1 Desember 2016
Matahari sudah kembali turun, ia pergi entah untuk tidur atau mencoba menerangi hati dan perasaan seseorang di negara belahan yang lain. Di dalam kamar yang sempit kucoba untuk merenungi apa yang kulakukan seharian ini. Ku kuatkan tekadku untuk tidak menangis karena luka, bukan karena dirimu dan atensi mu terhadap cinta, bukan pula karena sifat posesifmu yang justru mencekik dan membunuhku perlahan. Justru kini aku tak menangis, namun teriak tak tahan karena terluka.
"Hari ini dan selanjutnya aku tetap mencintaimu, Adinda!" bisikmu lirih seraya menggenggam erat tanganku terakhir kalinya.
Akhirnya kau tinggalkan diriku dengan jutaan rindu yang tak mampu kau bawa bersama dirimu.
YOU ARE READING
Unknown's Diary
RandomBuku harian seorang yang tak dikenal. Mungkin isinya menarik, semenarik kisah cinta di WattPad.
