" Silahkan dibaca dulu pak kontraknya supaya nggak ada salah paham nanti setelah tanda tangan" Feri, utusan Haris mengingatkan.
" Hmm saya rasa saya sudah cukup yakin " Kata Pak Marco, Klien Haris Horizon dari Horizon Company, sambil memegang pulpen.
Belum menggoreskan tanda tangan di kontrak tersebut, Lukas, utusan Tom dari Dwell Company memanggil Pak Marco dan datang sambil memegang surat kontrak juga. Ia menawarkan proposal kontrak yang lebih baik dengan syarat tanda tangan kontrak disaat itu juga.
" ...Jadi begitu Pak Marco. Kontrak kami lebih baik dari kontrak Horizon Company kepada bapak. Tetapi kami hanya mempunyai syarat supaya bapak tanda tangan sekarang juga, on the spot." Tawar Lukas.
" Benar Pak Lukas. Kontrak yang kalian ajukan memang lebih baik. Saya akan tanda tangan sekarang juga"
Pak Marco yang sudah tanda tangan kontrak dengan Lukas minta maaf pada Feri karena sudah berbulan-bulan Feri menawarkan kontrak tersebut dengan banyak pembahasan pula namun ketika Lukas datang ia justru menandatangani kontrak dengannya.
Memang Feri tidak menunjukkannya, tetapi setelah pertemuan di restoran tersebut, ia masuk ke mobilnya dan kesal sendiri sambil menelepon bosnya, Haris
" Gimana ini pak. Proyek kita dengan Pak Marco gagal karena ditengah-tengah tadi ada utusan dari Pak Tom yang datang secara tiba-tiba dengan menawarkan kontrak yang lebih bagus dengan syarat tandatangan ditempat. Maaf Pak saya telah gagal menyelesaikan kontrak ini."
" Kurang ajar memang Tom itu. Sudah sejak lama dia jadi rival kita dan sekarang dia main kotor begitu. Sudah begini saja Feri, kita tidak usah pedulikan lagi proyek dengan Pak Marco dan fokus saja dengan proyek yang lain. Tapi kali ini harus berhasil, begitu saja dari saya. Sudah dulu saya ada janji dengan anak saya dulu."
"Baik pak."
Di waktu yang sama Lukas menelpon bos nya juga, Tom, " Pak, proyek yang bapak minta sudah deal."
" Bagus kalau begitu. Ingat Lukas, tidak ada yang curang di dunia bisnis ini. Semua hanya karena cerdik saja"
" Saya mengerti Pak"
" Ya sudah, kerja bagus. Teruskan kerja bagusmu ini. Saya ada meeting."
" Baik pak"
Ini adalah satu dari antara banyak kejadian yang membuat Dwell Company dan Horizon Company bersaing dengan sengit beberapa tahun terakhir. Persaingan yang cukup tidak sehat memang.
Di lain tempat dan kejadian..
"Pa ini jajan2nya ditaruh mana ya?" Tanya Samuel Liane
" Digantung disana aja Sam, setelah ini jangan lupa bantu mama, Emily buka toko ya"
" Beres pa hehe"
" Oh iya jangan lupa bantu Loli kerjain pr nya kalo udh selesai semua"
" Yes sir"
Josh Liane sedang bersyukur, betapa beruntungnya ia memiliki keluarga yang bahagia sekarang ditambah dengan pembukaan toko kelontongnya yang baru. Kebahagiaan yang ia harap dapat berjalan terus menerus...
YOU ARE READING
DOUBT
Teen FictionCerita tentang persahabatan, percintaan, keluarga, pengkhianatan, dan pengorbanan... ~terkadang hidup penuh dengan keragu-raguan~
