Salsa : Dia adalah sahabatku, Dan dia adalah pacarnya Yahsya.
Yahsya : Dia adalah temanku, dan dia adalah pacarnya Salsa.
Pada suatu hari aku melihat Salsa dan Yahsya sedang berpacaran Jujur saja saat aku selalu merasa iri jika melihat kebahagiaan Salsa dan Yahsya, tapi perasaan itu hanya ada di dalam hatiku dan tidak pernah kutunjukkan kepada mereka.
Pacar sahabatku adalah anak yang cukup terkenal (populer). Setahuku ada banyak anak perempuan yang suka padanya, tetapi Diana sama sekali tidak peduli dengan semua anak perempuan itu. Sepertinya dia percaya 100% dengan Yahsya.
Sebelum mereka pacaran, aku diminta oleh Salsa untuk mencari info tentang Yahsya, karena Salsa memang agak pemalu. Saat aku mencari info tentang Yahsya, aku merasa ada yang aneh pada diriku karena semakin lama aku mendapat banyak info tentangnya, aku jadi semakin tidak ingin orang lain tahu tentang info itu.
Tapi harus bagaimana? yang memintaku adalah sahabatku sendiri, tentu saja semua informasi yang kutahu tentang Yahsya kuberitahu ke Salsa. Awalnya aku hanya berpikir bahwa ini adalah perasaan yang wajar tetapi ternyata saat Yahsya memanggil namaku dan mendekat ke arahku, detak jantungku semakin kencang dan sesaat setelah itu aku baru sadar bahwa aku jatuh cinta padanya.
***
Saat hari valentine tiba aku membeli 2 coklat, 1 coklat untuk sahabatku dan 1 coklat lagi untuk Yahsya. Saat coklat itu kuberi ke Salsa, dia bertanya padaku "Kamu beli 2 coklat?" Aku pun menjawab "iya. hehehehe."
Setelah itu, Salsa langsung memberiku pertanyaan lagi, "Kamu akan beri coklat yang itu ke siapa?" Walaupun aku dan Salsa pernah berjanji akan selalu memberi tahu tentang semuanya dan tidak pernah menutup-nutupi semua rahasia, aku tetap saja tidak bisa bilang kepadanya bahwa aku akan memberikan coklat itu ke Yahsya, karena aku tahu Salsa
akan sakit hati kepadaku jika tahu aku mencintai kekasihnya.
Oleh karena itu, aku tidak bisa memberitahu Salsa yang sebenarnya karena aku takut hubungan kami jadi rusak. Jadi aku menjawab pertanyaan sahabatku dengan tersenyum, “Aku beli coklat ini untukku sendiri kok,” tampaknya Salsa tidak curiga sama sekali dengan jawabanku itu.
Aku merasa bersalah, tapi aku pikir lebih baik Salsa tidak tahu yang sebenarnya daripada dia marah dan sakit hati. Saat pelajaran sekolah usai, dan Salsa sudah pulang, aku memanggil Yahsya.
“Aku mohon aku mau bicara berdua saja denganmu,” kataku dengan suara gemetar dan sambil memegang tangannya “baiklah. Kamu tidak usah gugup begitu. Katakan saja apa yang mau kamu katakan aku akan mendengarkan,” kata Yahsya.
“Terima kasih, kamu baik sekali. Tolong terimalah coklat dariku ini tapi aku mohon jangan sampai ada yang tahu bahwa aku telah memberikan coklat ini padamu ya.” Pintaku kepada Yahsya. Dia pun menjawab “Baiklah, terima kasih ya!”.
Sampai sekarang pun aku masih menyukainya tetapi aku tetap tidak bisa bilang kepada Yahsya tentang perasaanku karena aku takut sahabatku sakit hati.
“Biarlah aku saja yang merasakan kepedihan ini”
“Biarlah aku saja yang tahu tentang ini”
“Biarlah aku saja yang merasakan kesakitan ini”
“Biarlah aku saja yang merasakan kecemburuan ini”
“Biarlah aku saja yang merasakan iri hati ini”
“Biarlah sahabatku yang merasakan kebahagian itu”
“Biarlah aku saja yang menangis memikirkan ini setiap hari”
“Biarlah aku relakan cintaku demi sahabatku”
Demikian sekelumit cerita persahabatan yang kubina dengan Salsa. Sekarang aku dan Salsa berpisah cukup jauh karena kami berbeda sekolah, tapi meski demikian persahabatan kami tetap langgeng dan dia tidak pernah tahu perasaan cintaku terhadap pacarnya,, aku relakan cintaku demi sahabatku.
***
YOU ARE READING
Kurelakan Cintaku Demi Sahabat
Actionpersahabatan tidak selalu tentang canda dan tawa bersama orang yang kita sayangi, pengalamanku tentang persahabatan begitu menyedihkan. Aku mempunyai seorang sahabat. Dia sudah mempunyai pacar, sedangkan aku belum sama sekali. Setiap hari aku selalu...
