'Yey!!! Akhirnya Yanda bisa mulai packing' serunya dalam hati karena nyaris Ia tidak jadi berangkat ke pulau Bangka yang termasuk salah satu pulau yang terdapat dipulau sumatera selatan. Bukan karena Ia indah oleh banyak pantainya, asri pemandangan alamnya tapi karena Yanda ingin bertemu dengan sahabat lamanya yang tinggal disana. Ah Yanda sangat tidak sabar untuk segera berangkat kesana. Walaupun keberangkatannya 3 hari lagi tapi dari jauh hari Yanda sudah mempersiapkan barang-barang yang akan Yanda bawa agar tidak ada yang ketinggalan ketika Yanda sudah berada disana. Betapa lucunya saat Yanda mengingat bagaimana takutnya Yanda membeli tiket pesawat tujuan Pontianak-Pangkal Pinang. Saat itu kakak sepupu Yanda menghubunginya lewat bbm dan bertanya 'Eh dek jadi ikut kebangka gak acara ngunduh mantunya Utami?' Yandapun pura-pura begok bertanya 'kapan kak? Jadi dong hehe'
'30 september dek, kalau mau ikut kakak sekalian issud tiketnya'
'Hah? Cepet amat?' Padahal itu baru tanggal 10 september.
'Iya, soalnya tanggal 2 November itu acaranya, kalau mau sekalian dipesenin ntar kamu bayarnya langsung sama Utami aja soalnya dia yang beli, gimana?
Dengan santainya Yanda langsung mengiyakan ajakan kak Dayang, padahal Yanda belum mendapatkan ijin dari orang tuanya, lagi pula Yanda dapat uang darimana? Maklum saat itu Yanda masih menjadi pengangguran haha. Oh ya kak Dayang dan kak Utami itu kakak sepupu Yanda, mereka asli Pontianak hanya saja kak Utami mendapatkan pasangan darah sumatera saat dia menjalani pendidikan di IPDN. Seminggu sebelum hari keberangkatannya ke Pulau Sumatera itu Yandapun memberanikan diri untuk meminta ijin dari orang tuanya, Yanda pikir gampang karena Yanda sudah membeli tiketnya dan ternyata tetap Yanda dapatkan kemurkaan mereka, sulit sekali Yanda merayu Bundanya tapi karena Yanda tau mereka selalu berusaha mengiyakan permintaannya maka kata 'IYA' pun Yanda dapatkan dari mulut mereka. Luar biasa senangnya Yanda hari pada saat itu.
Walaupun Yanda akan mendapat uang jajan yang sedikit, harus menabung its ok itu tidak masalah baginya yang penting dia bisa pergi bertemu dengan sahabatnya. Oh iya yang dia katakan sabahatnya bernama Anin. Yanda bertemu dengannya saat dia dibangku kuliah dan persahabatan mereka sampai detik ini masih berjalan dengan baik, walaupun Anin berada dipulau Sumatera dan Yanda dipulau Kalimantan tapi itu tidak menjadi masalah bagi mereka, setiap hari mereka selalu bertukar kabar dan cerita tentang kegiatan dan kehidupan mereka, bagaimana tidak sejak mereka semester 1 sampai lulus mereka selalu bersama, hanya sekarang mereka masing-masing sudah menyelesaikan kuliahnya dengan baik, maka merekapun harus pulang ke kampung halamannya untuk melanjutkan kehidupan mereka, tapi mereka selalu berandai-andai bisa bekerja bersama suatu saat nanti, bahkan bisa memiliki rumah tetanggaan ketika sudah berkeluarga haha konyol!! Tapi inilah hal yang membuat persahabatan mereka masih bertahan hingga detik ini.
YOU ARE READING
RASA
Short StoryBagaimana rasanya menahan sesak didada ketika segala hal yang kamu rasa bahagia seketika dihancurkan oleh orang yang kamu cinta? Menahannya hanya seorang diri, berpura-pura bahagia hanya agar terlihat kuat, berusaha lari dari kenyataan tapi sayangny...
