Angin malam berhembus dengan tenang,menerpa pohonan dan menjatuhkan daun tua dan mulai mengotori halaman rumah keluarga Cortesz,mereka merupakan salah satu keluarga kaya raya di Inggris.
Bisa kita lihat rumah tersebut terlihat ramai,banyak orang-orang yang memakai jas dan gaun2 gemerlap. Apa ada pesta? Tentu saja,malam ini keluarga Cortesz mengadakan pesta pertunangan putri bungsu mereka dengan anak tunggal dari keluarga yang setara dengan mereka,keluarga Greynt.
"Bisakah kau tersenyum sedikit saja malam ini Rowen?"-Alexander Cortesz.
Alexander Cortesz,anak sulung dari keluarga Cortesz.
Berwajah tampan,cerdas,anak kebanggan di keluarganya,Presdir di perusahaan milik keluarganya,dan banyak wanita yang jatuh hati padanya.
Namun sayang putra tunggal keluarga Cortesz tersebut masih betah sendiri.
"Aku tidak mau di jodohkan."- Rowena Reveenza Cortesz.
Rowena Reveenza Cortesz,anak bungsu dari pasangan Alan Cortesz dan Lucia Reveenza.
Memiliki wajah yang cantik,tubuh langsing, tak kalah cerdas dari sang kakak, Alexander Cortesz.
Namun sangat susah diatur,suka kebebasan,suka bertindak sesuka hati tanpa memikirkan akibatnya.
"Hey, jangan seperti itu,aku dengar anak dari keluarga Greynt itu tak kalah tampan dari ku."
Rowen hanya memutar matanya bosan mendengar kakaknya memuji dirinya sendiri, rupanya kakaknya itu memang narsis.
"Mau tampan atau tidak,aku tidak peduli. Sudahlah aku mau jalan-jalan saja."
Rowen pun pergi menjauh dari sang kakak.
"Jangan jauh-jauh Ro." seru Alex.
*Halaman belakang*
Terlihat seorang lelaki yang sedang memanjat pagar halaman belakang keluarga Cortesz,baginya hal itu sangat mudah untuk dilakukan,ia sudah terbiasa untuk itu.
Setelah lelaki misterius tersebut mendarat dengan mulus ke tanah tanpa lecet sedikit pun,saat ia berbalik.
"Hey kau!"
Lelaki tersebut terkejut melihat seorang wanita menghampirinya,namun dia lekas menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Kau bisa memanjatnya ya? Kalau begitu culik aku!"
Lelaki itu menatap aneh sang wanita,ia heran ada saja orang yang mau minta culik.
"Kau jangan main-main nona."
"Tidak! Aku tidak bercanda,sekarang aku mau dijodohkan tapi aku tidak bisa menolak.Jadi apa kau bisa pura-pura menculik ku?."
"Aku ini penjahat nona."
"Baiklah tuan penjahat,siapa nama mu?"
"Haruskah aku menjawabnya? Dan memangnya kau siapa?."
"Dengarkan baik-baik tuan penjahat yang terhormat,nama ku Rowena Reveenza Cortesz,dan kau harus membantu ku keluar dari sini!"
"Kau adiknya Alex?"
"Ya,kau kenal kakak ku? Kau siapanya? Kau temannya ya? Kau terlihat masih muda." tanya Rowen.
Lelaki tersebut hanya diam memandang Rowen bingung.
'Setahu ku Alex itu jenius,kenapa dia bisa punya adik sebodoh ini.' pikir lelaki itu.
'Tapi apa salahnya menculik adiknya sebelum membunuh kakaknya,ini akan semakin menarik.'
"Hey tuan kau bisa menculik ku atau tidak?"
"Em,naiklah!"
"Maksud mu memanjat pagar itu?" tanya Rowen.
"Tentu saja,kau pikir mau keluar lewat mana."
"Tapi aku sedang memakai dress tuan." ujar Rowen dengan nada kesal.
Lelaki itu melepas jaket hitamnya,sekarang itu hanya memakai kaus tipis yang melindungi tubuh atletis miliknya.
Ia berjalan mendekat ke arah Rowen dan memasangkan jaket tersebut kepinggang Rowen.
Rowen yang terkejut hanya bisa terdiam mematung,jaraknya dan lelaki tersebut sangat dekat,ia bisa mencium aroma maskulin seorang pria yang tercampur dengan aroma kayu manis.
Setelah memakaikan jaketnya kepada Rowen,ia berbalik dan berjongkok di hadapan pagar.
"Hey gadis bodoh,naiklah!" perintahnya.
"Aku bukan gadis bodoh, aku punya nama tuan jelek."
"Cerewet,cepatlah naik nanti ada orang yang melihat."
Dengan kesal Rowen pun naik ke punggung lelaki tersebut.
-------------------------TBC----------------------
TBC aja deh Mumut capek ngetiknya.😂
Jangn lupa comment sama votenya,biar mumut semangat.😁
KAMU SEDANG MEMBACA
I want your life not your heart
Fanfiction'Hidup ini tidak seindah yang ku bayangkan,bahkan kini semuanya tertutup luka.' "Hey kau! Bisa kau culik aku sekarang?" -Rowen(OC) . . 'Aku tidak peduli walau sang Dara sudah berlumuran darah. Menyiksa,memperkosa dan membuatnya menangis adalah sebu...
