Chapter 1

16.9K 1.5K 41
                                        

Happy reading ^-^

--------------------------------------------------

Setelah Perang besar antara Dark Lord dan Orde of the Phoenix yang akhirnya dimenangkan oleh Harry Potter yang dijuluki sebagai The Choosen One, atau The Boy Who Lived Twice.

Kini, setelah perang berakhir dan Voldemort mati, dunia sihir kembali aman. Sekolah sihir Hogwarts yang mengalami banyak kerusakan terpaksa harus diperbaiki terlebih dahulu. Baru, tahun ke Delapan akan diulang kembali. Akan tetapi, berkat bantuan sihir semuanya sangat mudah terselesaikan. Dan dalam waktu kurun 3 bulan, Hogwarts Withcraft and Wizardry School pun sudah kembali menjadi bangunan sekolah yang bagus dan layak digunakan kembali untuk penyihir tingkat 1 sampai 8.

.
.
.

Setelah perang melawan  Voldemort, kesehatan Harry terus menurun. Dikarenakan ia terkena kutukan Crucio yang sangatlah mematikan dari Dark Lord.

Saat ini, Harry berada ruangan khusus yang disediakan Oleh Prof. Minerva McGonagall. Karena Prof. Albus Dumbledore telah tiada. Akan tetapi, jasanya sangatlah besar dalam membantu pihak sihir putih dan Harry khususnya.  Di dalam ruangan tersebut terdapat Kretcher sang peri rumah Harry yang ada di Grimmauld Place no. 12. Dan Prof. McGonagall juga telah menyuruh Madam Pomfrey untuk mengecek kesehatan Harry setiap harinya serta memberikannya ramuan agar kesehatannya segera membaik.

.
.
.

Pesta perayaan kemenangan di Great Hall Hogwarts Withcraft and Wizardry School pun berlangsung dengan sangat meriah. Setelah perang besar, kini ke empat asrama di Hogwarts pun mulai membaur satu sama lain, bebas, tanpa adanya golongan tertentu.

Kepala sekolah baru, Prof. Minerva McGonagall pun memberikan sambutan untuk murid kelas 1 hingga 7. Ia juga menyampaikan bahwa murid kelas 7 harus mengulang pendidikan terakhirnya di Hogwarts pada tahun kedelapan dikarenakan tahun ketujuh yang banyak masalah di dunia sihir.

Serta tahun kedelapan adalah tahun penentuan dimana penyihir Hogwarts harus banyak belajar serta menghabiskan banyak waktu mereka di perpustakaan agar ujian NEWT mereka mendapatkan nilai Outstanding, yang berarti sangat memuaskan. Untuk menjadi auror saja, mereka harus mencetak minimal 4 nilai Outstanding.

Setelah menyelesaikan pidatonya, Prof. McGonagall memberikan penghargaan kepada Harry Potter sang Penyelamat Dunia Sihir. Tepuk tangan yang sangat meriah pun menggema di Aula Besar.

Harry pun maju ke ke depan podium dan seluruh mata di Aula Besar itu memandang ke arahnya dengan wajah sumringah. Harry pun menyampaikan pesan singkatnya bahwa ia berterima kasih kepada Prof. Albus Dumbledore dan juga Severus Snape yang telah banyak berkorban. Ia merasa bahwa mereka berdua lah yang seharusnya di berikan penghargaan.

.
.
.

Acara makan malam bersama di Aula Besar sangatlah ramai. Mengingat mereka sangat bahagia karena Voldemort telah mati. Setelah menghabiskan makannya, Harry pun langsung kembali ke ruangan pribadinya tersebut.

Harry berjalan sendirian ditengah koridor yang sepi tersebut. Maklumlah, karena hanya beberapa orang saja yang tau ruangan yang Harry tinggali setelah perang melawan Voldemort.

Karen merasakan angin malam yang begitu dingin hingga menusuk ke bagian tulangnya, Harry pun mempercepat langkahnya menuju ruang pribadinya. Tak lupa pula, ia merapatkan jubah Griffindor nya.

Setelah sampai di depan pintu ruangannya, Harry pun mengucapkan sandi Daniel Radcliffe,  dan pintu ruangan pun terbuka secara otomatis. Tanpa berpikir, ia pun langsung masuk ke ruangannya.

.
.
.

Harry tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang mengamatinya secara diam diam.

Harry kemudian pergi ke toilet yang berada di kamarnya untuk sikat gigi sebelum tidur dan mencuci muka supaya lebih segar dan rileks saat tidur. Ia pun melepas kacamatanya dan langsung terlelap dalam tidurnya. Mungkin karena Harry begitu kelelahan.

.
.
.

DRACO P.O.V.

Dimulai saat Harry memberikan kesaksiannya pada sidang Wizzegamot, dan berakhir dengan dirinya bebas dan hukuman satu tahun penjara Azkaban bagi orang tua Draco yakni, Lucius dan Narcissa Malfoy. Draco merasa hukuman tersebut adalah hukuman paling ringan diantara semua hukuman para Death Eater atau Pelahap Maut pengikut Voldemort.

Draco merasa bahwa setelah perang telah usai, Harry Potter bukanlah Harry yang dulu ia kenal. Terakhir kali ia melihat Harry adalah saat sidang Wizengamot dan saat ini.
Harry menjadi pendiam, jarang terlihat, dan tidak pernah berisik lagi.

"Sepertinya, ada yang dia sembunyikan." Batin Draco dalam hati.

.
.
.

Draco pun mengikuti Harry tanpa diketahui sedikitpun. Wajarlah semua orang merayakan kemenangan di Great Hall dan banyak murid dari Asrama Slytherin yang masuk ke Azkaban gara gara menjadi Death Eater atau Pelahap Maut.

Draco pun mengetahui dimana Harry berada saat ini. Ia merasa prihatin terhadap Harry. Ia tau, sangat tau malah bahwa Harry telah kehilangan banyak orang yang berharga baginya. Dan ia rasa, Harry juga sendirian di ruangan itu.

Dan yang paling Draco syukuri saat ini adalah ia berhasil mengetahui sandi untuk masuk ke ruangan Harry.

"Daniel Radcliffe, finally!!" Batinnya berteriak senang.

DRACO P.O.V. End

.
.
.

Tanpa Draco sadari, Prof. Remus Lupin sudah berada di belakangnya.

"Profesor?" Ucap Draco kaget.

"Apa yang kau lakukan disini, Mr. Malfoy?" Tanya Remus Lupin.

Draco pun tidak tau harus berkata apa. Dan pasti Remus tau persis apa yang dilakukannya. Yakni, men stalker Harry.

"Ikut ke Ruang Kepala Sekolah Mr. Malfoy. Sekarang! Cepat!" Ucap Remus memerintah.

Draco pun hanya bisa pasrah menjalani detensi nya sebentar lagi. Ia pun berjalan ke arah ruang kepsek Prof. McGonagall diikuti oleh Remus dibelakangnya.

To be continued...

Hope you like it!
Don't forget to vote and comment

From Enemy To True Love - Drarry [BAHASA] ✓Stories to obsess over. Discover now