Di sebuah gurun pasir nan tandus, tampak ratusan ribu kubus warna-warni yang di sebut pixel tergeletak di pasir.
"Bzzzt... sector 52 aman, ganti" tampak seorang pria berambut hitam dengan style harajuku dengan mengenakan armor militer.
Dia sedang memencet-mencet tombol yang ada di jam tangannya.
"Di sini juga aman" ucapnya sambil menekan tombol berwarna merah.
pria itupun berbalik dan menaiki sebuah motor ducati m7500, lalu menghidupkan mesinnya.
Motor yang memang di rancang untuk berperang itu tidak memiliki roda namun memiliki booster jet untuk terbang, di lengkapi sayap dan di melindungi pengendara dengan kaca anti peluru berlapis tujuh dengan bentuk setengah lingkaran dari depan hingga belakang.
Wush!
Motor itu mulai terbang mengambang di udara lalu maju kedepan dengan kecepatan tinggi.
Pria tadi mengendarai motor terbang itu dengan lihai.
Dia terus berkendara melintasi gurun pasir itu.
Duar!
Dengan mendadak motor yang pria tadi meledak dan membuatnya tewas.
"Heh! Alien sialan, bisa-bisanya dia meniru umat manusia" dari jarak sekitar 400 meter seorang remaja sedang tiarap dengan sebuah sniper di depannya berucap dengan kesal.
"Hey! Barry! Bagaimana keadaanmu disana?" Sebuah alat proyektor menunujukkan seorang gadis dengan kaca mata dan mengenakan pakaian formal.
"Heh.., aman kok sayang" balasnya sambil tersenyum kepada gadis itu dan membuatnya merona.
"E-ehm! Baiklah, kami menerima informasi kalau akan ada badai pasir pagi ini dan semua anggota Unrestraind di perintahkan untuk kembali" ucapnya lalu proyektor itu mati.
Remaja bernama Barry ini lalu berdiri dan meletakkan snipernya kedalam tas lalu dia menaiki motor honda Cbr-300nya.
Barry berkendara sepanjang malam dan sampai di sebuah kota dengan dinding pelindung yang berteknologi tinggi.
Barry kemudia berhenti ke kantor wali kota dan menjumpai sang wali kota.
"Jadi apa yang dapat kau laporkan?" Tanya pria tua keriputan yang memiliki ramput pirang dengan gaya ayam mati itu.
"Baik, markas kecil dari pasukan alpha yang berada di sector 74 telah kami runtuhkan. Tetapi aku masih tidak mendapat petunjuk tentang letak markas besar mereka. Dan juga pasuka yang anda kirim untuk membantuku telah terbunuh" lapor Barry dengan sikap istirahat di tempat.
"Begitukah? Baiklah kau boleh kembali" perintah sang walikota dan barrypun berjalan keluar dari ruangan walikota.
"Jadi bagaimana?" Setelah keluar dari ruangan walikota, dia di tanya oleh gadis yang ada dalam proyektor yang sedang bersandar di dinding.
"Tidak banyak" balasnya dan mendekati sang gadis.
Cup!
Barry mengecup singkat bibir gadis itu dan membuatnya merona.
"Apa yang kau lakukan bodoh!" Teriak gadis itu dan memukulkan tas yang ia pegang ke kepala Barry.
"Aw!" Jerit Barry sambil mengelus-elus kepalanya yang benjol.
"Sakit tau" ujarnya sambil masih mengelus-elus kepalanya itu.
"Oh ya.. ngomong-ngo-"
Duar!
Ucapan Barry terpotong tatkala terdengar sebuah ledakan besar.
"A-apa itu!?" Teriaknya sambil berlari keluar kantor walikota dan melihat sebuah robot laba-laba raksasa yang menembakkan laser ke seluruh penjuru.
"Njirr... itukan laba-laba yang ada di opening game The Amazing spider-man yang pertama"gumamnya sambil menepuk jidatnya.
dor!
"Akkhhh"
TBC
Maaf ya... saya gak bisa update, biasa sibuk sekolah maaf ya.. hehe...
Padahal niatnya mau langsunf buat 5 chapter tapi eh! Chap pertama udah kekurangan ide.. haha.. maaf ya..
Ok deh.. see you Next Chap.
YOU ARE READING
Unrestraind
FantasyUnrestaind kelompok game rahasia yang bertujuan untuk menjaga kedamaian dunia.
