Prolog

136 5 0
                                        

"Ketika kita tersenyum,aku berharap ini obat yang terbaik".
Uuuhhh... Selesai sudah bab ini yeay! Semoga semua suka karya gue meskipun belum sempurna sih,lagian baru satu yang kelar...

" Ricka, lo ngapain? Panggil mama tuh suruh dinner bareng dibawah!" kata seseorang dari luar kamarku. Aku segera membuka pintu dan membukanya, ah Ricko dia saudara kembarku. Aku dan dia hanya selisih lima menit, dia ganteng,populer di sekolah,baik,ramah,pandai bergaul dan dia ketua basket. Perfect, satu kata yang paling banyak  dikumandangkan dari para fanss-nya,inget ya para fanss!Belum tentu menurutku dia juga begitu! Menurutku dia sangat... Boys yah gitu lah

"Lo ngapain ngelamun he? " sebuah suara menyadarkanku. Dia....

" Ricko, lo bawa siapa sih sebelah lo ini? Kayaknya gue nggak kenal " kataku dengan memalingkan wajah

" kenapa sih Ricka? Lo sensi ya?lagi PMS yaa " katanya lagi yang membuatku mendengus sebal.

" serah lo dah! Gue nggak peduli " kataku pergi meninggalkan Ricko dan dia yang masih diam di depan pintu.

" Gue masih pegang janji kok,tenang aja!" teriaknya saat aku akan menuruni anak tangga pertama.
Ah... Janji itu? Apakah iya akan terwujud? Dia... Dia memang banyak menyimpan sesuatu. Ya dia, dia adalah Mario  Mellark yang sampai sekarang masih melekat jelas namanya di benakku.

PromisesOù les histoires vivent. Découvrez maintenant