Ulang Tahun

22 2 0
                                        


Pagi itu Andi tampak terburu-buru mengayuh sepeda onthelnya menuju sebuah taman di dekat kota. Ia lupa bahwa hari ini ada janji ketemuan dengan seseorang sekitar 30 menit yang lalu. Kemudia ia mempercepat laju sepeda. "semoga dia masih ada di sana," batin Andi. Lima menit kemudian ia sampai di taman, dan langsung mencari seseorang itu di segala penjuru namun ia tak menemukannya. Sampai suatu ketika seorang anak kecil mendekatinya seraya berkata, "Dia sudah pergi 10 menit yang lalu."

Sontak saja Andi terkejut bukan main, bagaimana tidak seorang anak misterius tiba-tiba datang entah dari mana, kemudian mengatakan sesuatu hal yang menimbulkan segudang pertanyaan.

"Maaf, kamu siapa? Dan apa kamu mengenal dia yang kucari." kata Andi

"Aku Lena. Tentu saja dia yang kakak maksud adalah seorang blasteran China-Indo kan?" kata Lena

"Hmm, bagaimana kau tahu?" kata Andi

"Tadi aku melihatnya sedang duduk sendiri, kemudian aku pun menghampirinya dan dia mengatakan beberapa hal." kata Lena

"Lalu?" kata Andi

"Dia meninggalkan sebuah buklet bunga mawar biru untuk kakak . Di dalamnya ada sepucuk surat coba saja dibaca, dan pastikan namanya" kata Lena

"Bagaimana kamu tahu kalau orang yang dia maksud adalah aku?" kata Andi

"Dia memberikanku beberapa ciri-ciri. Dan setelah dipikir-pikir lagi hanya kakak yang memenuhi ciri-ciri itu." kata Lena

Kemudian Andi membaca surat itu yang berisi, "Kau terlambat?" dan menemukan inisial sang penulis yaitu "K". Benar itu adalah dia, tidak salah lagi. Hatinya yang tadi penuh dengan rasa khawatir, kini perlahan sirna berubah menjadi bahagia.

"Apakah lena tahu dimana dia pergi?" kata Andi

"Dia pergi ke arah selatan." kata Lena

"Benarkah?" kata Andi

"Tentu, sebelum pergi dia berpesan bahwa dia akan menunggumu di stasiun bawah tanah." kata Lena

"Baiklah kalau begitu, Terima kasih." kata Andi

Lalu Andi pergi ke arah selatan dan sesegera mungkin menuju stasiun, yaitu sekitar 1,5 km dari tempatnya berdiri sekarang. Kali ini dia tak mau terlambat lagi. Ketika melewati jalan utama, ternyata ada beberapa masalah yang membuat Andi harus berbalik arah memutar. Tentu saja hal tersebut akan memakan waktu lama, jikalau ingin melewati jalan pintas pun dia harus masuk ke gang-gang pemukiman. Namun mau bagaimana lagi akhirnya Andi terpaksa memilih jalan pintas. Sepanjang perjalanan dia terus dibayang-bayangi oleh seseorang yang dimaksudnya. Bahkan kadang Andi hampir terjatuh, dan menabrak sesuatu karena kehilangan fokus serta konsentrasinya.

Beberapa menit kemudian, Andi telah sampai di Stasiun bawah tanah. Ia paham betul kalau seseorang itu senang duduk di bangku-bangku sekitar loket. Namun kali ini dia tidak melihatnya dimanapun, pikirannya mulai melayang ke sana kemari. "Apa aku terlambat?" tanya Andi dalam hati. Tak lama kemudian, seorang nenek yang duduk di belakang Andi berdiri, menyuruhnya untuk duduk. Ia pun menurut, lalu nenek itu memberikan beberapa pertanyaan.

"Nak, kamu Andi kan?" kata nenek

"Iya, saya Andi. Bagaimana nenek tahu?" kata Andi

"Tadi ada seseorang yang duduk di samping nenek, dan mengatakan beberapa hal. Salah satunya akan ada seorang pemuda yang datang, lalu duduk di sini 15 menit yang akan datang. Nah setelah dia pergi hanya kamu yang duduk di sini." kata nenek

"Jika memang nenek tahu siapa orang yang kumaksud, coba sebutkan ciri-cirinya." kata Andi

"Dia bertubuh tinggi, serta berkulit putih. Kalau tidak salah huruf depannya "K" dia juga meninggalkan syal untukmu, dan sepucuk surat." kata nenek

Dengan segera Andi membuka surat itu yang berisi, "Lagi? Kau tidak lupakan?", kemudian ada inisial "K" dibawahnya. Jujur saja andi tak mengerti maksud dari kata-katanya itu. Dan lagi-lagi ia terlambat datang, padahal rasa-rasanya ia sudah sangat maksimal hari ini.

"Oh ya, apa nenek tahu dimana dia pergi?" kata Andi

"Dia pergi ke arah selatan." kata Nenek

"Sungguh?" kata Andi

"Iya, dia menunggumu di tepi sungai dekat jembatan." kata Nenek

Setelah mendengar hal tersebut Andi mengucapkan terima kasih, dan langsung menuju tempat seseorang itu menunggu. Sekali lagi dia berharap semua ini akan segera berakhir dan dia dapat bertemu dengannya. "Ah ada apa dengan hari ini, tidak seperti biasanya." batin Andi. Seperti sebelumnya ia langsung bergegas menuju jembatan dekat sungai. Namun kali ini ia mengayuh sepedanya dengan biasa, dan tidak terlalu cepat. Setibanya di sana lagi-lagi Andi diberi petunjuk oleh seorang ibu, bahwa dia menunggumu dibangku putih. Lalu pikirannya kembali melayang, "Bangku putih? Kalau tidak salah aku pernah melihatnya. Taman kota. " batin Andi. Sebelum pergi sang ibu memegang tangannya dan memberikan sepucuk surat yang berisi, "Ah kamu, jangan bilang kalau kamu lupa." dan dibawahnya tertanda "K". Tidak salah lagi itu adalah dia.

Kali ini Andi berharap serius semoga bukan petunjuk, melainkan ia bisa bertemu dengan seseorang itu. Wajahnya terlihat lelah, namun semangatnya masih membara. Jam menunjukkan pukul 2.30 pm, tak terasa lama juga ia kesana-kemari. Kini perutnya mulai lapar, tapi tak ada waktu lagi. Sesampainya di sana ia menyusuri bangku-bangku dari selatan hingga utara. Tak lama kemudian Andi melihat seorang bertubuh tinggi, blasteran china-indo tidak salah lagi itu pasti dia.

"Hai, Kaditha Xi Yuan" kata Andi

"Oh hai, Andi." kata Kaditha

"Sudah lama?" kata Andi

"Tidak kok. Andi kamu tidak lupa kan?" kata Kaditha

"Maksud kamu?" kata Andi

"Hari ini? Sekarang tanggal berapa? Bulan?" kata Kaditha

"Tanggal dua puluh lima, bulan maret. Oh bagaimana aku bisa lupa?" kata Andi

"Happy Birthday Andi." kata Kaditha

"Lalu apa maksud dari buklet bunga dan syal ini?" kata Andi sambil menunjukkan buklet bunga serta syal yang didapatnya.

"Hanya hadiah saja." kata kaditha sambil tersenyum

"Oh ya sebenarnya kau tak perlu memberiku semua itu." kata Andi

"Memangnya kenapa?" kata Kaditha

"Karena sebenarnya kamulah hadiahku yang sesungguhnya." kata Andi

Naabot mo na ang dulo ng mga na-publish na parte.

⏰ Huling update: Dec 05, 2016 ⏰

Idagdag ang kuwentong ito sa iyong Library para ma-notify tungkol sa mga bagong parte!

Bangku Di Taman KotaMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon