Prologue

15 3 1
                                        

Aku menatap layar ponselku-untuk yang ketiga kalinya. Tidak ada tanda-tanda ia akan membalas pesanku.  Aku menghela nafas, menatap jalan lengang di depanku. Berharap ia akan segera datang sekedar beralasan-meski mungkin harus berbohong.

"Den,  kamu dimana?"

Sekarang,  aku menatap koran yang sedikit basah karena terkena tampias hujan. Membaca judul dengan huruf kapital besar-besar. 

SEBUAH MOBIL DENGAN PLAT NOMOR B MENGALAMI KECELAKAAN DI JLN.  DHAZNA.

"Den,  udah dimana? "

"Jln. Dhazna, bentar-bentar,"

Dunia DenisaStories to obsess over. Discover now