1. New's Life

254 15 8
                                        


This just for fanfic.

Yang tidak suka bxb menjauh

Mohon tinggalakn jejak berupa votement.

Park Bo Geom as himself

-

-

-

Seorang pria duduk sendiri di taman. Pria itu menatap kelangit, kepalanya mengadah keatas. Ia terbenam dengan pikirannya. Ramainya orang tak dia pedulikan, seperti merasakan hanya dirinya yang berada disana. Pakaian sekolahnya terlihat berantakkan dan rambutnya terlihat acak-acakan. Goresan luka menghiasi tulang pipinya. Matanya mulai memerah, dadanya naik-turun dan menghembuskan nafasnya. Ia berusaha untuk menguatkan dirinya, tapi air mata yang dia tahan perlahan mengalir lalu menyekanya.

"Seharusnya aku tidak mengucapkannya" gumamnya

" kau menjijikkan, aku pria mana mungkin aku mau denganmu, dasar homo busuk. Jadi selama ini pertemanan kita, kamu salah artikan, Ah? Dasar Homo, aku tidak butuh teman sepertimu lagi, menjauh dari kehidupanku. Homo menjijikkan"

Bo Geom menguatkan dirinya agar tidak menangis. Perkataan kasar dari Sung Min tergiang dipikirannya. Ia tidak menyangka temannya akan berpicara seperti itu. Pertemananya sudah berlangsung sejak kecil, semuanya kandas karena pernyataan perasaan darinya. Bo Geom bukan homo busuk seperti dikatakan Sung min. dia hanya memiliki perasaan pada sungmin. Ia tidak menyukai pria lain bukan berarti dia gay, meskipun juga dia tidak ada rasa pada wanita. Pertemanannya dengan Sungmin sudah lama dan ia menghabiskan waktunya hanya dengan Sungmin sejak kecil.

Ia tidak tahu bagaiman perasaan itu bisa tumbuh. Ia mengharapkan hal lebih dari pertemanan dengan sung min. tapi ia tidak menyangka perasaan yang ia utarakan kepadanya dibelas cacian dan maki serta pukulan.

Bo geom bangun dari tempat duduknya dan mengambil tasnya berlalu pergi meninggalkan taman. Ia tidak peduli lagi, dipikrannya cuma satu yaitu pulang kerumah dan berusaha menghilangkan rasa sakit ini.

***

Bo Geom POV

Aku berlari memasuki rumah tanpa mengetuk pintu, langsung membukanya dan berlarian menuju lantai dua. Rumahku sepi hanya ada diriku. Mama dan Papaku bekerja seperti biasanya. aku merebahkan tubuhhku di kasur. Aku menatap langit-langit kamarku. Aku melihat kalender di atas meja samping kasurku. Tanggal besok berlingkar merah tertera pindah rumah.

Inilah salah satu alasan utamaku memberanikan diri untuk menyampaikan perasaan ku pada Sung min hari ini. Karena akan berpisah darinya membuatku berani. Aku tidak mau berpisah dengannya. Aku mau dia mengetahui perasaaku padanya sebelum aku pergi. Tapi semua harapanku sirna. Bukan balasan cinta yang aku dapatkan tapi hinaan dan kebencian darinya. Sung min membenciku, sudah terlihat jelas. Pasti. Dia pasti tidak mau bertemu dan berteman denganku lagi. Semua sudah berakhir... Rasa ini dan cinta ini telah begitu menyakitkan.

"Kuatkan dirimu Bo geom, kamu adalah Namja." gumamku

Sebagai pria aku tidak boleh menangis dengan perasaan ini. Perasaanmu ini tabu dan terlarang. Cinta sesama jenis. Apalagi aku tinggal di desa yang normanya sangat tinggi ini, hubungan seperti itu dilarang. Lebih baik aku tidur dan melupakan semua ini. Perpisahan ini memang terbaik untuk melupakan semua kenangan yang ada disini. Aku akan memulai kehidupan baruku di Seoul.

Seoul...

"Semuanya telah beres, Sayang? Hari ini adalah pertama kamu sekolah. Teman mama disini bilang sekolah kamu, adalah sekolah terkenal banyak para artis terkenal sekolah disana." Ucap mamaku yang berdiri disampingku. Aku sedang memasuki beberapa berkas kedalam tasku.

"Hemm.. aku tidak tertarik dengan hal begituan, Ma. Tidak peduli artis atau apalah aku hanya butuh ketenangan saja nanti disekolah baruku".

" Jangan begitu , Sayang. Siapa tahu nanti kamu punya pacar artis atau orang terkenal. Mama akan merasa senang dengan pacarmu nanti. Mama akan bisa mmbanggakanmu dan pacarmu ke teman-teman mama. ..hi hi."

"Sudahlah ma, aku malas bahas berginian. Ayo kebawah, sepetinya papa sudah menunggu di meja makan. " aku benci membahas tentang percintaan sungguh memuakkan.

Sekolah...

Aku marapikan poniku melalu cermin dari kaca spion mobil papa dan memperbaiki posisi kaca mataku. Hari ini aku diantarkan kesekolah. Awal hidupku adalah hidup tenang dan jauhi masalah, tidak ada cinta, tidak ada teman. Kaca mata tebalku memperlihatkan aku sepeti kutu buku, padahal aku bukan nerd, tapi aku tidak peduli. Dengan tampilan ini, aku akan jauh dari perhatian.

Setelah dari ruang guru menyelesaikan berkas-berkasku semuanya, aku mengikuti guru Kim didepanku menuju kelas. Aku merapikan diri sembari berjalan.

Bukk..!!

Seseorang menabrakku dari belakang membuatku terjatuh kedepan. Kaca mataku terjatuh. Lututku mencium lantai dan terasa ngilu.

"Maaf, aku buru-buru ini kaca matamu"

Suara seorang pria disampingku. Sial. Seharusnya dia membantuku bukannya menyelamatkan kaca mataku saja. Aku kemudian berdiri melihat kesumber suara. Karena pengaruh poniku. Aku harus memperbaiki poniku agar bisa melihat wajah si pria. Ia terlihat memperhatikan aku lekat-lekat dan ia tersenyum. Aku seperti pernah melihatnya tapi aku tidak terlalu ingat dimana.

"Maaf, aku harus buru-buru, ini.." dia memberika kaca mataku ketanganku.

Ia berlarian seperti dikejar setan saja. Tidak beberapa lama datang segerombolan wanita yang celingak-celinguk kesana kemari seperti mencari suatu. Sudalah aku tidak peduli dengan mereka.

"Bo Geom, Kesini..!

Aku tidak memeperhatikan pak Kim yang telah jauh berada didepanku. Aku berlarian menuju tempatnya.

Aku berdiri di depan kelas memperkenalkan diriku. Aku memperhatikan sekitar banyak wanita terlihat jijik memperhatikan aku dan beberap pria sedang menatapku tajam seperti singa melihat mangsa kelinci di depannya .

"Kalian pikir aku seperti nerd biasanya. aku bukan cupu yang ada dipikiran kalian" gumamku

"Perkenalkan namaku Park Bo Geom, senang bertemu dengan kalian".

Tbc.

-

-

-

-

Thnks and votement

I Don't Care, I Love UCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang