1-Airport

23 1 0
                                        

Ting!
Dentingan lift membuyarkanku dari lamunan ku. Ku bergegas masuk ke dalam pesawat.

Bruk!

"Oh sorry, are you okay?". Ucapku setelah menabrak lelaki yang memakai jas formal dan memakai kacamata hitam.

Tampan, benakku.

"Everything is okay, Mrs". Jawabnya sambil tersenyum dan aku membalasnya. "Thanks". Jawabku singkat. Lalu aku duduk tepat disamping jendela. Kuhilangkan rasa penatku dengan memandang keluar jendela.

Huft

"Baik, kita bicarakan nanti lagi"

Kudengar suara lelaki itu lagi, setelah itu, dia ternyata duduk disebelahku.

"Hei, kamu lagi". Sapanya.

"Hm hai". Jawabku singkat.

"Siapa namamu?". Tanyanya.

"Renata Zahira. Anda bisa panggil saya Zahira, dan nama anda Tuan?". Tanyaku dengan formal.

"Ah ya, Zahira. Kenalkan, namaku Zevan Pranata, dan aku hahaha aku masih berumur 20 tahun. Kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan Tuan, Zahira. Tunggu, umurmu berapa?". Jawabnya.

"Ohh hahahaha, aku masih berumur 18 tahun Zevan". Jawabku santai.

"SMA?". Tanyanya.

"Yap". Jawabku.

Zevan mengangguk. Oh, ternyata dia masih muda dan sangat ramah. Umm, dan tampan hehe.

"Ngomong ngomong, apa yang kamu lakukan untuk pergi ke London?". Tanya dia. Huh, ternyata dia sangat kepo.

"Beasiswa". Jawabku.

Dan dia hanya ber-oh ria.
Setelah itu, kami sibuk dengan urusan kami masing masing. Aku tidur dan dia menandatangani urusan kantornya. Oh ya, ngomong ngomong, dia masih muda tetapi sudah diwariskan perusahaan besar ayahnya di London ternyata.

...

"Hmmhh" . Aku membuka mataku.

"Sudah puas tidurnya putri tidur? Pundakku cukup nyaman untukmu ya ternyata". Kata lelaki di sebelahku sambil terkekeh.

Wait!

Aku segera membenarkan posisi dudukku. Dan merapihkan rambutku yang acak acakan.

Blush!

Tadi aku senderan ke dia?, benakku.

"Umm, maaf tuan, eh Zevan maksudnya ah maafkan aku". Kataku sambil menunduk malu.

"Haha enggak apa apa kali, silahkan aja kalau kamu mau senderan di bahuku juga tidak masalah". Jawabnya santai tetapi sangat... Hei sadar Zahira, bahkan kalian baru kenal selama, sekarang jam berapa?.

"Zev, sekarang jam berapa?". Tanyaku.

"18.45 Zahira". Jawabnya sambil tersenyum. Uh, senyumnya bikin semua cewe yang lihat pasti akan meleleh.

"Oh ok". Jawabku sambil memalingkan wajah.

_______________

Aku menginjakkan kakiku di bandara. Yash, aku sudah sampai. Melelahkan sekali.

"Zahira, kamu dijemput siapa?". Tanya Zevan. Aku tidak menjawab.

"Hei, kamu mau kemana?". Katanya setengah berteriak ketika aku berlari kearah sebuah cafe kecil di seberang bandara.

Aku menengok ke belakang dan tersenyum kepadanya.

Dan dia balas tersenyum hangat kepadaku.
_______

CHANGEDWhere stories live. Discover now