Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Sehun merasakan tubuhnya bugar kembali begitu keluar kamar mandi. Kelelahan akibat konser serta jalan-jalan bersama ketiga Hyungnya malam ini seolah menguap tak bersisa. Pemuda jangkung itupun mendarat di atas ranjang, mengusap rambut basahnya dengan handuk sembari mengecek ponsel.
Sehun membaca acak komentar yang ditinggalkan fansnya pada dua unggahan foto terbarunya bersama Chanyeol. Kemudian bergulir ke potret-potret dirinya yang tengah bermain di pasar malam. Sehun tertarik menyimak—semacam—thread yang dibuat para penggemar, namun wajahnya tak menunjukkan reaksi apapun.
Saat asyik dengan ponselnya, tiba-tiba pintu di belakang Sehun terbuka. Sang maknae mengerut alis mendapati wajah Chanyeol yang tampak kusut nan merona disertai senyum bodohnya.
"Kau masih saja mabuk?" tanya Sehun seolah tak percaya. Beberapa jam yang lalu ia meninggalkan Chanyeol yang setengah mabuk setelah iseng memposting wajahnya di akun instagram Chanyeol sendiri.
Yang lebih tua justru menunjukkan sebotol soju yang dipegangnya. "Aku menyisakan untukmu, Sehun-ah." Dan ia berjalan menuju sofa. "Kemarilah, kita minum sama-sama."
Sehun bergeming, menatapinya dengan ragu. Di hari ulang tahunnya ini tingkah Park bungsu jadi sedikit aneh. Chanyeol jadi semakin terlihat stress. Meski berkali-kali tertawa, namun di mata Sehun ada yang tidak beres dengannya.
"Hari ini kau minum lebih banyak dari biasanya," komentar Sehun.
Chanyeol terkekeh sambil menuangkan substansi memabukkan itu ke dalam gelas. "Memang kenapa? Ini hari ulang tahunku." Dan dalam satu kali gerakan, minuman itu pun tandas.
Sehun mendesah, "Kondisimu mengkhawatirkan saja."
"Diamlah, Sehun-ah," sergahnya. "Aku sudah dewasa. Lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri."
Sehun tampak tak senang dengan ucapan barusan. Ia tahu orang mabuk memang sering menyebalkan, namun tak disangka kalau Chanyeol dua kali lebih menyebalkan dari member lainnya.
"Sebaiknya kau segera istirahat, Hyung. Manfaatkan waktu yang tersisa dengan baik sebelum pulang ke Korea."
"Sshhh, aku bukan anak kecil, Sehun-ah. Diamlah—hik."
Sehun berdecak. Percuma bicara dengan orang teler. Sang maknae pun memutuskan untuk menelungkupkan tubuh sembari kembali fokus pada ponselnya. Di belakang sana mulai terdengar racauan Chanyeol. Laki-laki itu tak mau berhenti sebelum minumannya habis.
"Sehun-aahh, kenapa—hik—kau tidak mau menemaniku minum? Kau tidak—hik—sayang lagi denganku—hik—hm?" Kemudian Chanyeol terkekeh riang.
Sehun hanya mengerutkan alis tanpa berniat menoleh. Jemarinya masih terus menscroll isi timeline. Dibiarkan sebentar lagi laki-laki itu pasti nanti mendengkur sendiri.
"Sehun-ahh," rengeknya. "Tega seka—hik—li kau mengabaikan kekasihmu sendiri di—hik—hari ulang tahunnya. Padahal tadi kita baru saja ber—hik—kencan."