N O L

27 0 0
                                        

Map yang sudah kususun rapi diatas meja segera kuangkat, lalu berjalan cepat ke ruangan Glen yang sedari tadi tak sabar menunggu berkas penting perusahaan.

Pintu ruangan terbuka, secercah hembusan air conditioner dari ruangan itu menerpa muka ku, pandagan pertama aku menatap tanaman hias yang sangat cantik, Glen memang suka keindahan. Pandangan selanjutnya membuatku menatap nanar kearah meja Glen, oh bukan maksudku kearah wajah Glen, lebih tepatnya bibirnya.

Seorang gadis tengah berupaya keras menggoda Glen, tapi terlihat jelas bila Glen mencumbunya acuh, mereka belum sadar akan kedatanganku. Lebih baik aku pergi saja.

*bruk-bruk-bruk-bruk*

"Map sialan," geramku dalam hati.

Ps : anggap saja prolog :')

With love
Palembang, 2 Januari 2017

Odi

MINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang