Pagi ini aku bangun pagi sekali, aku melirik jam diatas nakas yang masih menunjukkan pukul 04.12, aku segera turun dan berjalan kekamar mandi, setelahnya aku menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim.
Aku mengetuk pintu yang persis ada disamping kamarku. Membukanya dengan perlahan dan tampaklah seseorang yang masih bergelut dengan mimpinya. Kak Miko.
"Kak bangun. Sholat subuh!" kataku menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Lalu setelah dirasa kak miko cukup bereaksi aku lalu kembali keluar dan menuju meja makan. Aku lihat, mamah sudah sibuk didapur. Aku membantunya memasak dengan kemampuan yang aku bisa.
Pukul 06.14 meja makan mulai terisi, ada kak miko yang siap dengan stelan kerjanya. Kak miko yang baru lulus kuliah 2 bulan yang lalu dan langsung mendapat pekerjaannya, sedangkan papah sendiri masih bekerja diperusahaan yang diwariskan kakek ku.
Bersyukur, aku hidup dikeluarga yang berkecukupan. Tapi, aku tidak boleh terlena, karna aku tau ini semua hanya titipan Allah SWT.
"Rey nanti pulang sekolah mau kakak jemput ?" tanya kak miko tiba-tiba.
"Lho, emang kakak gak kerja ?"
"Kerja sih hehe, tapi kan bisa ijin sama papah buat ngejemput Rey dulu, boleh ya pah?" papah hanya mengangkat bahunya cuek.
"Gak usahlah kak ngapain. Lagian kakak gak boleh semena-mena keluar masuk jam kerja, biarpun kakak kerja diperusahaan nya papah." kataku. Memang, kak miko ini type orang yang kadang semaunya. Dan papah type orang yang terserah. Mereka memang cocok.
"Mamah setuju!" timpal mamah menyahuti.
"Tumben-tumbenan kamu mau ngejemput Rey. Pasti ada maunya ya ?" tebak mamah yang langsung membuat kak miko cengengesan.
"Ngga lah mah"elaknya.
"Yaudah. Mah,pah,kak. Rey, berangkat sekolah dulu yah. Assalamualaikum" aku menciumi punggung tangan semua anggota keluarga ku, lalu mulai keluar. Tiba-tiba kak miko sudah ada disamping ku, saat aku hendak mengeluarkan motor dari bagasi.
"Rey, berangkat bareng yuk. "
"Terus nanti Rey pulang nya gimana ?"
"Ya. Kakak jemput. Rey pulang jam 1 kan ? Itu pas sama jam istirahat kakak dikantor jadi gak ada buat maen keluar jam kerja." jelasnya membuat aku mengerti. Lalu aku hanya menuruti kak miko yang menggiring ku masuk kemobilnya.
"Kak jujur aja deh. Kakak lagi mau sama siapa ?" tanyaku saat mobil kak miko sudah mulai melaju. Awalnya kal miko berlagak bingung tapi aku tetap memaksanya sampai ia menyerah.
"Kakak cuma pengen kenal lebih deket sama temen kamu yang waktu itu nginep dirumah kita." cengirnya.
"Oh, Melani ?"kak miko hanya mengangguk seraya tersenyum sambil tetap fokus kejalanan.
"Tapi dia udah punya pacar lho kak" godaku. Dan kak miko langsung melirik ku. Dan hilang lah semua senyum cerah nya. Haha. Kasihan sekali kakakku.
"Engga ding. Rey boong. Melani, masih available kok cuman lagi nunggu someone aja."kekehku. Dan lagi-lagi kak miko melirikku, mencari kebenaran ehh?
"Kali ini Rey beneran kok kak. Melani itu lagi nunggu kak Reno. Kakak kelasnya kita, tapi ngga tau juga deh. Kakak coba aja dulu pendekatan sama Melani. Anaknya supel kok." kak miko hanya mengangguk dan tak lama, aku pun sampai didepan gerbang sekolah.
"Makasih ya kak." kataku lalu mencium pipi kirinya sekilas, didepan mobil aku melihat Melani yang dibonceng kak Reno dengan motor vespa nya. Aku melirik kak Miko yang raut wajahnya tak terbaca.
"Yaelah kak. Gausah sedih gitu. Melani, punya sodara kembar kok. Muka mereka mirip lagi, mau aku kenalin?" tanyaku mencoba menghiburnya, karna kali ini aku kembali melihat tatapan mata itulagi, setelah dulu redup. Tatapan harapan.
"Ya kapan-kapan. Lagian kakak gak bakal se-down itu kali. Kakak kan cuma pengen kenal lebih deket aja. Gak ada maksud apa-apa."
"Yaudah bye kak." aku menutup pintu mobil kak Miko. Aku tersenyum, melihat kak Miko yang perlahan mulai mau membuka dan menata hatinya lagi, walau awalanya pun sudah sangat mengecewakan .
YOU ARE READING
Bye Vs Goodbye
Non-FictionBagaimana rasanya mencintai pada orang yang salah ? Berawal dari penasaran. Apakah ia harus menyesal atau mensyukurinya ? Apakah akhirnya ia akan bahagia atau sebaliknya ? Rahasia tentang sahabat yang akhirnya ia ketahui dan menjadikan nya seolah...
