This story is about to start
1
2
3
~_~_~_~_~_~_~_~_
"Hah!... Hah!" Deru nafasku terdengar saat ku berlari di sela - sela pohon. Tanpaku pedulikan kakiku yang lecet karena ranting dan semak yang kuinjak, aku terus berlari mencari jalan keluar dari hutan terkutuk ini. Suara gemerincing rantai di kedua kakiku mengiri setiap lariku.
"Lari!! Lari!! Cepatlah!" Batinku untuk diriku sendiri. Aku berusaha mempercepat lariku namun sia - sia karena aku sudah cukup lelah dengan luka - luka yang sudah ku punya sebelumnya dan cahaya bulan bewarna biru yang redup membuatku sulit melihat.
"Dia sakit! Dia sangat sakit!" Ucapku dalam hati ketakutan.
"Menakutkan! Aku tidak ingin seperti itu lagi!"
"Yang bisa menyelamatkan diriku adalah diriku sendiri. Karena itu aku harus kabur!"
"Shinya..., Hei Shinya! Kau bisa mendengar ku?" Panggilku pada roh yang ada pada diriku sambil menatap bulan. Lama tidak terlihat apa - apa, hanya bulan yang masih memancarkan sinar biru muda redupnya.
"Shinya! Jawab aku!" Panggil ku lebih keras. Hingga terlihatlah sosok yang terbentuk di permukaan bulan. Sosok yang membentuk seperti makhluk elf dengan telinga yang panjang dan sayap besar namun terlihat ada beberapa sobekan dan lubang di sayapnya. Namun sosok itu, Shinya, terlihat sangat lemah dan terluka parah.
"Apa kau baik - baik saja? Di hutan ini pengelihatan hanya berasal dari kekuatan roh yang ada di setiap tubuh seseorang yang dicerminkan menjadi sinar ke bulan. Dan sinarmu sangat redup" Telepatiku kepada Shinya.
"Tubuhku sangat lemas. Cepatlah cari jalan keluar dari Hutan ini, aku tidak bisa menahan jika seandainya ia terbangun dan mencoba mengambil alih pengelihatan di hutan ini" Jawab Shinya dengan lemah.
"Aku akan berusaha, tapi aku juga mulai kelelahan. Apa kau tidak bisa melihat ke arah mana aku seharusnya pergi?" Tanya ku.
"Maaf, aku sudah semakin lemah sejak Shou menyekap kita. Roh dalam diri Shou selalu mengambil kekuatan dalam diriku sehingga aku kehilangan banyak kekuatan dan salah satunya adalah Sight " Jelas Shinya masih dengan suara yang lemah.
"Roh Shou? Maksudmu Mao?" Tanya ku memastikan.
"Iya... . Bagaimanapun juga kau pasti tahu. Mao adalah penyihir bangsawan dan raja dari bangsa Elf. Mereka sangat kuat. Sementara aku hanya seseorang dari bangsa Elf kelas tengah yang sebagian besar kekuatan ku telah direbut oleh Mao. Karena itulah cobalah untuk keluar dari hutan ini secepatnya. Jika mereka menangkap kita lagi, akan percuma karena kita tidak mungkin melawan mereka" Lirih Shinya. Aku hanya terdiam menanggapi ucapan Shinya.
Aku adalah seorang penyihir yang mempunyai roh peri elf. Dulu kegiatanku adalah membuat ramuan dan mantra sihir untuk orang - orang yang datang meminta. Namun itu telah terjadi 8 tahun yang lalu. Saat seorang Vampire bangsawan murni dengan roh penyihir nya datang dan menjebak ku juga Shinya. Hingga aku menjadi terkurung di tengah - tengah hutan dalam sebuah kastil tua milik Vampire itu, Shou.
Ini adalah satu - satunya kesempatan ku untuk lari setelah sekian lama.
"Ukh!" Ringgisku saat luka bekas tusukan yang diberikan oleh Shou di perut ku tergores ranting pohon. Aku hanya memegangi perut ku sambil terus berlari mencari jalan keluar.Karena kurangnya pencahayaan dan diriku yang sudah lelah, kaki ku akhirnya terkena ranting dan diri ku pun jatuh tersungkur di tanah.
"Uhuk!" Batuk mengeluarkan darah dari mulutku. Deru nafasku makin tidak beraturan dan pandangan ku mulai berkunang - kunang. Aku sudah sampai batas ku. Cahaya bulan pun terlihat makin meredup. Aku sudah lelah, aku tak sanggup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yandere's Prey | Yandere One - Shot |
FantasiI'm going to make this One - shot to a book. Someday. Hope you like it. One - shot. Belongs to Esline Hanami September 2016
