cerita ini.

~~~

Seorang gadis sedang duduk di sebuah bangku taman, di tangannya terdapat sketch book beserta pensil dan penghapus. Gadis itu menyelesaikan Sketsa yang dia buat, setelah selesai dia meletakkan pensilnya di bangku sebelah yang kosong. Yang di gambar adalah sketsa sebuah lorong begaya eropa, lorong itu di penuhi bunga berwarna merah delima. Gadis itu terus memandangi hasil kerjanya, dia merasa cukup puas dengan itu. Dia menutup sketch book dan segera mengambil pensil dan penghapusnya, gadis itu beranjak dari tempat duduknya. Dia terus berjalan keluar dari taman itu, melewati sebuh kolam dengan hiasan air terjun menyerupai tangga di kelilingi bunga kecil nan merah menambah kesegaran.

"Sepertinya bagus jika di gambar" kata gadis itu membuka sketch booknya. Saat membuka sketsa lorong yang dia gambar tadi, dia terus memperhatikannya. Entah kenapa dia merasa ada yang salah dengan sketsa tersebut.

"Astaga aku lupa bangku tamannya" gadis itu menepuk dahinya. Dia langsung lari kembali ke lorong tadi, gadis itu langsung duduk di bangku paling ujung lorong dan memulai menggambar bangku - bangku lorong yang lain. Saat gadis itu mengarahkan penislnya pada bangku yang akan di gambanrnya, dia berhenti. Karena disana telah duduk seorang anak laki - laki, gadis itu kembali meneruskan kegiatannya.

Dia terus menggambar dan sesekali melihat ke arah bangku yang di duduki anak laki - laki tadi. Karena terlalu fokus pada kegiatannya, gadis tadi tidak sadar jika anak laki - laki yang duduk di bangku kini telah berada di belakangnya.

"Kenapa aku nggak ada ?" kata anak laki - laki itu.
"Eh" gadis tadi langsung memalingkan wajahnya ke sumber suara. Gadis itu bingung karena dia sama sekali tidak menyadari kepindahan anak laki - laki itu. Gadis tadi kembali menyelesaikan gambarnya tanpa mempedulikan anak laki - laki yang kini duduk di sampingnya.

"Cuek banget sih, ntar nggak punya temen loh" kata anak laki - laki itu. Seketika kata - kata itu membuat gadis tadi menghentikan aktifitasnya. Dia seperti di bawa kembali ke masa lalu, masa lalunya dengan seseorang. Perlahan gadis itu menatap anak laki - laki di sebelahnya.

"Hai, kenalin aku Stefan" kata anak laki - laki tersebut. Gadis itu masih terdiam, dia masih menatap anak laki - laki itu dengan seksama. Dia seperti mengenali anak laki - laki itu, namun dia ragu karena bisa saja itu bukan 'dia'.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya" tanya gadis itu memastikan.

"Aku rasa tidak, kita baru bertemu saat ini dan disini" jawab anak laki - laki itu.

"Oh, jadi kau bukan dia" kata gadis itu dengan raut wajah yang menggambarkan rasa kecewa.

"Dia ?" Anak laki - laki itu mengernyitkan keningnya.

"Ah maaf, aku kira kau Stef temanku. Ternyata kau Stef yang lain" kata gadis itu tersenyum. Gadis itu kembali meneruskan pekerjaannya dan anak laki - laki tadi masih berada di sebelahnya menyaksikan apa yang gadis itu lakukan.

Drrrrrrt....Drrrrrrrt......

"Iya Ayah" kta gadis itu membuka pembicaraan.

"..........."

"Iya Ayah, sebentar lagi aku selesai" kata gadis itu lagi.

Again [TWOSHOOT]Where stories live. Discover now