"Apa?" Jeonghan mendengus kesal. Ia tarik selimut yang menutupi kakinya hingga sebatas leher, berbalik dan membelakangi laki-laki tampan yang merebahkan badan di ranjangnya. "Jangan coba-coba mengangguku sialan!" bentaknya ketika tahu jika laki-laki yang tengah dipunggunginya itu mencoba untuk mendekat.
"Aku tidak bisa tidur..." suara itu merengek dengan tangan yang berusaha memeluk tubuh Jeonghan, walau akhirnya harus berakhir dengan tepisan-tepisan kasar.
"Seungcheol!" Jeonghan menggeram marah ketika tangan Seungcheol masuk ke dalam selimutnya dan berusaha menggapai dadanya.
Jeonghan bangkit, ia duduk, membuat selimut yang menutupi tubuh telanjangnya turun sampai di pinggang. "Sialan kau Choi sialan Seungcheol!" Jeonghan menarik selimutnya dan setelahnya berusaha berdiri meninggalkan ranjang yang keduanya tempati. Tapi akhirnya, Jeonghan harus kembali terbaring di atas ranjang bersamaan dengan Choi Seungcheol yang duduk di atas perutnya.
"Ayolaaah, sekali saja? hmmm?" Seungcheol berusaha membujuk laki-laki cantik itu. Bibirnya mengerucut dengan pipi yang di kembungkan, membuat Jeonghan juga tidak tahan karena kekasihnya yang tampak gagah dan tampan kini terlihat begitu manis dan imut.
Tapi, Jeonghan ya tetap Jeonghan. Ia tidak akan luluh hanya karena wajah memelas itu, atau ia akan berakhir dengan kesakitan besok pagi dan hanya akan menjadi bahan olok-olok Jisoo.
"Turun dari atas tubuhku atau kau pergi keluar Choi?!"
Seungcheol menggeleng. Ia bahkan menurunkan tubuhnya membuat tubuhnya benar-benar menindih Jeonghan. Wajahnya ia benamkan pada ceruk leher Jeonghan meresapi wangi vanilla yang amat manis menguar dari tubuh laki-laki itu. "Sekali aja?" tanpa menunggu persetujuan Jeonghan, Seungcheol mengecup perpotongan leher Jeonghan.
Jeonghan mengerang, ia mencoba mendorong Seungcheol tapi hanya berakhir sia-sia. "Sekali lagi?" Seungcheol kembali mengecup tulang selangka Jeonghan.
Tidak puas, Seungcheol mendonak, menatap Jeonghan dan menunjukkan wajah memelasnya, "Sekali lagi ya?" Seungcheol mengecup pipi Jeonghan. tesenyum lagi dan kembali melayangkan kecupannya di hampir seluruh wajah Jeonghan. Sedangkan Jeonghan, sudah menyerah menghadapi Seungcheol biar sajalah laki-laki itu ingin melakukan apa, Jeonghan benar-benar mengantuk.
"Aku akan tidur sekarang." Seungcheol turun dari atas tubuh Jeonghan dan berbaring di sebelahnya dengan tangannya yang masuk ke dalam selimut Jeonghan. Mendekati dada Jeonghan dan mengecupi leher belakang laki-laki itu.
Jeonghan mengerang frustasi, tapi Seungcheol ya Seungcheol. Tak terbantahkan, jadi dengan posisi dan keadaan yang aneh kedua anak adam itu tidur bersisihan di ranjang dengan tangan salah satunya menggerayangi dan menyapa dada orang yang tertidur di depannya.
fin_
YOU ARE READING
Love
FanfictionJeonghan x Seungcheol fanfiction Private Chap : Love? Jeonghan Night
