Photosainer

47 8 17
                                        

Ruang kerja dengan nuansa bohemian mengelilingi ruang kerjaku, begitu nyaman saat berada disini, karena saat berada disini aku lebih mudah mendapatkan ide-ide untuk mebuat sebuah desain busana. Aku saat ini sedang mengerjakan rancangan baju yang akan segera digunakan untuk fashion show 2 hari ke depan. “Semua hampir selesai.” Aku begitu senang karena ini adalah perdana untuk menghasilkan karya yang berhasil aku ciptakan.

22.30 WIB

Hari sudah semakin larut, aku segera melangkahkan kakiku keluar ruangan, namun aku berhenti mengingat sesuatu yang tertinggal. Ahha, ini dia aku mengambil sebuah tas kecil dan kunci mobil yang biasaku gunakan saat pergi berkerja. Lalu ku langkahkan kakiku ke sebuah benda beroda empat berbentuk kodok dengan casing dominan merah. "Brumm" mobilku sudah siap melaju menelusuri Jakarta yang sudah hampir sepi saat malam hari. Sesekali aku melihat ponsel yang tampak sepi, tak ada pesan atau apapun jenis chat lainnya.

“Tinnn tinnn tinnn.” ya ampun ini orang mau mati ya! foto-foto di tengah jalan, kulangkahkan kaki ku keluar untuk melihat keadaan Laki-laki yang hampir ku tabrak tadi. Kulihat dia metapku dengan sengit dari matanya yang indah itu, rahang yang begitu kokoh bibir yang tipis, yups, dia tampan.

“Lo gila ya! ngendarain mobil tuh yang bener.” bentaknya dengan bengis membuyarkan semua lamunanku.

“Lo nggak sadar? lo foto-foto di tengah jalan, tanpa liat kanan kiri.” jawabku tak mau kalah.

Laki-laki itu hanya diam tanpa membalas sedikitpun perkataanku dan langsung pergi begitu saja, aku yang melihat hanya mampu mengangkat jari telunjuk dan memiringkan di keningku. Tak disangka laki-laki itu membalikan badannya dan melihat segala kelakuan ku, aku pun berlari dan masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobil kesayangan ku lagi.

Setelah sampai rumah aku langsung menghempaskan disebuah planet kesayanganku, begitu nyaman saat ada diatas kasur ini. Aku memikirkan segala yang terjadi akhir-akhir ini cita-cita ku menjadi seorang desainer dengan mengadakan fashion show sendiri akan segera terwujud, terimkasih Tuhan gumamku sebagai bentuk syukurku dan memejamkan mataku untuk mengistirahatkan tubuhku yang mulai lelah.

                               ****

“Cha lo check lagi persiapan buat besok ya, setelah itu kita makan siang.” Echa hanya mengangguk dan langsung mengerjakan untuk persiapan besok malam. Fashion show yang akan di adakan besok malam membuat kami seluruh tim bekerja lebih ekstra karena tidak ingin segala sesuatunya berkurang. Aku ikut sibuk mengecek segala rancanganku dari detail setiap bajunya, hampir 15 busana aku desain sendiri dan merancang bersama orang-orang hebat yang selalu berada di sekelilngku.

“Cha busana ini keluarnya paling akhir ya.” perintahku menunjuk sebuah gaun bewarna mint, yang di perintah hanya tersenyum. Echa sangat mengerti karena busana ini adalah rancangan ku yang paling bagus, elegant, simple, dan perfect itu yang ada pendapatku. sebuah gaun yang dari sisi depan panjangnya hanya diatas paha dan pada sisi belakang panjangnya sampai betis, disisi pundak terdapat sebuah tali di bagian kiri yang lebarnya hampir 5cm dengan aksen butir-butiran manik pada bagian kiri dari tali sampai pinggang. Memberikan kesan elegant bagi yang memakainya.

Hampir 3 jam aku dan yang lainnya berkutik dengan segala persiapan. “Tok tok tok.” suara ketukan dari luar pintu ruang kerja terdengar. Yang mengetuk langsung menampakan diri dari balik pintu. “Bel udah selesai, paling tinggal besok buat persiapan terakhir, lo mau makan ga?” Aku hanya menganggukan kepala dan mengangmbil tas yang ada di atas nakas bersama dengan kunci mobilku. Ku langkahkan kaki mengikuti langkah Echa orang kepercayaan ku yang berada di depan ku sekarang.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 13, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PhotosainerWhere stories live. Discover now