Untuk beberapa alasan, aku sangat tidak ingin keluar rumah
.
.
.
Setelah mengetahui fakta bahwa tetangga baruku adalah saingan beratku sendiri, aku jadi makin malas keluar rumah. Bahkan jika untuk membuang sampah sekalipun, sumpah aku malas.
Malas sekali untuk melihat wajahnya yang umbar senyum sana-sini.. itu tidak menarik, aku malah sangat ingin menghajar dan menendangnya kembali ke rumah lamanya itu.
Jung Jaehyun, kuharap kau cepat mati agar aku tidak resah akan nilaiku lagi. Atau.. pindah saja sana. Aku tidak mau melihat wajahmu disekitar rumahku.
"Kak, tahu hari ini hari apa?"
"Nggak.."
"Sadis.. Ini tahun baru. Keluar yuk~"
"Nggak.."
Jaemin, adik laki-lakiku mulai berulah –ia terus menggoyang-goyangkan tangan kananku sambil merajuk—, haha, upayamu sia-sia adikku sayang. aku tidak tertarik keluar rumah sekarang. Tidak akan. Tidak mau.
"Aku akan ada tes masuk perguruan tinggi sebentar lagi. Jangan ganggu! keluar sana dan mainlah PS bersama pacarmu, si Jeno Jenojaem itu."
"Kak~ Jeno bukan pacarku~ Kak ayo keluar~"
Aku memandang Jaemin tajam, namun seperti yang kuduga.. adikku tahan sekali menatapku balik. Ada apa dengannya? Mungkin dia kesepian.. atau kurang belaian?
"Keluar saja sana sendiri. Hush Hush..."
"AYAAAHH!! KAKAK NGGAK MAU KELUAAARR!"
Oke, dia ngelapor. Curang.
YOU ARE READING
No Reason -Jung Jaehyun NCT-
Teen FictionAku punya alasan untuk membenci kembang api.. tapi aku tidak punya alasan mengapa aku membenci Jung Jaehyun. -Semi informal-
