"Nayeon, kau beneran akan menyatakan cinta padanya?"
"Nayeon-ah, lebih baik kau urungkan niatmu kau pasti akan di tolak mentah-mentah."
"Iya, kami saja di tolaknya. Pasti kau juga akan di tolaknya."
"Tidak akan ada orang yang bisa meluluhkan hatinya. Coba kau hitung saja sudah berapa banyak yang menyatakan perasaan padanya. Tapi tidak ada yang berhasil mendapatkannya."
"Lagian kau tidak suka padanya untuk apa kau menyatakan perasaan?"
"Apa kau ingin menjadi pacarnya?"
"Apa jangan jangan kau sudah menyukainya?"
"Kenapa kau tidak menerima pria lain saja yang menyukaimu."
Dari tadi tidak mempedulikan perkataan kedua temannya, di pikiran nayeon hanya teringat tentang perkataan eonnie nya. "Im nayeon bisakah kau berhenti mengganggu eonnie, dimana mana selalu ada dirimu saat changwook oppa ada di sini. Eonnie juga ingin berdua bersamanya sendirian. Cari saja pacarmu sendiri. Kenapa? Belum punya pacar? Makanya jangan terlalu banyak menolak pria yang menyukaimu. Apa jangan jangan semua pria yang menyukaimu itu kalah tampan dengan changwook makanya kau menolaknya."
Mengingat perkataan eonnienya membuat nayeon makin menekatkan niatnya.
"Baiklah sudah kuputuskan aku akan menyatakannya sekarang." Kata nayeon dengan penuh semangat lalu pergi meninggalkan kedua temannya dan berjalan menuju pria yang sedang bermain basket bersama temannya.
"Hai.." sapa nayeon saat berdiri di hadapan pria itu. Semua mata orang yang ada di sekeliling lapangan basket langsung tertuju kepada nayeon. Mereka mulai berbisik bisik tentang nayeon.
"Apa yang dia lakukan di sana?"
"Apa dia juga mau menyatakan cinta kepadanya?"
"Berani sekali dia berbicara dengannya saat dia lagi fokus bermain basket."
"Aku berani taruhan. Pasti akan kena tolakan untuk yang kesekian kalinya."
"Aku juga bertaruh. Di tolak."
"Dia cantik juga, tapi tetap saja akan kena tolak. Banyak wanita cantik di sini yang ditolak samanya."
"Jadi penasaran siapa wanita beruntung yang akan mendapatkannya."
"Itu kan im nayeon teman sekelasku. Apa yang di lakukannya di sana."
Tidak mempedulikan orang orang yang membisikkannya. Mata nayeon menatap lurus ke depan.
"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya pria itu.
Tanpa berpikir panjang nayeon langsung mengatakannya keluar.
"Aku menyukaimu. Aku ingin kau menjadi pacarku."
Terdiam.
Semua orang termasuk pria itu terdiam mendengar kata kata yang keluar dari mulut nayeon. Beberapa detik kemudian orang orang mulai berbisik kembali tentang nayeon. Hampir semuanya taruhan kalau nayeon bakal di tolak.
"Kau cukup menjawabku ya atau tidak. Tidak perlu memberikan alasan yang lain." Kata nayeon.
Menatap nayeon, pria itu langsung menjawabnya yang membuat seluruh orang yang menyaksikan ini terkejut mendengarnya.
"Ya.. baik. Aku mau menjadi pacarmu."
Membuka mata dan mulutnya lebar. Nayeon tidak tahu dia lebih terkejut mendengarnya atau orang di sekitarnya.
Bisikan yang dari tadi terdengar sekarang menjadi diam tanpa ada suara sedikitpun.
"Mulai sekarang kau menjadi pacarku dan aku menjadi pacarmu." Lanjut pria itu lalu memberikan senyuman yang bisa membuat wanita manapun meleleh melihatnya.
Melihat nayeon yang hampir terjatuh karena mendengar jawabannya, pria itu langsung menolongnya dengan cepat dengan memeluk pinggangnya. Mengedipkan matanya berkali kali nayeon tidak mempercayai semua ini.
*****
VOCÊ ESTÁ LENDO
2 Sisters
FanficCerita tentang kehidupan dua kakak beradik im yoona dan im nayeon. Tinggal berdua di dalam rumah, orangtua mereka tinggal dan kerja di jepang. Sama sama cantik Sama sama mempunyai seorang pacar Terkadang mereka saling bertengkar, walaupun hanya pert...
