Tak lama kemudian, Draco dan Prof. Lupin pun telah sampai di Ruang kepala sekolah Prof. McGonagall.
---Di Ruang Kepala Sekolah---
"Silahkan duduk Mr. Malfoy dan Prof. Lupin. Ada gerangan apa kalian datang kemari?" Ucap McGonagall ramah.
"Jadi gini, tadi setelah acara makan malam pesta perayaan kemenangan di Aula Besar, saya melihat Draco di koridor tempat ruangan Harry berada saat ini Profesor. Dan ia mengetahui cukup banyak tentang Harry untuk saat ini." Ucap Remus tegas.
"Apa yang dikatakan Prof. Lupin benar, Mr. Malfoy?" Tanya McGonagall tegas.
"Benar profesor. Dan saya siap menerima detensi dari Profesor. Apapun itu." Ucap Draco.
"Baiklah kalau begitu. Malfoy, Minerva, saya keluar dulu." Ucap Remus sambil beranjak dari duduknya.
"Profesor, maaf sebelumnya, apakah saya boleh berbicara dengan Anda? Ini mengenai Potter." Tanya Draco setelah Remus benar benar pergi dari Ruang McGonagall.
"Kenapa Anda tiba tiba menanyakan tentang Mr. Potter? Ada apa?" Tanya McGonagall penasaran.
"Saya hanya ingin berterima kasih kepadanya Profesor. Kesaksiannya pada sidang Wizengamot telah menyelamatkan saya dan juga keluarga saya. Meskipun kedua orang tua saya tetap masuk Azkaban, akan tetapi masa tahanan satu tahun sangatlah ringan." Ucap Draco.
McGonagall pun terkejut atas pernyataan Draco barusan. Ia benar benar tidak menyangka bahwa Draco kurang lebih sudah berubah. Tapi ia juga penasaran apa gerangan yang membuatnya berubah? Bahkan peduli kepada Harry yang notabene nya adalah mantan musuh bebuyutannya sejak tahun ke satu di Hogwarts itu adalah sesuatu.
"Jadi begini Mr. Malfoy, saya akan memberi tahu Anda soal apa yang sedang terjadi dengan Mr. Potter. Tapi sebelumnya, bisakah Anda berjanji kepada saya untuk tidak membocorkan informasi tentang Mr. Potter yang akan saya sampaikan kepada siapa pun?" Tegas McGonagall kepada Draco.
"Baiklah Profesor. Apakah tetap tidak boleh jika saya memberitahukan kedua orang tua saya sekalipun? Karena saya rasa Harry sangat menyukai Mom. Harry juga berkata bahwa ia menjadi saksi saat sidang Wizengamot karena ingin membalas kebaikan Mom saat di Malfoy Manor." Tanya Draco kembali.
Sebagian yang Draco katakan adalah benar. Minerva juga merasakan bahwa Harry telah menemukan sosok seorang Ibu dalam diri Narcissa Malfoy.
"Karena orang tuamu masih di Azkaban, maka jika kau berkunjung, jangan katakan apapun tentang Mr. Potter. Jika mereka sudah benar benar bebas dan dalam situasi tenang, kau boleh memberi tahu mereka Mr. Malfoy. Sebelum kau memberi tahu kedua orang tua mu, ada kalanya kau menemui ku dulu. Mengerti Mr. Malfoy?" Jawab McGonagall dengan tegas dan tidak ingin dibantah.
"Baiklah Profesor. Jadi bisakah Anda memberitahu saya sekarang?" Tanya Draco to the point. Dan Draco juga berjanji bahwa ia akan menuruti semua yang dikatakan oleh Minerva.
"Setelah perang melawan Voldemort berakhir, kemenangan berada pada pihak Harry. Akan tetapi, kondisi Harry kian memburuk karena kutukan yang dilancarkan oleh Voldemort. Aku mengambil langkah untuk menempatkan Harry di ruangan khusus tersebut. Ia sendirian disana. Akan tetapi, peri rumah Grimmauld Place milik Sirius Black juga melayani Harry setiap harinya dan juga Madam Pomfrey yang selalu membawakan ramuan untuknya." Ucap McGonagall sambil menatap Draco.
"Apakah saya boleh mengunjungi nya Profesor?" Tanya Draco. Jauh di lubuk hatinya, ia sangat berharap Minerva akan mengizinkan nya.
"Kau boleh mengunjungi nya. Akan tetapi, kau harus ke ruangan ku. Karena kita akan pergi ke ruangan Harry dengan cara ber Apparate menggunakan jaringan floo." Ucap McGonagall sambil tersenyum ke arah Draco.
"Terima kasih banyak Profesor." Ucap Draco sambil membalas senyum Minerva.
"Profesor, soal kutukan Harry apa tidak ada penawar atau obat untuk menyembuhkan?" Tanya Draco kemudian.
"Kebetulan kau menanyakan hal itu Mr. Malfoy. Karena sampai saat ini aku juga belum mengetahuinya. Mr. Malfoy apakah kau bersedia membuatkan ramuan penyembuh untuk Mr. Potter?" Tanya McGonagall tegas.
"Saya bersedia Profesor." Jawab Draco atunsias. Bahkan kilat matanya menunjukkan kesungguhan saat mengatakan bahwa ia pasti bisa membuat Harry sembuh dan sehat kembali.
"Terima kasih Mr. Malfoy. Kalau begitu, ini adalah buku milik Prof. Snape. Kau juga bisa mengunjungi Spinner Ends dan menggunakan laboratorium miliknya untuk membuat ramuan penyembuh nya Harry. Snape berkata bahwa dari buku itu dan juga kemampuan mu yang sangat luar biasa dalam ramuan pasti akan bisa untuk menyembuhkan Harry dari kutukan Voldemort." Ucap McGonagall sambil memberikan buku peninggalan Snape kepada Draco.
"Seharusnya saya yang berterima kasih kepada Anda Profesor. Baiklah Profesor, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi, terima kasih banyak Profesor." Ujar Draco dengan sopan dan hormat.
"Saya izin untuk kembali ke asrama dulu Profesor. Mari." Dan Draco pun meninggalkan ruangan McGonagall sambil membawa buku dari Severus. Ia merasa lebih lega dan sedikit bahagia mungkin? Entahlah.....
To be continued...
Enjoy! Vote and Comment please..
Hope you like it!
YOU ARE READING
From Enemy To True Love - Drarry [BAHASA] ✓
FanfictionSummary : Setelah perang besar antara Dark side dan Orde Of The Phoenix, kemenangan berhasil diraih oleh Harry Potter, The Choosen One atau The Boy Who Lived Twice. Akan tetapi, kondisi kesehatannya makin hari kian memburuk diakibatkan oleh kut...
![From Enemy To True Love - Drarry [BAHASA] ✓](https://img.wattpad.com/cover/94616005-64-k333454.jpg)